Dalam acara sambutan di depan DPR, Akbar Tanjung tidak menghiraukan
beberapa anggota dewan yang mengangkat tangan untuk bertanya kepada Habibie.
Secara sengaja Akbar Tanjung telah menghina anggota dewan yang terhormat,
yang merupakan wakil-wakil rakyat. Mestinya orang-orang model Akbar Tanjung
tidak diberi tempat di kepemimpinan mendatang. Sikap-sikapnya di jaman
keterbukaan ini sungguh memalukan.

Di bawah ini saya cuplik berita dari Kompas.


------------------
Interupsi

                                             Usai Habibie menyampaikan
sambutannya, ada beberapa
                                             anggota DPR yang mengacungkan
tangan untuk mengajukan
                                             interupsi, namun pimpinan
sidang tidak menghiraukannya
                                             dan langsung mengetukkan palu
untuk menutup persidangan.
                                             Akibatnya sebagian besar
anggota DPR secara bersama-sama
                                             memukulkan telapak tangannya ke
atas meja, "memrotes"
                                             sikap Abdul Gafur yang
seolah-olah tidak melihat adanya
                                             interupsi.

                                             Anggota DPR dari Fraksi Karya
Pembangunan (F-KP) Ferry
                                             Mursyidan Baldan mengaku bahwa
dia bersama anggota F-KP
                                             DPR Ali Yahya dan Ade
Komaruddin telah mengangkat tangan
                                             untuk meminta interupsi. "Bukan
hanya kami, tetapi ada
                                             lagi beberapa orang. Semua
mendukung adanya interupsi,
                                             tetapi pimpinan tidak memberi
kesempatan," katanya kepada
                                             wartawan usai Sidang Paripurna
DPR.

                                             Dikatakan, maksud anggota DPR
melakukan interupsi bukan
                                             untuk memojokkan presiden,
tetapi untuk mendapat
                                             penjelasan yang lebih lengkap
dan mendudukkan persoalan
                                             pada proporsi yang sebenarnya.
Sebab, penjelasan presiden
                                             hanya soal politik, sama sekali
tidak menyentuh bagaimana
                                             negara harus melindungi warga
negaranya.

                                             "Kita ingin penjelasan yang
sejujurnya. Kita tidak akan
                                             melakukan anarki atau
memaki-maki presiden, sebab
                                             bagaimanapun kehadiran presiden
atas undangan DPR," ujar
                                             Ferry.

                                             Sikap pimpinan sidang yang
tidak memperhatikan interupsi
                                             anggota DPR juga disesalkan
oleh anggota F-KP DPR Soetoyo
                                             NK. "Dan tampaknya memang
dicegah supaya tidak terjadi
                                             interupsi. Mikrofon tidak
dipasang di meja anggota, dan
                                             Gafur dengan muka menunduk
langsung menutup sidang,
                                             sehingga beberapa kawan yang
mengacungkan tangan tidak
                                             dilihat dan digubris,"
ungkapnya.

                                             Pencegahan terhadap kemungkinan
terjadinya interupsi,
                                             menurut Soetoyo, telah
dilakukan sebelum Sidang Paripurna
                                             dimulai. "Tadi pagi (Selasa,
21/9 -Red) kawan-kawan dari
                                             F-KP dikumpulkan dan dibriefing
agar tidak ada interupsi.
                                             Mereka dikumpulkan oleh
Chaeruddin Harahap," tuturnya.
                                             (ely)

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke