In a message dated 11/4/99 2:36:57 PM Eastern Standard Time, [EMAIL PROTECTED]
writes:
> Lho..lho...bangun Mas, bangun!
> Ini lho sumber beritanya:
Irwan:
Lho, yg saya maksudkan sumber ngga jelas itu
bukannya medianya. Apa ada saya mempertanyakan
medianya pada posting lalu?
Saya sudah lihat koq media onlinenya dan menurut
saya cukup menarik penampilannya.
Yang saya pertanyakan itu cara wawancaranya
yg hanya mengatakan "menurut sumber yg dipercaya",
dst. Trus saya ajak anda untuk membandingkan
dengan yg di detik.com yg memuat nama sumber
yaitu Mar'ie Muhammad.
Anda masih ingat ketika saya juga mengutip hal
yg sama dari detik.com sewaktu klarifikasi
dari Mar'ie Muhammad belum dimuat?
Waktu itu detik.com masih menggunakan kata2
"dari sumber detik.com yg terpercaya"
Apa waktu itu saya anggap artikel tersebut menjadi
suatu berita yg benar?
Tidak khan? Saya malah meminta Alwi Shihab atau
Mar'ie Muhammad memberikan klarifikasi karena
memang bagi saya kata2 "dari sumber detik.com
yg terpercaya" bukanlah suatu hal yg membuat
saya otomatis percaya dan saya anggap hal tersebut
adalah masuk kategori rumors.
Detik.com pun saya lihat di bagian akhir artikel yg
sama juga mengharapkan adanya klarfikasi dari
Alwi Shihab atau pun Mar'ie Muhammad.
Kalau boleh saya bertanya ke anda, apa yg menyebabkan
anda lebih percaya isi berita yg disampaikan oleh
berpolitik.com yg ngga jelas sumber berita artikelnya
dari mana ketimbang detik.com yg sumber berita artikelnya
jelas sekali yaitu Mar'ie Muhammad?
Buat saya pribadi sih aneh banget kalau ada orang yg
lebih percaya berita2 yg menggunakan "menurut sumber
yg bisa dipercaya" tanpa menyebutkan nama. Bagi saya
hal itu adalah rumors, bukan berita. Mudah2an anda bisa
membedakan mana berita mana rumors.
Oh ya, di tempo juga memuat penjelasan Mar'ie Muhammad.
http://www.tempo.co.id/harian/include/index.asp?file=04111999-68h-1
Semoga anda sekarang kini bisa membedakan suatu
artikel yg sifatnya masih rumors dan mana yg tidak.
Dan satu lagi yang perlu saya sampaikan, bila
ingin diskusi sehat, jangan bawa2 hal pribadi.
Fokuslah pada apa yg ditulis dan bukan siapa yg
menulis....:)
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu