Tidak siap rupanya ibu yang satu ini untuk kalah. Moga - moga Tuhan tidak disalahkan lagi, karena kalah voting :-( Karena kaya'nya beliau ini tidak mengerti yang namanya sistem perwakilan rakyat seperti ditulis di UUD45. Masih bersikeras, bahwa beliau menang pemilu, hm, kurang realistis dan berjiwa besar. Soe ========================================================= Jika SU Tak Cerminkan Hasil Pemilu Mega: Pasti Akan Lahirkan Distorsi Reporter: Sigit Widodo detikcom, Jakarta- PDI-P memang jadi pemenang Pemilu. Namun serentetan kekalahan harus diterima secara pahit dalam SU MPR. Dan Ketua Umum PDI-P, Megawati, mengingatkan, bahwa jika saja hasil SU tak mencerminkan hasil Pemilu, pasti akan terjadi hal-hal yang membawa distorsi. Pernyataan Megawati itu dilontarkan setelah acara pelantikan Pimpinan MPR periode 1999-2004 yang menempatkan Amien Rais sebagai Ketua MPR. Amien tampil setelah mengalahkan pesaing terdekatnya, jago dari PDI-P, Matori Abdul Djalil. Kepada wartawan yang mengepungnya, di gedung MPR, Senin (4/10/1999), Megawati menyatakan, sejak awal ia telah mengingatkan, bahwa Sidang Umum ini merupakan tarikan napas panjang dari Pemilihan Umum yang lalu. "Kalau Sidang Umum ini tidak mencerminkan hasil Pemilu dengan segala hal yang telah dilakukan oleh rakyat sebagai pemegang kedaulatan dan yang menggunakan haknya, sudah pasti akan terjadi hal-hal yang membawa distorsi,"tandas Megawati. Pernyataan Megawati tersebut nampaknya memang terkait dengan serentetan kekalahan dalam ajang SUI MPR. 4 Kali kalah voting, yang puncaknya ditandai dengan kekalahan dalam merebut posisi Ketua MPR, harus diakui bahwa, meski menjadi pemenang Pemilu, ternyata PDI-P tak berkutik. Aliansi Golkar dan kubu Poros Tengah yang dimotori Amien Rais, pada akhirnya diakui oleh Fraksi FPDI-P, Soetjipto, membuat langkah PDI-P kian berat. Masih dua agenda yang akan menjadi taruhan bagi PDI-P. Yakni perebutan kursi Ketua DPR dan puncaknya pemilihan Presiden yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Oktober 1999 mendatang.
