Sebetulnya sulit untuk sekedar bilang jangan lihat calon presiden dari pendidikannya. Kalau mau lebih adil maka kriterianya adalah: 1. Cerdas dan pandai. Untuk menjadi cerdas tidak perlu tinggi pendidikannya. Untuk menjadi pintar dalam arti luas pengetahuannya, maka pendidikan juga bukan jaminan. Namun demikian, taraf pendidikan sangat mempengaruhi keluasan ilmu pengetahuannya itu. Kerugian dengan pemimpin yg tidak cerdas adalah TELMI. Tidak mampu bereaksi dengan cepat dan tepat dapat menimbulkan masalah dengan kehidupan politik yang sangat dinamis dan membutuhkan decision making yg super cepat. Sedangkan bila seorang presiden tidak pandai, maka tidak mampu mengolah data-data yg ada untuk dicarikan solusinya, dengan bantuan pengetahuannya tadi. Seorang yg punya pengetahuan cekak perlu waktu untuk memproses problemnya tadi. Kalau program komputer mereka tidak punya database. 2. Dapat dipercaya (iman dan amanah?) Untuk menjadi orang yg dapat dipercaya memang agak repot untuk dirumuskan. Rumusan kalau berjanji tidak ingkar dan kalau diberi amanah dilaksanakan sangat bagus untuk dijadikan barometer. Sayangnya posisi politis mengharuskan orang untuk tidak terlalu teguh pada janji. Itu sudah dari sononya. Tapi paling tidak orang yg biasanya kuat imannya sekaligus juga orang yg dapat dipercaya. Sudah barang tentu irregularity sering terjadi lah. Tapi untuk barometer sangat pas. 3. Mampu berkomunikasi (fathonah?) Kemampuan untuk tanggap terhadap keinginan rakyat (artinya mampu mendengar) dan juga kemampuan untuk berbicara kepada rakyat (pidato, ceramah, dlsb). Kombinasi mendengar dan berbicara dapat diterjemahkan dalan tindakan silaturahmi, turba, dlsb. 4. Berwibawa Sudah tidak perlu saya jelaskan lagi lah. Banyak yg bilang wibawa sudah built-in dari sononya, tapi ada yg bilang dapat dipelajari. Mari kita evaluasi Megawati sebagai sampelnya. - Cerdik? Evaluasi sendiri. Pandai? Terdapat nilai minus yg besar banget di sini....;) Kekurangan di bidang pendidikan mungkin dapat dikejar, tetapi proses belajar tidak akan pernah dapat disusulkan. - Iman. Statement yg mempertanyakan Tuhan mengapa mesti menciptakan perempuan kesannya mengena untuk menjawab pertanyaan terkait. Tanggapan Bung Elias kelihatannya masuk akal tetapi ternyata kurang masuk di akal saya. Tidak ada premis-premisan di sini karena bila kita bicara tentang Tuhan maka tidak ada yg lebih luas dari itu. Masalahnya dari asalnya wanita diciptakan untuk menemani laki-laki. Artinya fungsinya sebagai pendamping, bukan pemimpin. Kita tidak membicarakan masalah hak azasi wanita. Justru yg azasi itulah wanita diberi fitrah yg lain. Mempertanyakan titah Tuhan adalah dosa besar. Sudah ada fungsi masing-masing kok masih nanya. - Fathonah. Kebiasaan buruk Megawati adalah sering tidak perduli dengan tanggapan-tanggapan. Misalnya waktu didemo karena kebijakan- nya melepas kedudukan ketua DPRD DKI kepada ABRI langsung saja nyelonong pergi. Tindakan ini sangat sering terjadi. Jadi kriteria 'mampu mendengar' menjadi agak kurang dipenuhi. Kemampuan berbicara juga masih dipertanyakan. Sifat ini bahkan masih berada di bawah Suharto yg kerjanya cuman baca naskah pidato. Di dalam jangka pendek kita mungkin masih agak memakluminya. Dalam jangka panjang lama-lama juga jadi sebel. Presiden kok begitu....;) - Tambahan Bila mau premis-premisan model Bung Elias, maka pernyataan Bung Ridwan malah makin susah untuk diterima. Banyaknya doktor dan profesor yg amburadul bagaimana mengukurnya? Pertanyaan berikutnya, kalau gitu apakah master atau sarjana lebih sedikit yg amburadul daripada doktor dan profesor? Bagaimana dengan non sarjana apakah banyak yg tidak amburadul? Berapa persen? +anjas --------------------- >From: bRidWaN <[EMAIL PROTECTED]> >Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]> >To: [EMAIL PROTECTED] >Subject: Re: (Was ???) Ada apa dengan Megawati? >Date: Tue, 21 Sep 1999 22:41:39 +0700 > >Jangan lihat calon Presiden dari pendidikannya, >soalnya sekarang banyak DOKTOR dan PROFESOR yang >amburadul di-Indonesia. > >Sorry guys........j/k... > >Salam, >bRidWaN > >At 12:18 PM 9/21/99 +0700, . wrote: > >Saya tanya kembali, menurut anda: > > > >apakah Allah tidak menghendaki wanita jadi presiden? (YA) (TIDAK) > >-------------------------------------------------------------------------- > > > >Terlepas dari tata kalimat Megawati, kita mengerti bahwa yang ia >maksudkan > >ialah > >Allah tidak melarang (mengharamkan) wanita jadi presiden. > > > >Sebaiknya tidak menilai tingkat kepintaran/pemahaman agama- > >seseorang dari satu kalimatnya saja, apalagi jika kemudian orang itu > >dianggap 'kurang pintar'. > > > >Lagipula apakah kepintaran (kecerdasan? prestasi akademis? jago catur? > > IQ?) - > >layak dijadikan acuan utama untuk memilih presiden? > > > >Pilih presiden yang pintar atau presiden yang jujur? > >Pilih presiden yang pintar atau presiden yang capable, ditunjuk rakyat, > >terbukti bersih? > >Pilih presiden yang demonstratif beragama tapi kejam; atau yang >sembahyang > >khusyu diam2- > >serta berbudi luhur? > > > >Soal Megawati atau calon lainnya yang terpilih, menurut hemat saya, > >bukanlah karena kepintarannya atau penampakan luar keagamaannya. > > > >CP. > > > > > > > > > >-----Original Message----- > >From: Suhendri <[EMAIL PROTECTED]> > >To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> > >Date: Tuesday, September 21, 1999 9:54 AM > >Subject: ??? > > > > > >>Tulisan berikut saya ambil dari web republika.... > >> > >>''Kalau memang Allah tidak menghendaki wanita jadi presiden, > >>ya jangan bikin > >>perempuan,'' kata Megawati > >> > >>Saya coba analogikan dengan kalimat lain : > >> > >>Kalau saya tidak berhasil sekolah di Luar Negeri, ya jangan bikin saya, > >atau > >>kalau saya tidak berhasil kawin dengan dia, ya jangan dibikin dia, dll > >>analogi. > >> > >>Rupanya ibu yang satu ini sangat dangkal sekali pemahaman tentang >agamanya > >>sendiri. > >>(Klarifikasi : agamanya Islam kan ya ?) > > > >Segini aja mutu calon presiden, payah. > >Buat saya pribadi yang namanya pemimpin, at least harus lebih pintar dari > >saya :-( > >Nggak tahu kalau ada orang yang mau dipimpin oleh orang yang lebih rendah > >kepintarannya > > > > ______________________________________________________ Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
