salam keadilan,

bung jeffrey yang saya hormati.....untuk menyimpulkan bahwa PPI Jerman
mendukung disintegrasi ialah
pernyataan yang terburu-buru.
Sejak dari dulu kita berusaha memakai kaidah kemanusiaan dalam menyikapi
masalah timor leste (dan tidak hanya timor leste)
kita tahu latar belakang aneksasi timor leste oleh indonesia. Kita juga tahu
pendekatan Penguasa ($oeharto dan
militernya) untuk meredam gejolak di sana selama ini. Ratusan ribu korban
bung!
PPI Jerman justru menghindari sikap nasionalisme sempit yang selama ini
memang didoktrinkan kepada rakyat.
Ingat Bung...nasionalisme sempit dapat membawa negara menjadi fasis!
Saya berpendapat bahwa kita sebagai bangsa harus mampu untuk berani mengaku
salah dan mencoba untuk keluar
dari "isme-isme sempit" yang membelenggu kebebasan berpikir kita.
Bung Jeffrey......saya sendiri jelas membenci standar ganda negara-negara
barat, "kemunafikan timur" maupun kepongahan institusi-institusi seperti
IMF, World Bank maupun "alat-alat" neokolonialisme lain! saya tentang itu.
Namun sebagai manusia logis kita harus mampu menempatkan
permasalahan-permasalahan sesuai dengan skala prioritasnya.
Bahwa perbedaan pendapat sebagai fundamen demokrasi adalah benar adanya,
namun kemanusiaan adalah karunia yang harus kita tempatkan dalam prioritas
tertinggi (yaa....di atas gengsi dan ego kita).
saya menghargai wibisono yang membela rama, saya menghargai kumbakarna yang
membela negara, saya anti militerisme,
anti penindasan, anti rekayasa barat, anti pembodohan rakyat........


salam dari Hannover

deddy priadi





----- Original Message -----
From: Jeffrey Anjasmara <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, September 07, 1999 9:44 PM
Subject: Re: teater ala penguasa


> >From: Johnson Chandra <[EMAIL PROTECTED]>
> >Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
> >To: [EMAIL PROTECTED]
> >Subject: teater ala penguasa
> >Date: Tue, 7 Sep 1999 22:16:05 +0200
> >
> >hmmm....
> >
> >kita tuh ditipu melulu, sampai sekarang juga masih ditipu
> >
> >Sejak awal penguasa(baca: militer) memang akan membantai rakyat
> >Timor-Timur
>
> Ini pernyataan yg berlebihan. Mana ada orang atau kelompok orang yang
ingin
> membunuhi orang atau kelompok orang dengan taruhan nyawa sendiri.
>
> >Kalau pro-integrasi menang, penguasa legitim memburu rakyat
> >"pemberontak".
>
> Ini pengambilan kesimpulan yg gegabah. Pilihan yg diberikan adalah otonomi
> vs merdeka, bukan integrasi vs merdeka. Sementara itu otonominyapun
otonomi
> luas. Jadi tidak mungkin dong kalau memang suatu masyarakat otonomi yg
luas
> diburu-buru seperti anda bilang.
>
> >Sekarang tapi pro-kemerdekaan menang.
> >Penguasa lalu membantai rakyat Timor.
> >Mengapa ?
>
> Mungkin kita perlu bertanya dari mana Falintil memperoleh senjata.
>
> >Kita sejak kecil diajar mengkultuskan negara "kesatuan", bahwa
> >"kesatuan" itu memang diperlukan. Kalau tidak, akan terjadi perang
> > >saudara.
> >
> >Apakah yang terjadi sekarang di Timor-Timur perang saudara ?
>
> Jawab sendiri ah.
>
> >Milisi yang jelas-jelas dipersenjatai oleh Abri, bisa tetap bebas
> >berkeliaran. Jadi seakan-akan terjadi "perang saudara".
> >
> >Lalu dengan alasan ini, diberlakukan hukum darurat militer.
> >
> >Padahal yang MEMBANTAI rakyat dengan yang MEMBERLAKUKAN
> >hukum darurat militer SAMA saja oknumnya.
>
> Sangat tendensius.
>
> >Lalu rakyat Indonesia (termasuk KITA) dibuat untuk berpikir :
> >"tuh kan, memang kita harus bersatu. Kalau tidak bersatu, akan >terjadi
> >perang saudara".
>
> Pernyataan yang jamak dan 100% benar. Apa ada yg salah?
>
> >Lalu kitapun nurut, diinjak-injak lagi hak kita, demi suatu >"persatuan"
> >yang semu.
>
> Jadi PPI Jerman mendukung disintegrasi bangsa?! Hmm sangat menarik!
>
>
> >Negara kita sedang dikerjain oleh pihak asing ?
> >
> >SALAH SENDIRI TUH PENGUASA GOBLOK !!!
> >SALAH SENDIRI KITA JUGA YANG GOBLOK !!!
> >
> >Udah tahu pihak asing (tentu) membela kepentingannya sendiri.
> >Lah tuh penguasa goblok masih aja membantai rakyat.
> >Kita yang sekolah di luar negeri, masih aja kemakan sama indoktrinasi
> >pemerintah orde baru.
>
> Lho sudah tahu kita lagi dikerjain bukannya merapatkan barisan malah semua
> orang dimaki. Jelas makin renggang dong...
>
> >Mengapa rakyat Timor berontak ?
> >Mengapa rakyat Aceh berontak ?
> >Mengapa saya memaki pemerintah ?
> >
> >Karena pemerintahnya GOBLOK !!!
> >Cuma mikirin kantong sendiri dan famili !!!
>
> Iya deh setuju.
>
> ______________________________________________________
> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>

Kirim email ke