Saut Aritua H Sagala <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Perasaan saya memang campur aduk ketika mendengar Timtim merdeka.
Tapi ada satu firasat saya yang lain berdasarkan informasi yang beredar
dan saya ketahui. Bahwa kita saat ini sedang 'diobok-obok' oleh beberapa
aktor. USA, Australia dan PBB (UNAMET) harus bertanggungjawab atas
lepasnya Timtim dari Indonesia. Saya tidak ingin menuduh Habibie secara
langsung karena ketika Ia mengeluarkan statement untuk mengadakan
referendum tentu karena tekanan atau 'interest politic' dari ketiga aktor
tadi ikut bekerja.
Pandir: Yang jelas Timtim yang paling diobok-obok ya oleh ketiga unsur di atas
juga oleh Indonesia dan Portugal....
Indonesia diobok-obok ketiga unsur diatas? Ya nasibnya negara berkembang,
sudah jatuh tertimpa tangga......
Saya tentu tidak akan memaksakan untuk Timtim tetap menjadi bagian dari
Indonesia jika mereka betul-betul ingin merdeka. Tapi perlu dipikirkan
apakah di sini tidak ikut bekerja agen-agen dari ketiga aktor tadi dalam
membentuk opini disintegrasi dalam masyarakat Timtim. Posisi Indonesia
yang strategis juga merupakan hal yang ditakutkan oleh pemerintah
Australia. Begitu juga oleh Amerika yang menginginkan adanya pangkalan
militer di daerah Asia Tenggara.
Pandir: Jangan lupa juga aktor dari Indonesia dan juga portugal...
en pangkalan amerika? itu sih suka-sukanya Timtim, kalo perlu sebelum Tim-tim
menjadi pangkalannya amerika, mendingan INdonesia menjadikan Natuna sebagai
pangkalan amerika lebih dahulu(itung-itung nambah devisa) soalnya sekarang aja
kadang natuna menjadi "setengah" pangkalan Amerika.
Australia takut? He...he...ini baru rame, Indonesia yang tengah bobrok
ditakutin juga ama Aussie. gimana kalo kagak bobrok?
Kalo soal militer indonesia jelas kalah jauh, soal ekonomi juga, cuman
bayangkan kalo aussie dibanjiri oleh orang-orang indonesia yang sengaja
dikirim tanpa senjata, ini pasti bikin heboh Aussie...
but remember what Marshall Mcluhan said:"World War III will be a guerilla
information war, with no division between military and civilian
participation"
Mungkin hal ini bisa jadi pelajaran bagi kita untuk menyikapi permasalahan
Aceh.
Pandir: bisa jadi Timtim memberi ide pada aceh untuk melakukan hal yang
sama....
Dan masa jaya negara kesatuan akan berakhir.......
tapi kita lihat sisi positif....... sebagian penindasan akan berakhir....
Pandir
Salam,
Saut A H S
____________________________________________________________________
Get free email and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1