Masalahnya Bung Irwan pengen menjadi semacam perancang mode yang mampu
membuat trend setter. Atau para pedagang besar yang ingin menjadi price
setter. Ya keinginan yang wajar sih.
Hanya saja perlu ditelaah kembali, apa iya kalangan bisnis mampu bereaksi
dengan sistem musyawarah dan mufakat untuk pemilihan presiden? Rasanya tidak
ada hubungannya karena pebisnispun tidak akan mampu memprediksi bahwa dengan
sistem itupun Megawati akan jadi presiden. Jadi saya rasa ada dua hal yaitu:
- Bung Irwan terlalu terburu-buru dalam mengambil parameter.
- Atau memang sengaja membuat bumbu politik dalam analisis ekonominya?
Dengan sistem votingpun Megawati belum tentu kalah, dan dengan cara
musyawarah juga belum tentu menang. Makanya saya merasa kesimpulan Bung
Irwan kurang tepat.
Asumsi bahwa tidak akan ada yang mampu mengontrol Gus Dur juga tidak dapat
dibenarkan. Siapa yang takut dengan Gus Dur? Poros Tengah mau 'membungkuk'
ke Gus Dur saja baru kemarin waktu diadakan pengajian bersama. Itu adalah
pengajian pertama dalam sejarah Muhammadiyah dg NU. Itu baru dari poros
tengah. Belum dari Golkar. Orang PKB saja banyak yang kemarin mbalelo. Gus
Dur adalah Gus Dur, banyak yang suka dan ada juga yang tidak suka. Bahkan di
dalam kalangan Islam sekalipun.
Saya rasa pelemparan isu bahwa Gus Dur lebih baik menjadi bapak bangsa
hanyalah usaha dari para pengikut PDIP agar Megawati tidak mendapat
tantangan serius dari Gus Dur. Langkah ini mirip dengan langkah Kresna yang
membujuk dan menjebak Baladewa agar tetap di dalam gua, agar tidak
mengganggu jalannya peperangan Baratayuda yang sudah diskenariokan oleh
Kresna. Oya, jelas saya tidak sedang menyamakan PDIP=Pandawa, dan
rivalnya=Kurawa lho ya.....;)
+Jeffrey Anjasmara
---------------
>From: Suhendri <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Ah yang bener !
>Date: Thu, 7 Oct 1999 11:26:39 +0700
>
>Ini si Irwan ?
>
>Ah yang bener, menembus Rp 5000, kenapa nggak sekalian ke Rp 2500 aja biar
>wah gitu kelihatannya. Kan Rp 2500 ini obsesinya si Irwan.
>
>Coba dech disertakan sekalian analisa keuangannya dan asumsinya, gue juga
>bisa baca koq kalo cuma analisa keuangan aja... bukan tebak manggis kaya
>gitu ditambah justifikasi politik segala.
>
>Gue juga bisa kalo cuma kaya nulis dibawah.
>
>Bisa aja akal-akalannya. Masih seperti yang dulu.
>
>Argumen-argumen tentang PDI P dan Megawati nya masih kaya' dulu aja.
>Memanfaatkan dan pembuatan opini menyesatkan, yang dia pikir orang lain itu
>bodoh
>
>................"Bila ternyata benar Megawati terpilih menjadi presiden
>tanpa melalui voting untuk menghargai pilihan rakyat " ........... Woooiii
>rakyat nyang elu maksud rakyat yang mana ?????
>
>Kirain S2 bisa membuat orang lebih menghargai intelektualitas dan nilai -
>nilai universal ilmu pengetahuan, ini malah berusaha membodohi orang. Atau
>memang itu tujuan utama nya.
>
>Soe
>
>========================================================================
>
>Analis Saham, Irwan Ariston Napitupulu:
>Mega Tanpa Voting, Dollar Rp 5.000
>Reporter: Irna Gustia W
>
>detikcom, Jakarta- Bila ternyata benar Megawati terpilih menjadi presiden
>tanpa melalui voting untuk menghargai pilihan rakyat, maka diperkirakan
>rupiah akan mencoba menembus Rp 5.000 per dollar. Reaksi invetor positif.
>Indeks BEJ akan mencoba terbang ke level 800.
>
>Perkiraan itu dilontarkan oleh analis saham lulusan Fakultas Ekonomui UI
>1987, Irwan Ariston Napitupulu. Irwan kini mengambil program S2 di
>Cleveland, Ohio, AS. Irwan juga mengasus milis tentang saham dan valas:
>[EMAIL PROTECTED] dan [EMAIL PROTECTED]
>
>Kepada detikcom Kamis (7/10/1999), Irwan lebih lanjut memperkirakan, posisi
>IHSG dan rupiah menurut perkiraannya itu, akan terjadi pada sekitar 4-8
>minggu setelah Megawati secara aklamasi dipilih untuk menghargai pilihan
>rakyat pada pemilu Juni yg lalu.
>
>Bagaimana perkiraan pergerakan rupiah menjelang tanggal 20 Oktober nanti?
>"Untuk rupiah, saya perkirakan akan memasuki range Rp 6.000-7.500 per
>dollar,"kata Irwan. Namun posisi itu akan sangat tergantung seberapa kuat
>pasar memperkirakan Megawati yang nantinya akan terpilih.
>
>"Bila semakin kuat sinyalnya, maka tampaknya rupiah besar kemungkinan akan
>berada di Rp 6.000-6.800 per dollar. Sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan
>(IHS) akan berkisar di level 640-700,"kata Irwan.
>
>Pasar, menurut Irwan, telah melihat sinyal Megawati akan terpilih sebagai
>presiden. Hal itu tercermin melalui manuver-manuver politik yang terjadi
>pada pemilihan ketua MPR dan DPR.
>
>Seperti telah diketahui, Amien Rais terpilih sebagai ketua MPR. Akbar
>Tandjung terpilih sebagai ketua DPR. Bahwa kemudian Megawati diisyaratkan
>lebih kuat kansnya ketimbang Gus Durs, menurut Irwan, sebab jika Gus Dur
>yang naik, maka tidak akan ada yang berani mengontrol Gus Dur.
>
>"Amien Rais dan Akbar Tandjung segan dengan Gus Dur,"kata Irwan. "Siapa sih
>yg nggak segan dengan Gus Dur. Karenanya Gus Dur saya perkirakan akan lebih
>pas pada posisi Bapak Bangsa atau posisi apapun asal di luar sistem agar
>dia
>bisa mengontrol ketiganya dari luar,"kata Irwan.
>
>Sementara untuk memilih Habibie, menurut Irwan, sama saja Indonesia
>menceburkan diri ke jurang kehancuran. "Karenanya kemungkinan pilihan ini
>saya abaikan mengingat anggota-anggota MPR saat ini lebih banyak yg
>berpikiran sehat untuk tidak memilih kembali Habibie yg punya terlalu
>banyak
>masalah baik di dalam negeri maupun di mata internasional,"tandas Irwan.
>
>"Akan sulit mengundang investor asing dan lokal bila Habibie terpilih
>kembali. Saya masih percaya anggota MPR kita tidak senekat itu memilih
>Habibie,"tambah Irwan.
>
>Itulah sebabnya, menurut Irwan, para investor dalam dan luar negeri
>memperkirakan, kejadian pada pemilihan ketua DPR semakin memperjelas siapa
>nantinya yang disepakati untuk menjadi presiden mendatang. Power sharing
>tampaknya tidak bisa lagi dihindarkan.
>
>Dan itu jelas akan memperoleh reaksi positif dari pasar. Menurut Irwan,
>para
>investor melihat keuntungan buat Indonesia bila Megawati yg diangkat
>menjadi
>presiden. Amien Rais akan dengan "senang hati" melakukan kontrol atas
>pemerintahan Megawati. Begitu pula dengan Akbar Tandjung.
>
>"Keduanya berada di luar kelompoknya Megawati sehingga kontrol dapat
>berlangsung dengan ketat. Bila ini terjadi, maka tenanglah seluruh rakyat
>Indonesia karena jalannya pemerintahan mendatang akan lebih banyak
>menguntungkan untuk rakyat Indonesia.
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com