|
tolak RUU secara
bersama-sama!!
Demo Menentang RUU Keselamatan
Negara
Jakarta, Kompas Sekitar 1.000 mahasiswa yang tergabung dalam Forum Kota bentrok dengan aparat keamanan saat mengadakan unjuk rasa di dekat Gedung MPR/DPR Senayan, Selasa (7/9), menentang pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Keselamatan dan Keamanan Negara. Aksi massa ini semakin memperlihatkan tentangan terhadap RUU Keselamatan Negara setelah pemerintah dan DPR bersikeras melanjutkan pembahasan meski berbagai kelompok masyarakat telah menyatakan menolak. "RUU Keselamatan dan Keamanan Negara jelas merupakan rekayasa Orde Baru untuk mempertahankan kekuasaan. Undang-undang tersebut merupakan kerja sama antara penguasa yang menindas dengan militer," demikian pernyataan Forum Kota. Bentrok antara mahasiswa dengan aparat keamanan terjadi saat mahasiswa berusaha membuka barikade untuk menuju Gedung DPR. Dorong-mendorong terjadi disusul kemudian aksi saling memukul antara kedua belah pihak. Mahasiswa menggunakan tongkat-tongkat bendera untuk melawan tugas. Merasa terdesak aparat melepaskan tembakan gas air mata, menyerbu mahasiswa, dan mengayunkan pukulan. Serbuan itu dibalas dengan lemparan batu. Sejumlah mahasiswa dan aparat luka-luka. Sebelum bergerak menuju gedung DPR, dengan mengendarai sekitar 20 bus dan metromini berkonvoi di sejumlah jalan utama di Ibu Kota. Mereka sempat menghampiri sejumlah aktivis Forum Kota di kampus IAIN Ciputat, Jakarta Selatan. Mereka kemudian bergerak ke arah Grogol sebelum berputar menuju Senayan. Langkah mereka ke gedung DPR terhalang oleh barikade ratusan aparat yang dipersenjatai alat-alat antihuru-hara dan senapan laras panjang. Beberapa kali mahasiswa terlibat saling dorong dengan aparat keamanan. Sekitar pukul 17.15, bentrokan terjadi. Mahasiswa tercerai-berai melarikan diri saat aparat melepaskan tembakan gas air mata dan mengejar para demonstran. Hingga petang hari sejumlah mahasiswa masih belum diketahui ujung rimbanya dan sejumlah mahasiswa lainnya ditahan polisi. "Kami belum bisa memastikan berapa rekan kami yang luka-luka," ujar Eli Salomo, salah seorang aktivis Forum Kota. Selain menuntut pencabutan RUU Keselamatan Negara, Forum Kota juga menuntut agar Soeharto dan Habibie diadili. Menurut Forum Kota, pemerintah Habibie merupakan turunan rezim Soeharto dan hanya menjadi kabinet penerus kekuasaan yang telah dibangun oleh Soeharto. Karena itulah Habibie tidak memiliki kekuatan untuk mengadili diktator Soeharto. Di Surabaya sekitar 120 mahasiswa Universitas Tujuh Belas Agustus berunjuk rasa soal Timtim dengan isu campur tangan asing di propinsi ke-27 yang belum pernah diakui oleh PBB sebagai bagian dari wilayah Indonesia. (wis/ano) |
