>From: Pandir Ontohod <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [Indonesia diobok-obok !!!!]
>Date: Sun, 5 Sep 1999 23:29:17 MDT
>
>Pandir: Jangan lupa juga aktor dari Indonesia dan juga portugal...
>en pangkalan amerika? itu sih suka-sukanya Timtim, kalo perlu sebelum
>Tim-tim
>menjadi pangkalannya amerika, mendingan INdonesia menjadikan Natuna sebagai
>pangkalan amerika lebih dahulu(itung-itung nambah devisa) soalnya sekarang
>aja
>kadang natuna menjadi "setengah" pangkalan Amerika.
>Australia takut? He...he...ini baru rame, Indonesia yang tengah bobrok
>ditakutin juga ama Aussie. gimana kalo kagak bobrok?
>Kalo soal militer indonesia jelas kalah jauh, soal ekonomi juga, cuman
>bayangkan kalo aussie dibanjiri oleh orang-orang indonesia yang sengaja
>dikirim tanpa senjata, ini pasti bikin heboh Aussie...
>but remember what Marshall Mcluhan said:"World War III will be a guerilla
>information war, with no division between military and civilian
>participation"


Lho kok nggak sadar kalau Indonesia ditakuti Australia sih? Tiap kali
Indonesia mau latihan militer mereka mengajukan berbagai keberatan. Beberapa
tahun silam waktu Indonesia latihan militer di wilayah Jatim, kita perlu
menerangkan maksud dan tujuan berkali-kali. Waktu latihan bersama dengan
Singapura mereka juga berkomentar yang aneh-aneh.

Tiap kali Indonesia memperbarui persenjataan, mereka beserta Singapura (dan
Malaysia) juga keberatan. Soal militer Indonesia tidak kalah jauh. Amerika
sendiri sudah sadar kalau teknologi perang tidak berarti jaminan kemenangan.
Yang ditakuti oleh Australia bukan modern tidaknya senjata Indonesia, tetapi
kuantitas tentara reguler kita. Lagipula kita sudah mampu memproduksi
senjata macam senapan dlsb ya? Rasa-rasanya justru karena kita menjadi
kekuatan yang terlalu mencolok di wilayah Asteng-lah yang menyebabkan kita
diobok-obok terus. Bila sudah terpecah menjadi negara-negara kecil tidak
akan ada ancaman bagi mereka. Sebaliknya mereka mampu mendiktekan segala
kemauannya. Dengan kondisi saat inipun mereka sudah mampu mendikte kita,
apalagi bila kita sudah menjadi negara kecil-kecil...;) Bila saat ini
Australia masih memerlukan bantuan AS dan UN, maka bila kita cuma
sekeping-keping negara yg berserakan tak akan perlu melobi kepada AS dan UN.
Ingat dengan ulah UNAMET kemarin dong.

Tidak akan ada pihak luar yang tulus membantu kita. Semua mempunyai
kepentingan sendiri-sendiri. Untuk itu hentikan segala keluh kesah anda
kepada UN. Tiap kali kita mengundang UN, tiap kali pula kita mengundang tamu
ke rumah kita untuk mengobok-obok segala perabotan. Sudah terlalu sering
Permias merasa bangga bila mampu menyuarakan segala protes dan keluh kesah
terhadap penguasa RI kepada UN. Sebagai anggota Permias saya menjadi sering
malu.

Apakah KNSP99 sudah mengeluarkan resolusi? Saya sebagai anggota Permias
menghimbau untuk tidak menujukan resolusi kepada UN. Jangan ada lagi
usaha-usaha menjual negara kita kepada pihak asing untuk diobok-obok.


Salam persatuan,
Rakyat Perduli.

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke