Apa yang saya tulis masih benar tuh. FAO itu lembaga
apa sih? Saya baru denger nih. Huruf "F" di depan itu
singkatan "Food" ya? Membicarakan "food" jelas jauh
beda dengan membicarakan "agriculture". Bidang pertanian
itu sangat luas. Jauh lebih luas dari bidang electrical
engineering atau mechanical engineering. Kelas yang
sepadan untuk membandingkan "agriculture" adalah
"engineering".
FAO rasanya tidak bergerak di bidang pertanian. Jadi
pengalaman di sana juga sebetulnya kurang signifikan untuk
dipertimbangkan. Sementara itu Nur Mahmudi Ismail jelas-
jelas orang pertanian. Mengapa pula di taruh di kehutanan.
Pertanian dan kehutanan bedanya bumi dan langit. Banyak dari
kita yg melihatnya sama-sama berhubungan dengan tumbuhan,
lalu dianggap hal yg sama.
Bomer Pasaribu adalah bekas ketua SPSI ya? Yang jelas underbow
Golkar. Di suatu harian kemarin ada yg protes bahwa Bomer tidak
mampu mengangkat harkat buruh. Saya sendiri tidak tahu bapak
satu ini.
Saya "agak sedikit" mengenal Ali Rahman ini. Sebagai bekas kepala biro
di Bappenas ada nilai plus dan minusnya. Overall sih masih banyak nilai
plus-nya. Yang jelas Ali Rahman lumayan dekat dengan mahasiswa di AS karena
rasanya selalu mau menyempatkan hadir kalau diundang seminar ya....:).
Sebagai Sekretaris negara.... yah, okay-okay saja. Kalau saya sebagai
presiden sih lebih memilih Deasy Ratnasari sebagai sekretaris negara.
Lumayan seger lah. Toh kerjaannya paling bikin lembaran negara lalu
nyetempel saja.
Mengenai bersih tidaknya susunan kabinet, menurut saya jelas jauh lebih
bersih. Kalau sederhana, rasanya tidak lebih sederhana dari kabinet ORBA.
Tapi sebagai catatan, berbeda dengan banyak orang, saya tidak memandang
susunan kabinet ORBA (departementasinya lho ya) sebagai susunan yang salah.
Strukturnya sudah tepat. Kalau orang-per-orang banyak menyalahgunakan
wewenang, jangan salahkan susunan kabinetnya, tetapi orangnya.
Jeffrey Anjasmara
'---------------------------
>From: Riyon Guswara <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: Kabinet baru (Bersih & Sederhana?)
>Date: Wed, 27 Oct 1999 05:27:43 -0700
>
>Bung Jepri,
>ah yang bener aja ente kalo kasih info.
>Menteri Pertanian (Mohamad Prakosa) itu Wakil kepala
>Perwakilan FAO di Jakarta -- dan aktif di LITBANG
>PDI-P. Jadi pengalaman di bidang pangan & pertanian
>cukup OK. Gua cukup kenal dia di PDI-P, orangnya
>low-profile sekaley.
>AS Hikam okelah dia kurang pas buat Menristek. Tapi
>selama ini toh memang BPPT itu nggak ada hasilnya
>samasekali. Mungkin perlu ditempatkan orang yang jujur
>& vokal spt dia. Setidaknya dia kan sudah Kapuslitbang
>di LIPI.
>Menurut versi Pres. Gus Dur, kriteria utama Menteri
>kan: jujur/bersih dan sederhana.
>Ini mungkin yang banyak nggak cocok sama beberapa
>nama. Sebut saja: si Bomer Pasaribu & Ali Rahman (Ses
>Neg?).
>Denger2 sih 2 orang ini samasekali nggak bersih KKN,
>lho. Coba-coba yang tahu TRACK RECORD 2 nama yang
>tiba2 "muncul dari kayangan" ini, kasih tahu dong
>kita2.
>Soal yang 6 orang dari TNI, no comment-lah. Itu
>mungkin konsesi buat TNI karena harus kembali ke
>barak.
>Tapi katanya, ini termasuk kabinet yang paling sedikit
>unsur TNI-nya. Apa betul?
>salam pembangunan,
>Ryon G.
>
>--- Jeffrey Anjasmara <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Flaw yg lain adalah pemasangan ahli pertanian
> > sebagai menteri kehutanan, dan
> > sebaliknya yang lulusan kehutanan dijadikan menteri
> > pertanian. Apa nggak
> > tobat tuh.
> >
> > Masih ada flaw lain, yaitu pemasangan AS Hikam yg
> > lulusan Sastra dan doktor
> > di bidang politik menjadi menristek. Kan ini makin
> > bikin tobat-tobatan. Kita
> > ini mau mengejar teknologi yg tertinggal kok
> > dipimpin seorang ahli sastra.
> > Ybs merasa tidak asing dengan dunia riset
> > lagi....:). Teknologi itu sifatnya
> > sangat spesifik. Seharusnya semua bidang yang
> > bersifat teknis harusnya diisi
> > oleh teknokrat, bukan oleh orang-orang partai.
> >
> > Tobaaaattt. Bikin kabinet kok ditarget seminggu.
> > Ngapain sih buru-buru.
> > Sudah pada kebelet pengen naik Volvo jadinya ya
> > kayak gini ini. Saya heran
> > dg Akbar Tanjung yg bikin deadline seenaknya
> > sendiri. Jaman Suharto saja
> > rasanya perlu 2 minggu deh.
> >
> >
> > Jeffrey Anjasmara
> >
> > '--------------------------
> > >From: Diah Parahita <[EMAIL PROTECTED]>
> > >Reply-To: "Indonesian Development Studies --
> > >http://web.syr.edu/~suisa/ids/"
> > <[EMAIL PROTECTED]>
> > >To: [EMAIL PROTECTED]
> > >Subject: Re: Kabinet baru
> > >Date: Wed, 27 Oct 1999 13:30:59 +0700
> > >
> > >-----Original Message-----
> > >From: Jeffrey Anjasmara <[EMAIL PROTECTED]>
> > >To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> > >Date: Wednesday, October 27, 1999 12:31 PM
> > >Subject: Re: Kabinet baru
> > >
> > >
> > > >Rosik Sucipto ini adalah bekas dirjen PU
> > Departemen Pertambangan dan
> > >Energi.
> > > >Mungkin karena ada huruf PU lalu ditaruh di
> > Departemen PU.
> > >
> > >He..........he..............lucu juga analisa kamu.
> > Apa iya ada hubungannya
> > >sich?
> > > >
> > > >
> >
> >
>______________________________________________________
> > Get Your Private, Free Email at
> > http://www.hotmail.com
> >
>
>
>=====
>
>__________________________________________________
>Do You Yahoo!?
>Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com