Saya tanya kembali, menurut anda:

apakah Allah tidak menghendaki wanita jadi presiden?   (YA)     (TIDAK)
--------------------------------------------------------------------------

Terlepas dari tata kalimat Megawati, kita mengerti bahwa yang ia maksudkan
ialah
Allah tidak melarang (mengharamkan) wanita jadi presiden.

Sebaiknya tidak menilai tingkat kepintaran/pemahaman agama-
seseorang dari satu kalimatnya saja, apalagi jika kemudian orang itu
dianggap 'kurang pintar'.

Lagipula apakah kepintaran (kecerdasan? prestasi akademis? jago catur?
 IQ?) -
layak dijadikan acuan utama untuk memilih presiden?

Pilih presiden yang pintar atau presiden yang jujur?
Pilih presiden yang pintar atau presiden yang capable, ditunjuk rakyat,
terbukti bersih?
Pilih presiden yang demonstratif beragama  tapi kejam;  atau yang sembahyang
khusyu diam2-
serta berbudi luhur?

Soal Megawati atau calon lainnya yang terpilih, menurut hemat saya,
bukanlah karena kepintarannya atau penampakan luar keagamaannya.

CP.




-----Original Message-----
From: Suhendri <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tuesday, September 21, 1999 9:54 AM
Subject: ???


>Tulisan berikut saya ambil dari web republika....
>
>''Kalau memang Allah tidak menghendaki wanita jadi presiden,
>ya jangan bikin
>perempuan,'' kata Megawati
>
>Saya coba analogikan dengan kalimat lain :
>
>Kalau saya tidak berhasil sekolah di Luar Negeri, ya jangan bikin saya,
atau
>kalau saya tidak berhasil kawin dengan dia, ya jangan dibikin dia, dll
>analogi.
>
>Rupanya ibu yang satu ini sangat dangkal sekali pemahaman tentang agamanya
>sendiri.
>(Klarifikasi : agamanya Islam kan ya ?)

Segini aja mutu calon presiden, payah.
Buat saya pribadi yang namanya pemimpin, at least harus lebih pintar dari
saya :-(
Nggak tahu kalau ada orang yang mau dipimpin oleh orang yang lebih rendah
kepintarannya

Kirim email ke