[MI] DEN bukan Superkabinet, yang Menolak Silakan
Silahkan baca berita lengkapnya di:
http://www.mediaindo.co.id/detail_news.asp?id=1999110501300982

Kalau memang fungsi DEN dan wewenangnya seperti yg dikatakan
Gus Dur tersebut, saran saya kenapa Gus Dur ngga sekalian
aja ya bikin DEN 1, DEN 2, dst. Jadi, biar yg menolak
masuk DEN 1 karena dianggap lebih berbau politik
ketimbang profesionalisme, bisa gabung di DEN 2.
Saya raya ini yg paling pas jalan keluarnya.

Dengan membentuk DEN 1, DEN 2, maka Gus Dur akan
lebih banyak diuntungkan karena mendapatkan masukan
dari lebih banyak sumber sehingga keobyektifan
suatu kebijakan akan lebih terasa.

Kalau di AS sih yg saya perhatikan penasehat/pemikir
presiden untuk bidang ekonomi itu biasanya berada di balik layar.
Bedanya lagi, kalau di AS itu untuk menentukan suatu kebijakan
ekonomi, maka yg mikir bukan hanya penasehat2 ekonominya
saja tapi dari berbagai disiplin ilmu. Dilihat berbagai dampak
strategisnya dari kebijakan yg akan dibuat itu sebelum
dilontarkan atau disahkan oleh presiden. Jadi, presiden
sebelum membuat keputusan (tidak hanya soal ekonomi
saja bahkan), sudah mendapatkan banyak masukan akan
segala konsekuensi atau pun dampak yg mungkin terjadi
dari suatu kebijakan tersebut. Presiden tetap sebagai
decision maker dalam hal ini setelah tentunya mempertimbangkan
berbagai macam masukan dari berbagai macam disiplin ilmu.

Kalau memang yg seperti ini yg diharapka Gus Dur awalnya,
menurut saya DEN itu ngga perlu dibentuk. Biarlah ada
DEN-DEN yg sifatnya informal. Ngga harus formal.
Jadi, DEN ngga perlu dilembagakan. Bila presiden ada ingin
mengeluarkan suatu kebijakan, tinggal undang saja mereka
dan minta masukan2nya. Jadi, presiden ngga harus terpaku
dengan orang2 tertentu. Presiden bisa bebas mendapatkan
masukan2 dari macam2 pemikiran. Menurut saya ini jauh lebih
baik ketimbang memaksakan terbentuknya DEN.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke