|
Tanggal 21 september di Bonn, matahari
cerah dan suhu cukup hangat untuk ukuran bulan september.
Dibandingkan demo "semanggi" memang
jelas berbeda. Pada waktu itu kita berdemo di tengah
kejamnya
musim dingin di Eropa.
Kami rombongan
pertama sedang meluncur menuju gedung KBRI di Bonn. Tapi bagi kami yang dari
Hannover,
jalan-jalan di Bonn cukup membingungkan.
Sewaktu dalam keadaan bingung, telefon dari rekan berbunyi.
Pesannya bahwa polisi sudah
menunggu-nunggu kita. Buat kawan-kawan di
Indonesia, demo di Jerman memang
bisa bikin iri. Bayangkan, polisi yang mehubungi kita malah
nanya kenapa kita nggak datang-datang...:)
Sewaktu kita sampai, sudah ada 5 polisi sedang menunggu. Juga
ada dari k-9 yang siap dengan anjing-anjing serem
sebesar anak sapi. Jadi jangankan bentrok, lha wong kita aja
kalah gede dari anjing mereka.
Setelah masalah organisatoris dengan polisi dibereskan, saya dan
seorang rekan sebagai wakil PPI Jerman masuk gedung
KBRI untuk negosiasi dan menyerahkan sikap PPI Jerman. Disana
kita ditemui oleh sekretaris 2.
Setelah ngobrol "ngalor-ngidul" dan tanpa arah (apalagi yang
mesti dijelaskan) kita keluar. Di luar sudah menunggu rombongan
yang datang dari beberapa kota lain.
Persiapan aksi dimulai. Kita menggelar beberapa poster tentang
kejahatan militer dan ajakan agar jerman dan negara lain
berhenti mempersenjatai militer. Juga tidak lupa spanduk menolak
militerisme dan tuntutan agar kasus-kasus penculikan,
trisakti, semanggi dll segera dituntaskan dengan seadil-adilnya.
Juga kita mengutuk tindakan represif aparat dalam mereaksi
tuntutan mahasiswa.
Aksi segera dimulai, setelah spanduk dan poster terpasang.
Pertama kita bersama sama menyanyikan
lagu padamu negeri dilanjutkan orasi-orasi politik dari kami
maupun rekan-rekan secara bergantian. Tidak lupa kita nyanyikan juga
lagu-lagu rakyat maupun "mars ABRI" yang liriknya "lebih
mendekati kebenaran"....:)
Juga ada interview per telepon mengenai aksi kali ini serta
tuntutan-tuntutan kami.
Selama aksi tidak lupa dari jendela gedung KBRI (seperti juga
dalam demo-demo sebelumnya), mereka bergantian mengintip
kami sambil rajin mengambil gambar masing-masing dari
kami.....:)
Yang lucu gerbang geser depanpun gedung KBRI dipermaikan
dengan membuka dan menutup selama beberapa saat.
Setelah puas berorasi dan menyanyi selama kurang lebih 2,5 jam
kamipun segera membereskan bermacam-macam poster
dan bekal untuk segera pulang.
Selamat berjuang buat kawan-kawan di tanah
air.....
RAKYAT BERSATU TAK DAPAT DIKALAHKAN !!
salam hangat dari Hannover
deddy priadi
|
- Re: oleh-oleh dari Bonn....:) deddy priadi
- Re: oleh-oleh dari Bonn....:) Donald Saluling
