heheh
saya terus terang nggak ngerti strategi militer..
dan bukan belain wiranto or jendral tni.

tapi kepikiran aja.. nanti kalo pasang tank dan artileri berat di perbatasan.. nanti 
sama HAM or pbb dituduh yang macem2.
serba salah gituh..

tapi kurang ajar emang tuh australi..
mungkin kita perlu pasang pasukan yang kebal senjata kali yah.
cukup 10 orang.. pasti aman !

faran
--

On Sun, 10 Oct 1999 22:01:39   Jeffrey Anjasmara wrote:
>Di bawah ini berita dari Waspada.
>
>Sekarang saya tahu mengapa TNI selalu menutup-nutupi berita beginian. Ini
>untuk menutupi kebodohan panglima-panglima TNI! Seharusnya mereka harus
>sudah mendoktrin pasukan di perbatasan untuk selalu siaga bila menghadapi
>pasukan yg selalu haus darah macam Aussie. Turunkan Wiranto!! Bila perlu
>kasih long dress dan kutang si Tessie kepada Wiranto. Bukannya sibuk
>mengatur barisan malah kepingin jadi wapres.
>
>Upayakan penerangan ke masyarakat dong ah. Susun pasukan penjaga perbatasan
>yg kuat dan siap tembak. Masak pos perbatasan dijaga cuman 10 orang. Apa
>bukan jendral gemblung tuh.
>
>Masak bikin public awareness saja nggak bisa. Kebanyakan pada jadi gubernur
>sama malakin para penjudi jadinya sense sebagai serviceman pada nggak ada.
>Huh.... geleuh. Wiranto...wiranto.... dodol kok kebangetan.
>
>Jeffrey Anjasmara
>
>'------------------------------
>Interfet Serbu Pos Brimob:
>Satu Tewas, Tiga Luka-luka
>
>ATAMBUA (Waspada): Pasukan Interfet menyerbu Pos Perbatasan Timtim-NTT di
>Desa Mota Ain Kecamatan Tasifeto Timur Minggu [10/10], yang mengakibatkan
>satu anggota Brimob tewas dan tiga luka.
>
>Korban yang tewas dalam serangan itu Prada Ari Sudibyo. Sedangkan tiga
>korban luka masing-masing Sertu Sudarto, Sertu Agus Susanto dan seorang
>warga sipil Alcino Barros, 43.
>
>Ketiga anggota Brimob asal Jawa Timur yang mendapat tugas BKO [Bawah Kendali
>Operasi] Polres Belu sedang berjaga di Pos Perbatasan Mota Ain-NTT.
>
>Alcino yang warga asal Atabae Kabupaten Bobonaro pada saat serbua itu sedang
>mengambil kayu untuk membuat rumah darurat di lokasi pengungsian di
>perbatasan. Saksimata yang menyaksikan penyerangan Interfet di pos
>perbatasan itu masing-masing Amandus Simajuntak, 50, dan Lukas Moruk, 80,
>mengatakan, sekitar 120 personil pasukan Interfet berbadan tinggi-besar dan
>berkulit putih memasuki wilayah NTT sekitar 200 meter dari batas alam aliran
>sungai Mota Ain dan melakukan penyerangan terhadap pos tersebut.
>
>Pasukan Interfet yang telah melewati jembatan Mota Ain dengan menggunakan
>lima panser itu kemudian berhenti secara beriringan di sepanjang jalan
>tersebut dan menurunkan pasukan.
>
>Ketika panser-panser itu menurunkan pasukan, moncong senjatanya diarahkan ke
>pos perbatasan di Mota Ain. Pasukan Interfet kemudian menyebar ke berbagai
>tempat di sekitar pos tersebut hingga ke dekat pantai sambil terus melakukan
>penembakan selama sekitar 15 menit [12.30 hingga 12.45 Wita] tanpa berhenti.
>
>Tidak ada pembalasan dari petugas Brimob yang menjaga pos perbatasan Mota
>Ain itu.
>
>Sementara tenda milik aparat di perbatasan dan sejumlah rumah tembok
>berlobang akibat tembakan pasukan Interfet.
>
>Dandim Belu Letkol Inf Sigit Yuwono tiba di kawasan pos perbatasan Mota Ain
>sekitar pukul 14:30 untuk mengumpulkan berbagai keterangan atas penyerangan
>Interfet itu.
>
>Pada sekitar pkl. 17:00 Wita Dandim Sigit bersama sejumlah pengawal
>meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke Kota Atambua.
>
>Hingga sekitar pkl. 20:35 Wita belum diperoleh keterangan dari Dandim Sigit
>tentang peristiwa tersebut.
>
>Sementara itu Pamapta Polres Belu Pelda Abas Ismael mengatakan, korban Prada
>Ari yang meninggal akibat luka tembak pada dada saat ini disemayamkan di
>Mapolres Belu, sementara Sertu Sudarto, Sertu
>Agus dan Alcino dirawat di RSUD Atambua.
>
>Masyarakat Mota Ain yang setiap hari menggelar dagangan di sekitar pos
>tersebut dan sejumlah pengungsi Timtim lainnya berlarian menyelamatkan diri
>dari serangan Interfet., sedangkan warga asli perbatasan dan
>pengungsi menyelamatkan diri di kawasan pelabuhan Atapupu.
>
>Pengakuan Interfet
>
>Namun, seorang perwira Australia mengatakan, pasukan itu kemungkinan hanya
>melukai dua milisi anti-kemerdekaan dalam insiden tersebut. Insiden itu
>kemungkinan terjadi akibat kebingugan terhadap batas- batas sebenarnya
>antara kedua belahan Timor.
>
>Indonesia mengatakan serangan tersebut terjadi di Timor Barat, namun pihak
>Australia bersikeras bahwa insiden tersebut terjadi di Timor Timur.
>
>Tembak menembak tersebut --dan yang lainnya Sabtu sehingga menewaskan satu
>milisi_ meningkatkan jumlah bentrokan menjadi tiga kali dalam empat hari
>terakhir. Kini ada kecemasan di kalangan tentara      multinasional PBB itu
>bahwa para milisi anti-kemerdekaan segera melancarkan kampanye gerilya dalam
>usahanya untuk memecah Timor Timur.
>
>Insiden Minggu itu terjadi ketika satu patroli pasukan Australia mencapai
>satu desa Mota Ain, yang terletak di perbatasan antara kedua belahan Timor,
>demikian menurut kalangan perwira dari kedua belah pihak.
>
>"Bentrokan tersebut terjadi di belahan Timor Timur, di timur...Mato Ain kata
>satu pernyataan yang disiarkan Kol. Mark Kelly, kepala staf pasukan
>pemelihara perdamaian.
>
>Menurut versi Interfet, patroli pasukan Australia membalas serangan, yang
>kemungkinan mengenai dua anggota milisi, kata pernyataan tersebut.
>
>Namun seorang perwira polisi Indonesia di Mota Ain mengatakan, seorang
>anggota Brimob telah melepaskan tembakan peringatan untuk memberitahu
>pasukan Australia itu --yang berada di dalam dua kendaraan angkut personil--
>bahwa mereka sedang mendekati pos perbatasan yang berada di dalam wilayah
>Indonesia.
>
>Pasukan Australia itu melepaskan tembakan balasan, yang mengakibatkan
>seorang polisi tewas dan tiga lainnya cedera, demikian menurut seorang
>perwira Indonesia.
>
>     Saksimata mengatakan kepada Associated Press mereka melihat mayat
>prajurit yang tewas itu di rumahsakit
>     dekat kota Atambua.
>
>     Para wartawan yang menemani iring-iringan pasukan Australia mengatakan
>pasukan Interfet itu dan para
>     perwira Indonesia kemudian membandingkan peta.
>
>     Dari film yang ditayangkan dalam pembicaraan antar perwira menunjukkan
>seorang penerjemah mengatakan
>     komandan tentara Indonesia Letkol Sidjid Yuwyno membenarkan bahwa
>patroli pasukan asing itu telah
>     berada 100 meter di dalam wilayah Indonesia. (ant/m18)
>
>______________________________________________________
>Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>


DC Email!
free email for the community - http://www.DCemail.com

Kirim email ke