Forkot - Aparat Terlibat Bentrok
Aparat pun Melepas Tembakan
Reporter: Iwan Triono

detikcom, Jakarta- Mahasiswa Forkot akhirnya terlibat bentrok fisik dengan aparat keamanan di depan gedung BPK. Bentrokan pecah pada Selasa (7/9/1999) pukul 17.05 WIB. Aparat yang sempat mundur kemudian menghalau mahasiswa dengan tembakan beruntun.

Situasi menegangkan. Tembakan yang diberondongkan aparat keamanan, membuat mahasiswa kocar-kacir. Sebelum tembakan itu dilepas, para mahasiswa itu memang sudah bersiap untuk mendobrak blokade aparat keamanan yang menahan laju mereka menuju ke gedung MPR.

Mahasiswa dengan bersenjatakan kayu-kayu, batu-batuan serta botol-botol minuman akhirnya terlibat bentrokan setelah mahasiswa tetap diijinkan meneruskan langkah menuju gedung MPR. Jarak mahasiswa dengan aparat itu hanya setengah meter saja.

Batu-batu dan botol minuman beterbangan menghantam aparat. Dengan bersenjatakan kayu mahasiswa pun mendobrak blokade. Sementara aparat keamanan tak tinggal diam. Saling menyerang tak terhindarkan.

Seorang mahasiswa terlihat dihajar ramai-ramai oleh puluhan aparat keamanan. Memang tak hanya mahasiswa yang terluka. beberapa aparat keamanan pun tka sedikit yang terluka. Sampai pukul 17.15 WIB bentrokan itu masih terus berlangsung.


 
 
Buntut Demo Forkot
Aparat Adakan Sweeping
Reporter: Iwan Triono

detikcom, Jakarta- Meski demonstran Forkot telah kocar-kacir meninggalkan lokasi demo, tapi aparat polisi masih juga berusaha mencari mereka, Selasa (7/9/1999). Polisi bahkan melakukan sweeping di tengah perumahan penduduk di kawasan Jl Pejompongan, belasan meter dari lokasi demo.

Sweeping itu dilakukan aparat setelah melihat bahwa mahasiswa melarikan diri dengan bersembunyi ke rumah-rumah penduduk. Untuk mencari mereka, terpaksa aparat keluar masuk ke rumah penduduk. Bagi penduduk yang ada di sepanjang Jl Pejompongan III dan Jl Pejompongan V, aparat mendesak mereka untuk memperlihatkan KTP atau identitas resmi mereka. Penduduk mau saja mengeluarkan identitas mereka, dengan mengomel. Setelah diperiksa, mereka ngedumel,"Percaya kan kalau saya penduduk sini?"

Aksi sweeping itu dilakukan sekitar pukul 17.45 WIB. Beberapa aparat juga masuk ke rumah warga setempat. Seorang aparat bernama Budi, masuk ke kediaman warga di Jl Pejompongan V No 5 C. Di situ, Budi menemukan 2 mahasiswa yang tengah bersembunyi.

Aksi pencidukan Budi itu tidak menyenangkan tuan rumah. Pasalnya, Budi masuk rumah tanpa ijin dulu.
Akibatnya, tuan rumah marah. "Boleh masuk tapi ijin dong lu! Maasuk rumah orang seenaknya saja.”

Menurut peraturan yang berlaku, aparat yang masuk ke penduduk untuk memeriksa apalagi mengambil sesuatu dari rumah, memang harus menggunakan surat pengantar dari PN untuk penggeledahan. Tindakan aparat itu jelas menyalahi peraturan.

Ketika kedua mahasiswa itu tertangkap, aparat yang ada di luar rumah langsung menendang kaki mahasiswa itu.

Aksi sweeping itu sendiri kini sudah selesai. Aparat lantas duduk-duduk beristirahat di depan Gedung BPK yang berseberangan dengan Gedung DPR/MPR, Jl Gatot Subroto, Jakarta.

Menurut pengamatan detikcom, belasan mahasiswa kini masih bersembunyi di Klinik
Yayasan Usaha Mulia, Jl Pejompongan V, dan beberapa masuk ke kediaman penduduk. Ada juga mahasiwa yang diselamatkan penduduk di Jl Pejompongan IV.


Kirim email ke