Orang ini telah mengirim postcard bergambar anjing kepada saya, dengan
mengaku sebagai sahabat setia, dengan email address yang berbeda.

Menyebutkan cara bangsat java-centralisme secara tidak langsung menyerang
suku jawa juga, dan menyebutkan orang jawa sebagai bangsat. Mau dibelokkan
ke mana lagi? Ciri-ciri yang disebutkan sebagai ciri Jawa juga sebetulnya
bukan milik orang Jawa sendiri. Si Patrick Simanjuntak ini menyebutkan orang
Jawa suka menginjak kepala orang? Hmm...sangat menarik.

Saya heran orang ini mampu hidup secara harmonis di lingkungan Washington
DC. Apakah memang pendapat-pendapat si Patrick Simanjuntak ini juga pendapat
kolektif dari para sahabat-sahabatnya di DC?

Patrick yg minim pengetahuan sejarahnya ini mengklaim Sukarno hampir
mengesahkan bahasa jawa sebagai bahasa nasional. Apakah jendral-jendral
waktu itu ikut mengambil keputusan tentang pembakuan bahasa nasional?

DisebutkAN KULTUR dan FEODALISME Jawa yang diserangnya? Patrick ini tidak
sadar bahwa menyerang kultur berarti menyerang orangnya. Mau dibelokkan ke
mana lagi? Lalu apa yang disarankan sebagai kultur yang bagus? Berhubung
Patrick bermarga batak apakah mengimplikasikan kultur batak lebih superior?
Berhubung si Patrick ini membuat generalisasi ini apakah saya dapat menyebut
Patrick seorang rasis? Ataukah Marga Simanjuntak adalah marga rasis? atau
Suku Batak adalah suku rasis? Ataukah sebetulnya jauh lebih simpel dan tepat
kalau disebut satu orang manusia bernama Patrick ini orang gila?

Yang jelas Patrick Simanjuntak ini ikut ke semua mailing list. Siyasah@ dan
isnet@ juga sudah dimasukinya, dengan tidak lupa memasarkan dagangan
mobilnya tersebut.

Rasa-rasanya dunia ini tidak terlalu besar. Rasanya juga cukup mudah untuk
saling bertemu. Semoga saja Patrick ini diberi penerangan.


+anjas



>From: Patrick <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: Isu SARA yang kelewatan /E-mail Bincang
>Date: Thu, 09 Sep 1999 08:50:53 -0400
>
>Saya TIDAK menyerang suku JAWA.
>
>Saya menyerang cara-cara bangsat
>"JAVA CENTRALISME" yaitu
>gaya-gaya hidup dan kultur Jawa-kental
>yang hidup di pemerintahan RI, contoh:
>   -- hormat berlebihan,
>   -- bila dibawah manggut-manggut,
>       bila sudah diatas menjadi nginjak-nginjak
>   -- pemerkosaan daerah-daerah non-JAWA
>        dan 90% uang-nya lari ke pulau Jawa.
>   -- Main sembarang injak kepala orang lain
>      (bukti:  Tragedi Semanggi, perkosa Cina massal
>       May 1998, dan sebagai-nya )
>
>Dan tolong baca email-email saya yang
>sebelum-nya deh.  Dan tolong baca buku
>sejarah Indonesia-mu.  Dan introspeksi
>betul-betul mengapa PRMS, Permesta, RMS,
>Gerakan Aceh Merdeka, Papua Merdeka
>dan berbagai revolusi di daerah terjadi.
>
>Semua terjadi karena mereka menentang
>"OTORITER"-nya pulau Jawa, dan juga
>proyek "JAWAnisasi"-nya Pemerintah
>RI  via  TRANSMIGRASI.
>
>Dan pelajari-lah mengapa di Pontianak,
>terjadi kecemburuan sosial, dan mengapa
>terjadi pembunuhan massal.  Saya tahu semua
>keadaan di Pontianak, karena saudara saya
>bekerja sebagai polisi di Pontianak, Kal-Bar.
>Saudara saya banyak menggelapkan kepala-kepala
>manusia orang Madura supaya tidak diketahui
>Komnas HAM Indonesia.  Ini semua atas
>perintah atasan polri, juga.
>
>Dan pelajari-lah mengapa proyek
>Transmigrasi di RI lebih banyak
>gagal-nya daripada yang sukses-nya.
>
>Di Tim-Tim pun  22% manusia yang memilih
>pro-otonomi ... sebetul-nya mereka orang-orang
>pindahan hasil TRANSMIGRASI, dan mungkin
>hanya sebagian kecil yang 100% murni orang
>Tim-Tim.   Jadi kenapa heran mereka ingin
>merdeka lepas dari Indonesia ??
>
>-----------------------------------------------------
>Email (ke-2)
>(pelajari-lah Sejarah Indonesia) Jawa sebagai Penjajah Indonesia
>
>Yang saya serang adalah :
>       Kultur dan "feodalisme" JAWA;
>       tapi bukan-lah orang-orang  JAWA-nya.
>
>Habis apa boleh ... kalau orang memang sudah
>dilahirkan Tuhan sebagai orang Jawa .... yah apa boleh buat.
>Tapi kalau orang Jawa suka main "PAKSA-PAKSA"
>dengan adat-istiadat, dan cara berpikir "feodalistik"
>Jawa yang berlaku sekarang ini maupun
>32 tahun dibawah kuasa-nya Suharto ....
>wah wah...wah.... saya punya hak berkata:
>JAWA adalah Penjajah Indonesia
>
>Buka-lah mata-mu lebar-lebar dan berlapang-dada;
>dan coba melihat dari sudut-pandang orang-orang
>non-JAWA.
>
>Lalu lihat-lah sejarah Indonesia seperti:
>     PRMS, Republik Maluku Selatan,
>     Aceh ingin Pisah, Irian Jaya ingin merdeka,
>     dan sebagai-nya
>
>dan kamu bisa melihat bahwa pulau
>JAWA memang benar-benar RAKUS,
>dan ingin mem-perkosa daerah-daerah
>non-JAWA.
>
>Dan baca-lah sejarah sewaktu Indonesia akan
>diproklamirkan di tahun 1945 .... hampir
>saja Sukarno mau menetapkan:
>     Bahasa Nasional adalah Bahasa JAWA,
>     Agama Nasional adalah Agama Islam, dsb-nya.
>
>Tapi karena Jenderal-Jendral non-JAWA
>tidak-setuju ..... akhir-nya di-pilih-lah
>bahasa Melayu sebagai bahasa nasional.
>
>Singkata kata Budi .... tolong baca
>buku-buku PSPB, Sejarah Indonesia untuk
>mengetahui mengapa banyak-nya
>daerah-daerah di luar Pulau Jawa
>ingin melepaskan diri dari Republik Indonesia.
>
>Termasuk .... kenapa Timor Timur
>lebih memilih "merdeka" daripada
>"otonomi penuh."
>
>-- Patrick
>-------------------------------------------------------
>
>Jawa sebagai Penjajah Indonesia
>
>Apa yang terjadi Tim-Tim akan me-ngetest
>seberapa "keras-kepala" sebetul-nya pemerintah RI itu.
>
>Kita semua tahu 100% sebetul-nya si BJH/TNI/POLRI/
>dan segala genap pemerintahan RI tidak-sudi melepaskan
>Tim-Tim dari wilayah Indonesia.
>Tapi karena malu-malu kucing, dan supaya UANG
>dari Bank Dunia, Asia Dev. Bank, dan negara-negara
>donor lancar memberi pinjaman ke Indo ... maka
>Indo pura-pura memancing ingin memberi "referendum"
>ke rakyat Tim-Tim.  Eh tahu-tahu-nya hasil akhir-nya
>berantakan ... lalu masuklah TNI/POLRI
>mengocok-ngocok situasi di Tim-Tim.  Strategi mereka
>persis betul seperti kejadian May 1998, dimana
>ribuan Cina-Indonesia diperkosa, dibakar, dibunuh, dan
>gereja-gereja dibakar-bakarin.
>
>Sekarang, setelah Tim-Tim lepas ....
>ACEH dan IRIAN JAYA pun ingin
>lepas dari Indonesia pula.
>Nah loh .... makin seru deh.
>
>Sebetul-nya bukan itu yang menjadi permasalahan.
>Bila memang pemerintah RI khusus-nya orang-orang
>JAWA (baca:  pulau Jawa)  tidak sedemikian
>rakus .... tidak-lah mungkin Aceh, Tim-Tim, dan
>Irian Jaya ingin pisah dari Indonesia.
>
>Tapi sejarah Indonesia berkata apa ??
>Entah itu PRMS, RMS, Aceh Merdeka,
>Papua Merdeka, dan sebagai-nya ....
>mereka semua ingin pisah dari Indonesia
>karena orang-orang DAERAH merasa
>di-JAJAH oleh orang-orang PUSAT (baca: JAWA).
>
>Bayangin saja :
>    --  Irian Jaya diperkosa alam-nya ... 90%+
>         uang-nya lari ke Jawa.
>    --  Aceh dengan Minyak Mentah ... 90%+
>         uang-nya lari ke Jawa
>    -- Kalimantan dibabat habis  hutan-nya .... 90%+
>        uang-nya lari ke Jawa ke kantong-nya
>        Suharto, dan anak-anak-nya.
>
>Dan saya ingin berterus-terang 100% nih ...
>sebetul-nya orang-orang JAWA Indonesia
>ada keinginan berkata:
>    Bahasa Indonesia adalah Bahasa JAWA.
>
>Tapi karena malu-malu taik-kucing ....
>pemaksaan bahasa Jawa secara nasional
>tidak diterapkan.
>
>Moral of Story:
>    "JAVA CENTRALISME" adalah
>    motif di belakang seluruh pergolakan
>    yang terjadi di Indonesia sekarang ini.
>
>Singkat kata,  JAWA adalah Penjajah Indonesia.
>
>-- Patrick
>---------------------------------------------
>
>
>[EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> > Ini masalah tuduhan menyinggung SARA, berbahaya.
> > Anyway kita tanggapi dulu;
> >
> > 1. Jangan hanya salahkan Jawa-nya.
> > Pencetus kebrengsekan saat ini maybe orang dari suku Jawa;
> > tapi selama  32 tahun itu sekelompok orang yang seharusnya mampu
> > mengkoreksi kok ikut-ikutan merampok?  Ikut-ikutan meneteskan air liur
>dan
> > menjilati kaki sang raja?
> > Kenapa diam saja? Kenapa senyum terangguk2 saja?  Mengutip kata2-nya
> > Rendra..'ikut onani masal'
> >
> > Dan, demi segala yang hidup, gerombolan perampok dan pedukung penjarahan
> > yang bertengger 32 tahun tersebut  juga terdiri dari berbagai suku!
> >
> > Termasuk suku dari daerah Batak, Aceh, Mingkabau, Minahasa, Bugis, etc.
> >
> > 2.  Tuduhan menyinggung SARA ini bisa diperlebar lagi.
> >      Melalui asumsi bahwa pelontar tuduhan memilik i'daftar'  nama
>'orang-orang
> > Jawa'  tsb    (kalau tidak bagaimana dia bisa bilang mereka orang Jawa?)
> >     selain mereka orang Jawa...dgn menebak isi daftar nama tsb,
>sebagian
> > besar pasti menganut      agama tertentu.
> >
> >     Tuduhan itu menjadi:
> >     "orang-orang penganut agama .....adalah penjajah Indonesia.."
> >    Tambah berbahaya dan menyakitkan bukan?
> >
> > Sudahlah, keributan di dunia nyata sana sudah cukup parah;
> > di dunia cyber kita yang kecil ini mbok ya jangan dibikin panas juga.
> >
> > Kita ini di cyberworld kan paling nggak sudah cukup dewasa untuk
> > mengoperasikan komputer, harap tatakrama dan mentality kita juga
>diarahkan
> > untuk (juga) sedikit dewasa.
> >
> > Apa memang orang dari suku anu saja yang jelek, atau orang dari suku anu
> > lebih baik,
> > atau kita memang nggak membutuhkan orang dari luar suku kita sehingga
>perlu
> > jadi
> > separatis?
> > Apa  sesungguhnya yang dimaksud dgn 'merdeka' ?
> >
> > Contoh sederhana, saya ini orang Jawa tulen (no mixed ingredients) but
> > married to
> > a nice girl yang mix (half Batak, half Ambon).
> >
> > So, berbagai acara dan kebiasaan yang detail jadi campur aduk.
> > Setiap kali ketemu my big family of Batak (acara pernikahan, mangulosi,
> > etc.)
> > saya harus berhati2 untuk menyapa ..ada Namboru, inang uda, amang tua,
> > tulang, uda,
> > ito, kakak, abang, eda...etc yang semuanya harus dipakai sesuai aturan
>dan
> > nggak boleh tertukar.
> > Di keluarga besar saya itu semua cukup dgn mbak, mas, pakde, bude; dari
> > jurusan manapun mereka (ayah atau ibu) , kita cukup menilai berdasarkan
> > senioritas umur/silsilah saja dan terapkan  4 kata di atas.   Disamping
> > merayakan Natalan kami juga mengunjungi sesepuh di hari Lebaran, persis
> > seusai shalat Ied.
> >
> > Intinya, jangan merasa berhak menjelekkan orang lain karena sesungguhnya
> > kita membutuhkan mereka, kita adalah bagian dari mereka.
> >
> > Orang yang merasa daerahnya lebih kaya (Aceh, Irian Jaya, Kal-Tim, etc.)
> > juga
> > tidak sepatutnya ingin porsi terbesar (hingga 80%) dari PAD untuk
>dirinya
> > sendiri.
> > Ingatlah daerah2 lain yang lebih miskin.
> >
> > Masalahnya selama ini adalah korupsi dan ketidakadilan; bukan pemiskinan
> > daerah yang seharusnya kaya.
> >
> > Bukankah yang lebih harus memberi kepada saudaranya yang kekurangan?
>Jika
> > pendapatan yang 80% itu diserap hanya untuk daerahnya sendiri, tentu
>akan
> > muncul ketimpangan.
> >
> > Sekian, tetaplah setia pada kebenaran.
> > E. Rendratno, [EMAIL PROTECTED]
> >
> >
> > >Memang pertama-tama masih berusaha membuat tameng dengan disebutkan
>sebagai
> > >ORANG DI DAERAH JAWA, tetapi setelah itu menunjuk langsung SUKU JAWA.
>Tidak
> > >dapat dipungkiri bahwa ini adalah penghinaan terhadap Suku Jawa dan
> > >merupakan tindakan SARA.
> > >
>
>

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke