Sementara ini saya hanya dapat memberikan komentar singkat.

Saya pikir kita perlu mengeluarkan pernyataan sikap. Tapi tidak hanya untuk TIMTIM.
Saya pikir "Ikrar bersama Washington, DC" yang kita rumuskan bersama dapat digunakan 
sebagai salah satu pernyataan sikap PERMIAS

Faran

--

On Thu, 9 Sep 1999 06:27:12    Arya Indrathama wrote:
>Ada yang memperjuangkan Ambon nggak ?
>Ada web sitenya nggak ?
>Ada yang peduli nggak ?
>
>Tim-tim ? should I care ?
>
>
>Weleh.....
>Okeh okeh, gini deh.
>Kalau pertanyaannya gini, bisa diterusin dengan:
>Ada yang memperjuangkan Kalimantan ngga?
>Ada yang memperjuangkan Aceh ngga?
>Ada yang memperjuangkan Irian ngga?
>
>Pada akhirnya? masih ada yang peduli sama Indonesia ngga?
>atau, Indonesia? should I care?
>
>Kalau Republik pecah, gue mendingan memperjuangkan kemerdekaan Jakarta
>Selatan aja, soalnya rumah gue disana. Ngga rela gue Indonesia dipecah satu
>satu. Tapi kalo udah pecah, ya hancurin aja sekalian lah...bikin 10.000
>negara di bekas NKRI juga bisa.
>Kenapa ngga?
>
>Okey, itu tanggapan gue sama emailnya Soe..
>
>Nah, membalas emailnya Donald:
>Begini: Sayang banget waktu di DC kemaren kita ngga ada waktu untuk ngebahas
>soal Tim-tim. Padahal situasinya pas sekali untuk bicara tentang itu. Mungkin
>karena jadwal padat atau udah kecapean sih ya. Tapi intinya gini. Dalam
>sidang komisi 2 kan kita udah sepakat bahwa KPK yang akan mewakili Permias
>dalam kondisi seperti ini.
>Nah, KPK ini belom terbentuk dan butuh waktu untuk mencari anggota anggotanya
>yang bersedia untuk bekerja dalam KPK ini. Sedangkan kebutuhan akan sikap
>Permias mulai mendesak. Jadi gimana nih?
>
>Dan jangan lupa loh kalo masalah Tim tim agak sensitif. Soalnya ada pihak
>yang pro kemerdekaan, tapi ada juga yang menyayangkan kemerdekaan Tim tim.
>Kalau gue pribadi sih agak bingung yah, soalnya sedih juga melihat ratusan
>tentara Indonesia yang mati dan cacat sia sia, dan uang yang kita tanamkan
>untuk membangun Tim-tim selama ini akhirnya hilang begitu saja. Jadi ini ngga
>bisa dilihat sebagai hitam-putih.
>Masalahnya memang komplek sih
>
>Solusinya untuk Permias, mungkin kita harus mempercepat proses pembentukan
>KPK yang baru. Bisa aja di godok di forum@. Tapi terus terang gue juga belom
>masuk forum@ sih. Tolong dong Okki, David atau Faran kasih tau caranya yee.
>
>Setelah KPK jadi, lalu disusun sikap Permias. Sudah ditentuin sikapnya, lalu
>dibikin pelaksanaannya sebagai bentuk kepedulian terhadap Tim-tim. Mungkin
>hasil akhirnya dengan melobi pemerintah AS ( misalnya, kalau memang itu yang
>disetujui ), atau mungkin dengan bentuk sumbangan atau saran terhadap
>pemerintah. Nah..akhirnya dari sini kita butuh contact list yang kita
>bicarakan di komisi kemarin, sebagai pipa penyalur aspirasi kita sebagai
>sebuah persatuan mahasiswa.
>
>Gue rasa kita kan sepakat kemarin ini, dan kalau cuma akhir akhirnya kita
>jatuh pada debat bolak balik di milis tanpa ada pelaksanaannya ya sama aja
>mundur ke jaman batu lagi. Emang prosesnya ngga kenceng, karena banyak
>tahapannya seperti membentuk KPK dulu, lalu bla bla bla dan sebagainya. Tapi
>kalau semua itu udah jalan satu per satu, tujuan dan pemikiran kita di
>kongres kemaren ngga bakalan sia sia.
>
>Dan apa sih gunanya kita berkongres atau apa sih gunanya kita bentuk yang
>namanya Permias, kalau bukan pada akhirnya sebagai suatu bentuk sumbangsih
>kita terhadap Indonesia?
>
>Akhir kata, gue cuma pengen mengingatkan kepada semua termasuk gue juga, bahwa
>kalau kita sebagai mahasiswa ingin menentukan sikap terhadap Timor timur,
>lebih baik apa yang udah dicapai kemaren ini dilaksanakan satu persatu. Kalau
>pandangan gue, kita jangan gampang terbawa emosi oleh pemberitaan disana
>sini. Ingat ini nih, Permias itu kalo udah menjadi satu suara akan besar
>pengaruhnya. Apalagi dengan alumni alumninya di Indonesia. Dan buanyak pihak
>yang baek dan jahat yang bakalan mau menggunakan Permias ini. Pokoknya kita
>juga harus berhati hati lah.
>
>In the mean time, Permias lokal seperti Permias Portland yang aktif untuk
>masalah timor timur sebaiknya didukung sama Permias lain selama KPK belum
>terbentuk. Tapi masalahnya seperti yang gue bilang diatas, sikap orang
>terhadap timor timur itu berbeda.
>Kalau KPK nanti sudah terbentuk, mungkin suaranya bisa lebih besar karena
>mewakili semua organisasi mahasiswa di Amerika, dan hasilnya pasti jauh lebih
>mengena.
>
>Itu tambahan gue atas emailnya Soe dan Donald. Mudah mudahan bisa jadi
>masukan yang berguna.
>
>
>Arya
>


DC Email!
free email for the community - http://www.DCemail.com

Kirim email ke