Dear Krisnadi
>Subject: dari Krisnadi
>Date: Wed, 3 Nov 1999 23:05:20 -0800
>
>Rekan-rekan,
>
>Berbagai tanggapan atas isu yang saya angkat telah
>mengundang berbagai tanggapan baik kritikan maupun
>dukungan. Semuanya itu telah saya cerna dengan baik
>dan saya sisihkan waktu satu hari khusus untuk
>merenungkannya.
:) ida: GOOD! You are the guy!
>Identitas saya: setelah pulang dari AS, selama setahun
>ini saya bekerja di lingkungan Bappenas (consultant).
>Kerja sering nglembur sampai tengah malam dan ngobrol
>dengan orang-orang Bappenas menyebabkan saya banyak
>tahu 'isi' lembaga tersebut. Ketika sang jubir
>menyebut sebagai mantan pegawai Bappenas sayapun coba
>cek dengan teman-teman. So far mereka bilang 'fine',
>walaupun ada yang mesam-mesem.
:) ida: Kita melakukan RESEARCH untuk menemukan solusi, bukan untuk
menciptakan masalah baru. Jika anda berpikir bahwa sangat penting untuk
mengetahui orang lain, tanyakan langsung kepada mereka. Meneliti dan mencari
informasi yang bersifat pribadi dari sumber-sumber luar biasanya bias dan
tidak tepat. Apalagi, orang-orang memiliki prinsip
"WHAT YOU SEE DEPENDS ON WHERE YOU SIT." Ini bisa fatal.
>Ada beberapa hal yang ingin saya tekankan dari tulisan
>saya tersebut:
:) ida: Apapun yang anda tulis, itu adalah hak anda. Saya kira kita
memahami dan menghormati "FREEDOM OF SPEECH." Tetapi tolong usahakan anda
siap dengan sumber dan data yang akurat. Ini sangat penting untuk keberadaan
anda di tengah diskusi. Saya yakin anda lebih tahu mengingat posisi anda
sebagai consultant.
>1. Dasar dari penulisan saya tersebut adalah artikel
>di majalah Tempo. Seluruh nama yang saya sebutkan
>semuanya ada di Tempo (sayangnya untuk online harus
>bayar). Berbagai tambahan adalah dari hasil ngobrol
>dengan orang-orang yang terlibat langsung dengan ybs.
>Saya pun tidak bermaksud memburukkan orang. Info itu
>mungkin salah, tapi silahkan kritik dan koreksi mana
>yang tidak akurat. Bila sebaliknya, tentu menjadi hal
>yang bermanfaat bagi perjuangan rekan-rekan, khususnya
>mereka yang paling getol dengan kata
>'clean-government'. Perbedaan visi adalah hal yang
>biasa dan saya tetap menghargainya.
:) ida: mengapa tidak anda tulis research piece atau article tentang
ide-ide anda ini. Anda bisa gunaka oral method. Saya yakin orang-orang
akan dengan senang membacanya.
>2. Sama sekali saya tidak ada maksud menyinggung
>kelompok yang bernama Madani. Cek lagi tulisan-tulisan
>saya. Setelah mendapat penjelasan dari jubirnya
>tentang kelompok itu, saya pun oke-oke saja. Tentang
>Alirahman, biarlah menjadi agenda saya dan rekan-rekan
>di Indonesia untuk meneruskan ke Presiden. Dengan
>kondisi Presiden yang demikian, posisi Sekneg
>sangatlah vital sebagai mata dan hati Gus Dur: seleksi
>surat, sortir tamu, segala Keppres, etc. Gimana kalou
>diisi orang macam TR dan AR. Tapi biarlah teman-teman
>saksikan di kemudian hari.
:) ida: Jangan lupa bahwa setiap individu memiliki interpretasi yang
berbeda-beda. Dan tak ada orang yang mampu mengontrol itu. Karena itu, kita
harus berhati-hati. Saya rasa anda memikul tugas yang berat untuk negara
tercinta. Dan saya pribadi bangga akan kerja keras anda.
>3. Benar bahwa orang bisa seenaknya ngomong bila
>sembunyikan identitas. Tapi percayalah, saya akan
>berupaya mengisi milis ini dengan hal-hal yang
>'bermanfaat' buat kita semua. Tolong, jangan paksa
>lagi saya untuk mengemukakan identitas saya, tapi
>kritiklah tulisan saya. Selama ini saya melihat bahwa
>identitas membutakan kita untuk beropini. Betapa
>sering kita melihat pertengkaran antar orang-orang
>yang sama. Saat si B misalnya, yang Jawa dan Islam
>kasih input: langsung dicap macem-macem (rasialis,
>kuno, otak udang, etc) oleh orang 'laennya'. Begitu
>pula sebaliknya. Keacuhan saya terhadap identitas
>inilah yang juga selama ini selalu mengagumi
>pikiran-pikiran kritis bang Jeffrey Anjasmara (ada
>yang peduli identitasnya??). Fenomena ini yang mungkin
>dibilang mas Oki sebagai 'stereotyping' yang coba
>ingin saya hindari.
:) ida: Jangan khawatir, tak ada orang yang tertarik mengetahui orang lain
sepanjang orang-orang tersebut tidak melangkahi atau merusak perbatasan
humanity. Orang-orang senang dihormati dan dipertimbangkan oleh sesamanya,
dan sebaliknya.
>Demikianlah, harapan saya, perkenankanlah saya yang
>berada di Indonesia (melalui milis ini) untuk dapat
>belajar dan bertukar pikiran dengan teman-teman
>mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat.
:)ida: Saya percaya, beberapa orang di milis ini mengagumi sikap kritis dan
analysis tajam anda. Saya sangat yakin, orang-orang membutuhkan pemikiran
yang agressive. Setidaknya, anda memiliki satu pembaca, saya.
Selamat atas kerja keras anda. Akan sangat menarik membaca tulisan-tulisan
anda. Jangan melangkah ke belakang dari tempatmu berdiri. Kita hanya butuh
berhati-hati dan memperhatikan lingkungan kita, tetapi tidak berarti kita
menyerahkan prinsip kita untuk menyenangkan orang lain.
>
>Salam saya dari seberang,
>
>Kris.
:) salam juga,
ida
>
>=====
>
>__________________________________________________
>Do You Yahoo!?
>Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com