Wah...Detik.Com kok sering banget misleading
pembacanya sih. Maklumlah banyak wartawan belum punya
jam terbang cukup di rimba persilatan, tapi harus
buru2 bikin berita...;-)
Contohnya: PDI-P ternyata menempatkan posisi 4 Menteri
di Kabinet, Kwik, Laksamana, M. Prakosa (Mentan), dan
Sonny Keraf (PDI-P dari NTT), kok cuma ditulis 2
posisi Menteri. Unsur kesengajaan -- atau emang nggak
tahu nih? Ya...gua maklum lah, wartawan baru..;-)
Kenapa Detik.com juga mesti malu untuk menulis: Dubes
AS minta maaf. Selesai. Mana, harga diri kita sebagai
bangsa, kalau maunya memojokkan bangsa sendiri dan
membela bangsa lain terus?


---------- Forwarded message ----------
Date: Thu, 04 Nov 1999 19:23:47 JAVT
From: Reva Renaldo <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [bincang] Kasus Dubes AS Selesai

Kasus Dubes AS selesai sudah. Dalam Cakrawala ANTV,
Liputan 6 SCTV, juga di Seputar Indonesia RCTI tadi
sore diberitakan, Dubes AS sudah ketemu Ketua MPR
Amien Rais untuk menjernihkan persoalan dan keduanya
sepakat,
persoalannya sudah dianggap selesai. Detikcom juga
memberitakan ini.
Cuma bedanya, berita Detikcom samasekali tidak
menyebutkan Dubes AS sudah minta maaf (di ANTV, SCTV
dan RCTI ketiga-tiganya ada disebut Dubes AS minta
maaf), dan di Detikcom masih diembel-embeli pernyataan
Mar'ie Muhammad yang mengatakan "tekanan itu tidak
ada".
Kesimpulan: memang benar Dubes AS
"menyarankan/mengharapkan" agar Glenn Yusuf jangan
diganti. Tapi "saran atau harapan" itu oleh Amien Rais
diterima sebagai keterlaluan, sebagai "tekanan",
sebagai "campur tangan". Jelas dan gamblang, dan
dengan demikian memang kasusnya selesai sudah.

Reva Renaldo

                       Dubes AS VS Amien, Selesai
                         Reporter: Iwan Triono

detikcom, Jakarta- Perseteruan Duta besar AS untuk
Indonesia Robert Gilbard dengan Ketua MPR, selesai
sudah. Kamis (4/11/1999), Gilbard bertamu ke
Amien Rais dan menyatakan bahwa tidak ada maksud
darinya untuk melakukan intervensi pada Indonesia.

Gilbard menemui Amien di Gedung MPR, Jl Gatot Subroto,
Jaksel. �Masalah ini sudah ditutup dan tak perlu
diungkit lagi,� tegas Amien seusai pertemuan.
�Dubes AS mengatakan bahwa pihaknya tidak bermaksud
untuk melakukan intervensi sama sekali,� sambung Amien
Rais.

Lebih lanjut Amien menandaskan,�Dubes AS hanya ingin
memberikan saran-sarannya yang sempat saya anggap
sebagai kelewatan.� Seperti diketahui, Amien Rais
sempat kesal pada Gilbard karena dinilai telah
campur tangan pada masalah intern Indonesia. Campur
tangan itu adalah, penilaian Amien bahwa Gilbard
melalui Menkeu Bambang Sudibyo, melakukan
intervensi dengan mendesak agar Glenn MS Yusuf tidak
diganti sebagai Kepala BPPN.

Namun beberapa saksi mata, diantaranya Ketua
Independent Review Committee yang bertugas mengawasi
BPPN, Mar�ie Muhammad, mengaku bahwa tekanan itu tidak ada.

=====

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com

Kirim email ke