Demo Depsos Jatim Jompo&Orang Buta Jadi Bemper http://www.detik.com/berita/199910/19991029-1144.htm Loe pada baca dah beritanya di detik.com Koq yg pro mensos tetap diadakan ngga ada yg ngutip berita ini sih? Kenapa, anda malu melihat realita yg ada?....;) Gue cuplikin deh bagian2 "menyedihkannya" ---kutipan----- Seorang anak yang cacat kaki ditaruh di atas mobil bersama kursi rodanya. Puluhan poster juga mereka bawa. Diantaranya berbunyi “Kami tidak rela Depsos bubar untuk menuju Indoensia baru, tinjau susunan kabinet, bapak presiden dengar rintihan kami, kami anak putus sekolah butuh bimbingan Depsos”. -----akhir kutipan---- Tega bener sih orang depsos yg majang2 orang yg cacat kaki untuk menuhin kepentingan kelompoknya....:'( Ngomong2, apa memang tepat anak putus sekolah minta bimbingan ke Depsos? Khan seharusnya ke Departemen Pendidikan dong. Tuh khan, maksa banget khan orang depsos. Ada lagi satu kecurigaan saya di artikel tersebut: ---kutipan--- Di barisan depan, tampak rombongan penyandang cacat kaki, 110 orang jompo, dan orang buta, membawa spanduk isi tuntutan mereka. Seorang tukang becak di Kawasan BI yang melihat kondisi itu menyelutuk,”Kalau kondisi begini, yang cacat taruh depan buat bemper. Kalau kondisi normal, yang cacat dibuat cari uang, buat LSM-LSM-an.” -----akhir kutipan---- Gue curiga nih tukang becak bukan sembarangan tukang becak. Jangan2 dia sebelum krismon adalah seorang karyawan tamatan S2 yg mungkin karena krismon terpaksa beralih profesi menjadi supir becak karena kondisi memaksa. Kalau pun dia memang dari dulu seorang supir becak, kemungkinan besar menurut dugaan saya adalah supir becak dengan basis politik PDIP pendukung Mega....:) Kelihatan banget supir becak itu ngga suka orang kecil/susah dijadiin "mainan" orang depsos untuk kepentingan sesaat saja. Dan yg di bawah ini adalah yg ngga masuk akal: ---kutipan--- Rombongan pengunjuk rasa itu diterima oleh anggota Dewan setelah sebelumnya menggedor-gedor jendela kaca Gedung. Suasana menjadi riuh rendah karena beragamnya peserta demo. Ada nenek dan kakek berusia di atas 70 tahun, ada gelandangan berpakaian kumal tanpa alas kaki, ada anak jalanan bertampang preman. Pokoknya ramai! ----akhir kutipan--- Busyet dah, ini toh yg namanya pegawai depsos yg katanya punya pendidikan? Gedor jendela untuk maksa? ck..ck..ck... Yang ngga masuk akal buat gue adalah, bawa2 gelandangan yg berpakaian kumal tanpa alas kaki. Lha, katanya orang depsos, koq gelandangan bukannya diurusin malah dijadiin obyek. Lha, kerjaan depsos selama ini ngapain aja sampai gelandangan masih ada dan justru terjadi didepan mata hidung dengkul mereka? Mbok ya gelandangan itu dikasih baju dulu yg bersih dan dikasih sepatu yg layak. Baru trus diajak demo....hehehehehe. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu
