Katanya anggota DEN sidah ada yang punya kartu nama
dengan logo dan kantor segala, serta jabatannya ?


At 02:38 PM 11/4/99 EST, Irwan Ariston Napitupulu wrote:
>[MI] DEN bukan Superkabinet, yang Menolak Silakan
>Silahkan baca berita lengkapnya di:
>http://www.mediaindo.co.id/detail_news.asp?id=1999110501300982
>
>Kalau memang fungsi DEN dan wewenangnya seperti yg dikatakan
>Gus Dur tersebut, saran saya kenapa Gus Dur ngga sekalian
>aja ya bikin DEN 1, DEN 2, dst. Jadi, biar yg menolak
>masuk DEN 1 karena dianggap lebih berbau politik
>ketimbang profesionalisme, bisa gabung di DEN 2.
>Saya raya ini yg paling pas jalan keluarnya.
>
>Dengan membentuk DEN 1, DEN 2, maka Gus Dur akan
>lebih banyak diuntungkan karena mendapatkan masukan
>dari lebih banyak sumber sehingga keobyektifan
>suatu kebijakan akan lebih terasa.
>
>Kalau di AS sih yg saya perhatikan penasehat/pemikir
>presiden untuk bidang ekonomi itu biasanya berada di balik layar.
>Bedanya lagi, kalau di AS itu untuk menentukan suatu kebijakan
>ekonomi, maka yg mikir bukan hanya penasehat2 ekonominya
>saja tapi dari berbagai disiplin ilmu. Dilihat berbagai dampak
>strategisnya dari kebijakan yg akan dibuat itu sebelum
>dilontarkan atau disahkan oleh presiden. Jadi, presiden
>sebelum membuat keputusan (tidak hanya soal ekonomi
>saja bahkan), sudah mendapatkan banyak masukan akan
>segala konsekuensi atau pun dampak yg mungkin terjadi
>dari suatu kebijakan tersebut. Presiden tetap sebagai
>decision maker dalam hal ini setelah tentunya mempertimbangkan
>berbagai macam masukan dari berbagai macam disiplin ilmu.
>
>Kalau memang yg seperti ini yg diharapka Gus Dur awalnya,
>menurut saya DEN itu ngga perlu dibentuk. Biarlah ada
>DEN-DEN yg sifatnya informal. Ngga harus formal.
>Jadi, DEN ngga perlu dilembagakan. Bila presiden ada ingin
>mengeluarkan suatu kebijakan, tinggal undang saja mereka
>dan minta masukan2nya. Jadi, presiden ngga harus terpaku
>dengan orang2 tertentu. Presiden bisa bebas mendapatkan
>masukan2 dari macam2 pemikiran. Menurut saya ini jauh lebih
>baik ketimbang memaksakan terbentuknya DEN.
>
>jabat erat,
>Irwan Ariston Napitupulu
>
>

Kirim email ke