Pembaca permias yang terhormat. Setelah membaca serba-serbi pembukaan SU MPR 1999, perasaan skeptis terhadap institusi tertinggi negara Indonesia ini alhamdulilah agak berkurang. Kayaknya baru kali ini dalam hidup saya mengetahui bahwa anggota MPR boleh kreatif, berinisiatif, protest, ribut dst. Coba bandingkan dengan MPR boong-boongan jaman Harmoko, dulu rasanya pengin saya kirim nuke aja tuh ke gedung MPR atau kirim ebola virus. Saat ini walaupun di sana sini masih ada saja wakil yang tidak jelas kelayakkan menjadi anggota MPR, tapi overall saya rasa yang beginian sih gampang aja di singkirkan in the near future. Ada ide bagus pernah saya baca, bahwa "plototin" aja tuh kalau ada wakil rakyat yang tak tahu diri atau tidak layak. Seperti fraksi TNI, dan fraksi KKN. "plototin" disini dalam arti luas, jadi bisa merupakan kreasi rakyat yang merasa dirugikan. Jadi arah kehidupan bangsa Indonesia saat ini saya rasa sudah mulai pahami oleh kebanyakan rakyat Indonesia yaitu perlunya menekankan demokrasi dan keadilan supaya bangsa Indonesia bangkit dari kecenderungan menuju kehancuran yang lebih fatal. Dengan menekankan demokrasi dan keadilan secara tidak langsung akan ada rasa saling percaya dan persatuan. Dari persatuan baru nanti ada kekuatan. Kayaknya rakyat Indonesia mulai sadar bahwa keadilan adalah prasyarat natural untuk tumbuhnya persatuan. Selama ini yang diketahui adalah semboyan "dengan persatuan muncullah kekuatan" dan lupa akan prasyarat natural-nya. Salut buat tulisan tulisan semuanya di net ini. Kalau saya sempat sih apa aja mau saya baca, mulai dari pujian sampai makian, ide, kreatifitas dst. Jadi kalau tidak setuju pada tulisan rekan yang tidak pantas, protes saja (kalau sempat..), tulis saja bilang tidak suka. Asal not life threatening. Soalnya kalau sudah life threatening, kayaknya bakal sama sama kalap dan bisa hancur semuanya. Ok gitu dulu from the bottom of my heart... nasruli ______________________________________________________ Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
