hei...
setuju banget kalau penduduk negara kita ini relijius yang tidak membumi...
korupsi segala...
cuma masalah bakar-bakar bendera.... bagiklu tidak prolblem
itu hanya salah satu cara praktris untuk menunjukkan bahwa kita kurang
senang dengan arogansinya australia.
itu saja, trimakasih, salam kompak
>From: Sri T Arundhati <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: Christianto Wibisono sang rasist
>Date: Wed, 29 Sep 1999 11:09:10 -0400
>
>Lah koq jadi rame begini sih......
>Saya mungkin terlalu naif atau gimana yah...tapi terus terang saya sih
>cuman lihat inti permasalahannya aja yang ingin disampaikan CW, masalah
>menggunakan nama malaikat atau nama siapa mah.....itu mungkin cuman cara
>nulis aja supaya bisa lebih komunikatif dan menarik. Saya pikir sih CW
>mungkin lupa atau kurang sensitif bahwa bangsa kita itu orang-orangnya
>sangat religius sekali sehingga sangat peka kalau nama-nama religius itu
>dicantumkan dalam tulisan. CW lupa kalau kita ini kan bangsa yang sangat
>religius dan saking religiusnya dan memikirkan hal-hal yang seperti ini,
>simbol dsb........... lupa.....kalau korupsi dan teman-temannya di
>negara kita telah merajalela dan berurat akar dimana-mana (ironis ya).
>Ritual dijalankan tapi implementasinya dalam kehidupan sehari-hari
>mah....tanda tanya. Seakan-akan tidak ada hubungan antara
>Habluminallah;hubungan manusia dengan Tuhan, dan dengan
>Habluminannas;hubungan manusia dengan manusia (mohon maaf kalau
>tulisannya salah, mohon dikoreksi). Padahal ini sangat erat dan
>berhubungan timbal balik.
>Tapi............. saya masih tetap optimis koq dengan Indonesia.....
>Untuk jalan tengahnya ..bagaimana kalu kita usul aja ya ke bung CW
>....lain kali kalau nulis janganlah menggunakan nama-nama
>religius....ini sangat sensitif buat bangsa kita yang sangat religius.
>Gimana menurut Jeffrey?
>
>Kalau mengenai bakar-bakaran bendera.....dengan tidak mengurangi rasa
>hormat saya terhadap rasa kebangsaan yang tinggi dari teman-teman
>pendemo......maaf saya terus terang ngga setuju kalau kita membalasnya
>dengan ikut bakar bendera.....Koq ini jadi mengingatkan saya waktu
>tawuran sekolah SMP saya sih. Sekolah dilemparin botol...dibales dengan
>lemparin botol juga...ealah...bala atuh kasihan yang ngebersihin.....
>Kalau menurut saya... ini mah cara yang ngga dewasa deh (sekali lagi
>maaf). Apa ngga ada cara lain yang bisa memberikan kesan kepada mereka
>bahwa kita ini bangsa yang lebih terhormat, lebih berbudaya dan lebih
>matang jiwanya dari mereka. Lah kalau dibales dengan cara yang sama apa
>bukan berarti kita punya tabiat yang sama dengan mereka? gimana menurut
>Jeffrey?
>
>Iya deh gitu aja dulu sekedar tanggapan dari saya,
>Salam kompak selalu.
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com