> Irwan:
> Sampai saat ini nama milis ini adalah milis permias.
> Kenapa banyak yg tidak "permias"?
> Hal ini karena tahun lalu kalau tidak salah ingat,
> admin dan tim permias memutuskan untuk membuka
> milis ini menjadi milis umum dalam pengertian rekan2
> yg berada di tanah air atau negara lain pun boleh ikutan
> bergabung.
oh... begitu rupanya ceritanya... saya hanya bertanya berdasarkan curiosity
saja, maklum orang baru, dan begitu sampai disini saking senang dan
excited-nya langsung daftar di milis 'permias' , ingin mengikuti diskusi di
sini karena sekarang merasa punya 'hak' untuk ikutan.... kalau tau begini
sih, dari tahun lalu saja saya ikutan... he-he...
lalu ada nggak milis yang benar2 'permias' dalam artian isi topiknya ?
maksud saya permias yang pusat lho, karena milis lokal saya sudah ikuti, dan
walaupun tidak seramai di sini saya lihat topiknya cukup 'permias'. saya
nggak keberatan sih dengan topik politik, walaupun nggak bisa ikutan dan
cuma ikut mbaca aja, tapi ini sudah miss dari point awal saya s*bscribe ke
milis ini tadinya....
saya lihat anggota list ini banyak sekali (556 kalau nggak salah pada notice
bahwa posting saya sudah terkirim), tapi rasanya yang aktif tidak lebih dari
20-25 orang yah ? nampaknya orang2 jadi segan untuk posting karena topiknya
sudah didominasi oleh politik... ini hasil pengamatan saja lho... karena itu
saya mau tanya, apa memang list 'permias' ini isinya memang *hanya* politik
(dengan 1-2 % topik2 lain) sejak dulu atau bagaimana ?
> Irwan:
> Tim admin dan permias menjelaskan bahwa seperti
> di atas bahwa telah diambil kebijakan bahwa milis
> permias ini menjadi milis terbuka.
> Karenanya waktu itu saya katakan, kalau memang sudah
> menjadi kebijakan tim tersebut, karenanya resiko yg
> harus diterima adalah kedapatan anggota yg tidak jelas
> identitasnya termasuk yg menggunakan free email
> seperti yahoo.com, hotmail.com, dll.
yah... kalau memang policynya demikian sih ya apa boleh buat...
> Irwan:
> Saya pribadi dengan mengetahui bahwa milis ini adalah
> milis terbuka, maka saya tidak terlalu memikirkan apakah
> nama penulis apakah itu asli atau tidak. Apa yg dia tulis,
> itulah yg saya anggap "asli" untuk dipakai sebagai komunikasi
> di milis ini. Di milis ini saya memakai prinsip membaca dan
> berkomunikasi atas apa yg ditulis dan bukan yg tidak ditulis.
> Karenanya, bagi saya pribadi apakah identitas yg dipakai
> asli atau tidak menjadi tidak penting lagi bagi saya.
> Bila ingin adu argumentasi, saya mencoba fokus pada apa
> yg ditulis atau disampaikan. Sebisa mungkin menghindari
> serangan yg sifatnya pribadi.
> Komentar2 yg sifatnya merendahkan atau melecehkan
> hanya menunjukkan cara berdiskusi atau berpikir kita.
> Saya berusaha untuk menghindari perilaku diskusi yg
> seperti ini. Hormatilah lawan diskusi kita, ini kunci bila
> kita ingin diskusi yg sehat terjadi di milis permias.
saya sih sebenarnya juga tidak terlalu perduli dengan identitas, akan tetapi
sering sekali dalam sebuah perdebatan kita akan terjebak untuk 'menyudutkan'
lawan bicara kita dengan argumen2 yang sebenarnya tidak pantas untuk
dipertontonkan di muka umum, apalagi dengan analisa2 subjektif tanpa latar
belakang yang jelas (contoh ekstrim : matori dibilang 'f*ck him' beberapa
waktu yang lalu)... mata saya rasanya tidak nyaman tuh melihat hal2 seperti
itu di muka umum, limaratus sekian orang yang baca tulisan tidak jelas ujung
pangkalnya tersebut....
sementara itu bisa kita hindari (minimal mengurangi-lah) kejadian ini dengan
'memaksa' para anggota untuk menggunakan identitas asli, atau setidaknya
memperkenalkan diri secara singkat di bagian bawah mail (contoh : di bawah
nama, tulislah nama university, atau tempat kerja anda), hanya butuh
beberapa huruf, tidak terlalu makan tempat kan ? dan kalau ini mandatory,
saya yakin pembicaraan kita akan lebih terkontrol.... just a thought...
e r juni
[EMAIL PROTECTED]