CORRUPTION MONITOR '99:
Survei Persepsi Masyarakat (Perkotaan) terhadap
Tingkat Korupsi di Indonesia



1. Latar Belakang

1.      Sejak jaman Soekarno, Orde Baru Soeharto hingga Era Reformasi
(transisi) BJ Habibie, korupsi telah berkembang secara luar biasa dan
mengakibatkan keterpurukan dan kebangkrutan negara serta hancurnya martabat
bangsa di mata internasional.

2.      Walaupun hubungan antara korupsi dan kehancuran ekonomi disadari
oleh para elit pemimpin namun ini (seperti) tidak mengubah perilaku kosupsi
banyak pihak.

3.      Banyak lembaga-lembaga independen yang didirikan oleh mereka yang
terbeban dengan masalah korupsi di Indonesia seperti ICW, MTI, Gempita, dsb.
Kegiatan-kegiatan mereka berusaha membongkar berbagai kasus korupsi dan
mengawasi pemerintah agar tingkat korupsi di birokrasi berkurang.

4.      Pemerintah mungkin juga sudah berusaha melakukan sesuatu untuk
menekan korupsi tapi tampaknya belum dilakukan secara visioner dan
sistimatis dan hasilnya sering dibuyarkan oleh tindakan 'brutal' oknum-oknum
tertentu.

5.      Situasi korupsi separah di Indonesia tentu tidak bisa dibereskan
dalam waktu sebentar tapi membutuhkan kegigihan usaha yang panjang. Salah
satu masalah adalah bagaimana mengukur tingkat keberhasilan dari usaha-usaha
yang berwenang dalam pemberantasan korupsi di satu sisi dan di sisi lain,
bagaimana agar usaha-usaha pemberantasan korupsi itu tidak menjadi usaha
sekejap sekedar untuk merebut simpati rakyat sesaat.

6.      Penelitian persepsi masyarakat terhadap tingkat korupsi ini
bertujuan menjawab kedua kebutuhan tersebut.


2. Tujuan

Tujuan penelitian ini adalah menciptakan angka-angka periodik yang
merefleksikan tingkat korupsi di infrastuktur Indonesia berdasarkan persepsi
masyarakat luas sehingga dapat memberikan sorotan secara terus menerus bagi
yang berwenang dan bersangkutan agar tidak lalai dalam memberantas atau
menghindari perbuatan korupsi -CORRUPTION MONITOR.

Penelitian ini sekaligus bertujuan memberi ukuran-ukuran keberhasilan suatu
rezim dalam memberantas korupsi pada masa pemerintahannya.

Secara lebih rinci penelitian ini akan mengukur dan memonitor persepsi
tingkat korupsi di Indonesia secara keseluruhan sekarang, pada masa Orde
baru, pada lembaga-lembaga tertentu; bentuk-bentuk korupsi yang dikenali
masyarakat; berbagai sikap terhadap korupsi, kejujuran, manfaat kejujuran
dan hal-hal yang terkait.

Dengan dilakukan secara periodik, maka penelitian ini akan menunjukkan
perubahan-perubahan dalam persepsi masyarakat terhadap tingkat korupsi yang
diharapkan sesuai dengan kondisi sesungguhnya.



3. Metode Penelitian

Survei dilakukan dengan mewawancara sekitar 1000 responden laki-laki dan
wanita dewasa usia 15 tahun ke atas dari semua golong sosial dari lima
lokasi urban: Jabotabek, Bandung, Semarang, Surabaya/Gresik/Sidoarjo dan
Medan.

Responden dipilih dengan cara random sampling tetapi profil sampel dikontrol
agar menyerupai populasi dalam hal jenis kelamin dan kelas sosial ekonomi
(berdasarkan pengeluaran rumah tangga bulanan).

Penelitian ini akan dilaksanakan secara periodik, paling tidak sekali dalam
satu tahun. Penelitian pertama pekerjaan lapangnya dilaksanakan pada Agustus
1999 (dari 6 Agustus 1999 sampai dengan 25 Agustus 1999).

Untuk mengukur tingkat korupsi digunakan skala Likert 0 sampai dengan 10
dimana '0' artinya 'tidak ada korupsi sama sekali' sedangkan '10' artinya
'sangat korup'. Responden diminta memberikan satu nilai dari 0 hingga 10
sesuai dengan pendapatnya. Untuk menetapkan 'indeks korupsi' maka dihitung
nilai rata-rata dari semua responden yang menjawab (ada sejumlah 3%
responden yang tidak bersedia memberikan penilaian).

Dalam pengolahan data, angka-angka responden telah diproyeksikan ke populasi
dari masing-masing kota yang disurvei sehingga angka total memberikan
estimasi total populasi ke lima lokasi sesuai dengan kontribusi besar
populasi masing-masing lokasi. Angka-angka proyeksi itu adalah sebagai
berikut:

        Sampel  Populasi
Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi       417     13,837,000
Bandung 156     2,545,000
Semarang        109     1,115,000
Surabaya, Sidoarjo, Gresik      242     3,544,000
Medan   184     2,027,000

Total   1,108   23,068,000


4. Publikasi

Agar mendapat perhatian masyarakat, khususnya para elit yang terkait, hasil
penelitian ini akan dipresentasikan dalam suatu diskusi pada tanggal 28
September 1999.

Hasil penelitian ini akan dipublikasi secara luas dan untuk menciptakan
momentum itu hasil penelitian ini akan disampaikan dan dibahas oleh beberapa
ahli yang memiliki perhatian dengan masalah korupsi di negeri ini.


4.1 Materi Seminar


1.      Presentasi hasil penelitian

2.      Tinjauan Korupsi di Indonesia - Menginprestasikan Hasil Penelitian
Persepsi Tingkat Korupsi di Indonesia oleh MRI. Bagaimana 'fakta' korupsi di
Indonesia itu sendiri, dibandingkan dengan 'persepsi' yang diukur.

3.      Dampak korupsi terhada masyarakat (Korupsi ditinjau dari sisi
viktimologi)

4.      Rekomendasi Kepada yang Berwenang Mengenai Bagaimana Masalah Korupsi
di Indonesia diatasi dalam Jangka Pendek dan Jangka Panjang.


4.2 Tempat

Jakarta


4.3 Waktu

28 September 1999


4.4 Pembicara

Harry Puspito - mempresentasikan hasil penelitian
Prof. Dr. J.E. Sahetapy - pembahas
Suyono C. Atmonegoro - pembahas
Harkristuti (FH UI) - moderator





MRI
MARKETING RESEARCH INODNESIA


FORMULIR PENDAFTARAN DISKUSI
CORRUPTION MONITOR '99
"KORUPSI DI INDONESIA FAKTA, PERSEPSI & PENANGGULANGANNYA"


Kepada :
MRI (Marketing Research Indonesia)
FAX     : (021) 835 0114 (PHONE: 831 4041)

Yang bertanda tangan dibawah ini, menyatakan bahwa :

Nama    1.      _________________________________________________
        2.      _________________________________________________
        3.      _________________________________________________

Mendaftarkan diri sebagai peserta (harap lingkari pilihan di bawah) dalam
Diskusi "Korupsi di Indonesia Fakta, Persepsi & Penanggulangannya"
CORRUPTION MONITOR '99, serta bersedia memenuhi kewajiban kontribusi sebagai
peserta sebesar Rp. 50.000,- / per orang (untuk makalah, snack, door price,
dsb.) yang akan dibayarkan pada saat pelaksanaan, tanggal 28 September 1999,
di Hotel Kartika Chandra, Jakarta.

Atas nama pribadi                       1
Sebagai wakil institusi         2       (SEBUTKAN)
_______________________________

                Alamat  ___________________________________________
                Telepon _______________________
                Fax             _______________________

Jakarta,  September 1999


__________________________
         Tanda Tangan


MARKETING RESEARCH INDONESIA
Menyelenggarakan Presentasi Hasil Penelitian & Forum Diskusi
"KORUPSI DI INDONESIA, FAKTA dan PERSEPSINYA"

PEMBICARA
Prof. Dr. J.E. Sahetapy
Guru Besar Emeritus UNAIR
(Universitas Airlangga), Surabaya
Makalah: "Dampak Korupsi Terhadap Masyarakat"
        WAKTU PENYELENGGARAAN
Selasa 28 September 1999
Pukul 09.00-12.00 WIB

Sujono C. Atmonegoro, Mantan Jaksa Agung
Judul Makalah "Tinjauan Fakta Korupsi di Indonesia"
        TEMPAT
Kirana Room
Hotel Kartika Chandra
Jl. Gatot Subroto, JAKARTA

Ir. Harry Puspito M.App.Sc
Direktur Utama Marketing Research Indonesia
Judul Makalah "Persepsi Masyarakat Terhadap Tingkat Korupsi di Indonesia -
Corruption Monitor '99"         INFORMASI & REGISTRASI
FLAMINDO HASTA GEMILANG
Sdr Nia / Sdr Tuti
Jl. Cempaka Biro # 5, JAKARTA 15412
Telp. 734-3516, 734-3507
MODERATOR:

Dr. Harkristuti Harkrisnowo S.H., M.A.
Staf Pengajar Universitas Indonesia
        MRI,
Telp.: 831 4041; Fax 835 0114

Kirim email ke