Ah, kok Bung Irwan ini nggak pernah mau membedakan antara sistem pemilihan presiden secara langsung dengan sistem pemilihan presiden tak langsung model saat ini. Rasanya sudah ratusan kali kita bahas di milis ini, kok nggak ngerti-ngerti. Kok sama persis dengan Aberson yang tidak mau mengerti hakikat pemilihan presiden di Indonesia ini. Kalau memang sistem pemilihan presiden dilakukan secara langsung, maka jelas 1000 calonpun tidak perlu dipermasalahkan. Mengapa? jelas dengan tegas bahwa yg dipilih adalah presiden, mau dapat dua suarapun dia bisa jadi presiden asal yang lain dapat cuman satu suara. Jelas kita tidak perlu mencari suara mayoritas! Mengapa? Kan kita tidak mengenal koalisi presiden. Lagipula akan muncul mekanisme natural, di mana partai-partai yang relatif lemah akan berkoalisi dengan partai lain, sehingga akan mereduksi jumlah calon presiden. Hal yg berbeda terjadi saat ini. Indonesia masih menganut sistem perwakilan!!! Bilapun PDIP menang 70%, kalau dalam tahap penentuan presiden banyak wakil dari PDIP yang lompat pagar dan memilih calon lain, maka calon dari PDIP sendiri dapat tergusur dengan mudah. Makanya Suharto tidak pernah mau ada calon ganda biarpun Golkar menang lebih dari 70% suara. Hal ini tidak pernah dipahami oleh Bung Irwan dan Aberson. Sama juga dengan sikap Megawati. Saya dapat memahami Megawati yang pendidikannya kurang, sehingga tidak lekas paham perbedaannya. Namun saya bingung dengan Bung Irwan (juga Aberson) mengapa masih MEMBINGUNGKAN DIRI? Dengan demikian, tidak ada ketidakkonsistenan. Sistemnya berbeda kok. Tambahan buat Bung Irwan, sistem pemilihan langsung akan mendapat tentangan keras dari beberapa pihak. Baru 2 hari yg lalu seorang ahli politik UGM menyatakan bahwa sistem pemilihan presiden secara langsung akan menyebabkan presidennya orang Jawa terus. Nah lho? +anjas '----------------------------- >From: Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> >Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]> >To: [EMAIL PROTECTED] >Subject: Re: FWD tulisan dasar atas komentar saya di detik.com >Date: Thu, 7 Oct 1999 02:49:34 EDT > >In a message dated 10/7/99 2:34:16 AM Eastern Daylight Time, >[EMAIL PROTECTED] writes: > > > catatan : bila pemilu dilakukan langsung untuk memilih presiden, maka > > kontestannyapun tidak akan sebanyak 48 orang, mungkin paling banyak 3 > > kontestan. Jadi apakah dengan angka 34% masih merasa optimis untuk >menang >? > >Irwan: >Yang saya pertanyakan adalah apa jaminan presiden pemenang >pemilu tahun 2004 itu mendapatkan suara lebih dari 50%. >Anda katakan di atas jumlah kontestannya mungkin paling banyak >tiga orang saja. Pertanyaan saya, apa jaminannya kontestannya >tidak lebih dari 3. Apa jaminannya kontestannya tidak mencapai 6 orang. >Tahukah anda, bahwa dengan kontestan sebanyak 6 orang maka >terbuka kemungkinan capres pemenang pemilu bisa hanya >mendapatkan suara 29% saja. Lalu, kalau 35% suara pemenang >pemilu kali ini dianggap tidak mewakili rakyat, bagaimana nanti >kita mempertanggung jawabkan angka 29% yg diraih oleh capres >pada pemilu tahun 2004 mendatang adalah mewakili suara rakyat? >Bukankah akan terjadi ketidak-konsistenan akan hal ini? > >Seperti pada posting awal saya, bila kita tidak berani memulainya >sekarang, maka kita akan mengalami kesulitan di masa mendatang. > >Silahkan anda renungkan permasalahan ini dan coba bayangkan >apa yg akan terjadi nanti di tahun 2004 bila apa yg saya perkirakan >itu terjadi. Bisa2 nanti di tahun 2004 lagi2 terjadi demokrasi arisan >dimana para capres yg kalah dan saling berembug dan sepakat >memberikan suara yg didapat kepada capres hasil rembukan. >Alhasil, presiden pemenang pemilu tahun 2004 pun bisa tidak >menjadi presiden karena hanya mendapatkan total suara 29%, >kalau dibanding dengan capres yg mendapat 16% suara tapi >karena demokrasi arisan yg dipakai akhirnya terkumpul 67%. >Demokrasi seperti inikah yg akan kita terapkan kelak di >Indonesia? > >jabat erat, >Irwan Ariston Napitupulu ______________________________________________________ Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
