At 02:24 AM 11/4/99 -0500, you wrote:
>On Wed, 3 Nov 1999, E R Juni wrote:
>
>Saya lihat perkenalan yang dimaksud oleh mbak Juni tidak akan menjamin
>bahwa si penulis akan lebih bertanggung jawab. Contohnya sudah banyak,
>ada penulis yang selalu menulis dengan kata-kata kotor, memaki, dll. dan,
>at the same time menggunakan email yang asli. Asli, se-asli-aslinya.
(hihi, nama juni itu cewek banget yah ? kok semua pada keliru gini sih...)
ya sudah kalau memang demikian, tapi kan jelas bahwa si oknum tersebut
memang dengan 'sadar' melakukan hal tersebut, yang berarti kita semua sudah
jelas seperti apa kredibilitas dia... itu maksud saya, jadi kalau memang
'tidak tahan' untuk memaki dengan kotor dll, ya silahkan saja, toh jelas
bahwa memang 'dia sendiri' yang menanggung akibatnya, bukan orang lain
ataupun seseorang yang tidak pernah eksis dalam kehidupan nyata....
>Sistim kontrol-nya saya lihat bukan dari perkenalan, tapi dari komunitas.
>Let's call it community control. Kalau di US sini ada yang namanya
>community watched neighborhood, kita disini bisa bikin something similar,
>by *ignoring* those email. Tidak usah diladenin, di responds, etc.
>
>Ini saya rasa akan jauh lebih efektif dari perkenalan yang notabene, bisa
>juga dipalsukan. Plus, disamping hal tersebut, masing-masing kita punya
>option untuk delete, if you think the posting is not worth reading
>(dari sendernya?).
ok-lah, saya mungkin memang belum ada tiga bulan dari indonesia, dimana
mailing-list2 di sana jauh lebih concern dengan yang namanya 'penghematan
bandwidth' dan 'etika berinternet' , saya lihat karena di sini bandwidth
besar itu kalau dihitung2 jauh lebih murah dan koneksi ke internet pun
gratis dari sekolah (kalau lewat isp pun masih tetap murah) jadi kita tidak
terlalu perduli dengan 'isi' dari mailing list yang kita ikuti, kalau kita
tidak suka, ya delete saja.... anda betul di sini... pikiran saya masih
orang2 di kampung kita sana sih... :-) dan kalau saya lihat yang s*bscribe
di sini dari indonesia pun juga kebanyakan pakai email kantor, jadi tidak
terbebani oleh ongkos internet yang mahal... paling kalau akses dari rumah
ya bayar telepon-nya lah... jadi ya tidak terlalu berasa....
>Saya setuju sekali dengan yang ini. Ngomong-ngomong mbak Juni sekarang
>sedang ambil apa ? :-)
kalau udah tau saya 'mas' masih tertarik untuk tau nggak ? he-he-he....
kan saya udah kasih tau, kalau mau cari info tentang saya, silahkan ke
website university, search last name saya, langsung dapet no telepon...
nah... langsung aja telpon ke rumah, ok... :-)
e r juni
[EMAIL PROTECTED]