On Wed, 3 Nov 1999, E R Juni wrote:
> > Identitas diri dapat dengan mudah membawa kita kedalam prejudism, apriori,
> > stereotyping, personal wars, dll. seperti yang sering kita lihat disini.
> > Disamping itu, kontrol identitas akan sangat sulit (hampir tidak mungkin)
> > untuk di terapkan, karena at the same time, setiap individu mempunyai
> > akses untuk memalsukan identitasnya, in many, many different way. Plus,
> > another 500+ postings for introducing everyone of us ? Wow...
>
> seperti di posting yang saya sampaikan untuk bung irwan, kontrol identitas
> yang saya inginkan (jika saya admin tentunya..he-he.. anggota sih nggak
> boleh punya keinginan...) adalah untuk mengontrol kata2 dan dialog yang
> terjadi, agar tidak melenceng dari batas2 intelektual... karena terus terang
> kalau saya ikut milis yang judulnya 'permias' (terlepas dari anggotanya
> 'permias' atau bukan) saya ingin mengikuti diskusi yang intelek, bukan
> saling memaki dan menghina tanpa kontrol...
>
> dan tidak harus memperkenalkan diri secara resmi kok, cukup sebaris saja
> dibawah posting, nama dan sekolah... sudah cukup... tapi saya yakin secara
> umum yang bersangkutan pasti akan lebih bertanggung jawab dalam menyampaikan
> pendapatnya, dibanding kalau dia pakai @hotmail.com atau @yahoo.com ...
> setuju nggak ?
Saya lihat perkenalan yang dimaksud oleh mbak Juni tidak akan menjamin
bahwa si penulis akan lebih bertanggung jawab. Contohnya sudah banyak,
ada penulis yang selalu menulis dengan kata-kata kotor, memaki, dll. dan,
at the same time menggunakan email yang asli. Asli, se-asli-aslinya.
Sistim kontrol-nya saya lihat bukan dari perkenalan, tapi dari komunitas.
Let's call it community control. Kalau di US sini ada yang namanya
community watched neighborhood, kita disini bisa bikin something similar,
by *ignoring* those email. Tidak usah diladenin, di responds, etc.
Ini saya rasa akan jauh lebih efektif dari perkenalan yang notabene, bisa
juga dipalsukan. Plus, disamping hal tersebut, masing-masing kita punya
option untuk delete, if you think the posting is not worth reading
(dari sendernya?).
> > satu hal yang selama ini kita sering lupa untuk tekankan. Yang kita
> > diskusikan disini adalah sebuah ide atau hal, regardless identitas penulis
> > yang mungkin X, Y, Z atau merah, putih, hijau, atau A, B, C, dll (meminjam
> > metode Bung Acu). Kalau memang the posting has something that * you think
> > is valuable to be discussed *, silahkan dimari. Otherwise, feel free to
> > delete.
> > Diskusi yang ada pada dasarnya mencerminkan siapa, bagaimana dan apa isi
> > dari mailing list tersebut.
>
> exactly.. karena itu sebagai anggota kita semua punya kewajiban untuk
> menjaga supaya ke'permias'an kita tercermin dari isi posting2 yang ada, dan
> selama ikutan di sini, saya belum melihat dominasi dari 'cermin' yang
> positif dari posting2 yang ada di sini....
Saya setuju sekali dengan yang ini. Ngomong-ngomong mbak Juni sekarang
sedang ambil apa ? :-)
Salam,
[EMAIL PROTECTED]