http://www.detik.com/berita/199909/19990907-1942.htm Akankah penguasa bejat kita lagi2 akan melakukan blunder? Apakah mereka akan mengorbankan nasib 200 juta rakyat Indonesia hanya karena Timtim yg statusnya kini telah jelas setelah jajak pendapat? Inikah contoh nyata lagi dari demokrasi hitam dimana demokrasi hanya diterima bila sesuai dengan keinginan pribadi seperti yg kita lihat sampai saat ini masih berlangsung terhadap hasil pemilu yg baru lalu? Hbb telah melakukan blunder dengan memberikan dua opsi yg sebenarnya tidak diminta saat itu baik oleh Xanana atau pun Uskup Belo. Xanana waktu itu hanya meminta Timtim diberikan otonomi luas selama dua tahun, baru setelah itu referendum. Sedangkan Uskup Belo meminta 15 tahun otonomi baru kemudian mengadakan referendum. Dua opsi yg diberikan oleh Hbb tidak saja mengejutkan kalangan MPR dan pengamat nasional tapi juga mengejutkan PBB, Portugis, dan dunia internasional lainnya selain Xanana dan Uskup Belo. Saya mendukung penuh pengiriman pasukan perdamaian PBB ke Timtim. Jangan pernah kita menerapkan standar ganda atas masalah kemanusiaan. Dulu kita pernah berteriak2 soal pembantaian Bosnia. Kini, pembantaian di negeri sendiri masa kita biarkan? Bukalah mata hati nurani kita. Dengarkan jerit tangis janda2 dan anak2 kecil yg harus kelihangan bapaknya. Dengarkan ratap tangis rakyat Timtim yg harus kehilangan tempat tinggal baik itu yg pro kemerdekaan maupun yg pro integrasi. Hentikan pembataian di Timtim. Pasukan perdamaian PBB di Timtim mutlak diperlukan! jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu
