Jangan-jangan lagi bobo siang.
Tolong dibangunin dong....:)

Bukannya ke Ambon malah bagi-bagi tanda jasa di Kalbar.
Ngapain? Itu mah bisa nanti-nanti.




'---------------------------------------------
>From: Suhendri <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Bisa kerja nggak SICH.
>Date: Wed, 10 Nov 1999 08:53:16 +0700
>
>Masih ada yang belum sadar di dalam kabinet.
>Mungkin karena keenakan "bulan madu".
>Pekerjaan yang dibebankan Presiden dipundaknya belum juga dikerjakan.
>Tidak mampu, tidak mau atau tidak tahu.
>
>Soe
>
>=======================================================
>Ambon Mencekam, 5 Orang Tewas
>
>
>AMBON -- Deretan jumlah korban kerusuhan dua hari belakangan ini di Ambon
>bertambah, lima orang tewas dan 20 orang mengalami luka berat dan ringan.
>Suasana di wilayah kerusuhan pada kawasan Batumerah dan Karangpanjang pun
>masih mencekam. Kedua kelompok yang bertikal dengan membekal senjata terus
>bersiaga.
>
>Sementara itu, akibat kerusuhan yang terus berlarut-larut, menyebabkan
>Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Nuku (HIPMIN) Makassar maupun Gerakan
>Ukhuwah Islamiyah Maluku menuntut Wapres Megawati Soekarnoputri yang
>ditugasi menangani masalah Maluku, segera menuntaskannya. ''Agar kasus ini
>dapat beres, Ibu Megawati harus secepatnya datang ke Maluku,'' tegas Ketua
>Gerakan Ukhuwah Islamiyah Faisal Salembessy.
>
>Wartawan Antara di Ambon melaporkan kerusuhan yang kembali mengguncang
>Ambon
>sejak Senin malam (8/11) hingga Selasa siang (9/11), menambah deretan
>korban
>yaitu Rudy Haulusy yang tewas tertembak pada pinggang bagian kirinya.
>Selain
>Rudy, korban yang lebih dulu tewas ialah Rinto Gunawan Hutul yang terkena
>serpihan bom; Hasyim Rumadhan tertembak di pipi kiri; Yakop Salakory
>tertembak di dada kanan; dan Edgar Maspaitella yang tertembak di pundak
>kanan dan menembus dada.
>
>Berdasarkan data rumah sakit dan Posko MUI Maluku, jumlah korban menderita
>luka berat dan ringan bertambah menjadi 20 orang. Salah seorang korban yang
>mengalami luka adalah Suryo Edy, aparat keamanan dari kesatuan Armed 11.
>''Korban yang meninggal dan luka sebagian terkena tembakan aparat keamanan,
>di samping serpihan bom rakitan,'' jelas Sekretaris Posko MUI Maluku Malik
>Selang.
>
>Kerusuhan tersebut, menurut Ketua Gerakan Ukhuwah Islamiyah Maluku Faisal
>Salambessy, bermula dari pancingan kelompok tertentu. Mereka melontarkan
>bom-bom molotov ke arah pemukiman umat Islam di Tanah Miring,
>Karangpanjang,
>kawasan Batumerah Dalam. Selain molotov, menurut Faisal, mereka pun
>melemparkan granat. Tujuannya untuk mengobarkan amarah umat Islam.
>
>Dimulai pukul 24.00 hingga 06.00 WITA, pancingan tersebut akhirnya memicu
>bentrokan antara umat Islam dan Kristen. Kendati secara sporadis, bentrokan
>itu tidak sebatas di kawasan Batumerah Dalam, tetapi menjalar hingga ke
>daerah Ponegoro. Akibatnya, menurut Faisal, aparat keamanan sulit untuk
>segera memadamkan 'pertempuran' tersebut.
>
>Secara umum, Tim Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas-HAM) yang sejak
>awal pekan ini berada di Maluku menilai penempatan aparat keamanan
>khususnya
>di Maluku Utara masih sangat terbatas dibandingkan luas wilayah. Di
>beberapa
>tempat yang rawan, hanya ditempati tiga hingga lima personel.
>
>Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kerusuhan di kawasan
>Batumerah - Karangpanjang masih mencekam. Masing-masing kelompok dengan
>membekal senjata bersiaga menghadapi penyerang maupun aparat keamanan yang
>mengeluarkan tembakan peringatan.
>
>Akibat kerusuhan yang berlarut-larut -- diawali sejak tragedi Idul Fitri 1
>Syawal 1419 H (19 Januari 1999) hingga kini melebar ke Maluku Utara --
>Gerakan Ukhuwah Islamiyah Maluku, menurut Faisal, menuntut agar Wapres
>Megawati Soekarnoputri segera ke Maluku untuk mendamaikan keadaan. ''Agar
>kasus ini dapat beres, Ibu Megawati harus secepatnya datang ke Maluku agar
>tidak ada lagi korban-korban yang jatuh,'' katanya.
>
>Di awal masa pemerintahannya, Presiden Abdurrahman Wahid telah mengumumkan
>pembagian tugas Presiden dan Wapres. Yaitu Presiden menuntaskan masalah
>Aceh
>dan perekonomian negara. Wapres diminta khusus menuntaskan masalah Maluku.
>Namun, berdasarkan pantauan Republika, hingga kini Wapres belum mengunjungi
>Ambon untuk menguraikan permasalahan di Maluku.
>
>Faisal pun mengingatkan Wapres Megawati agar tidak melibatkan orang-orang
>PDI Perjuangan, dalam menyelesaikan persoalan Maluku secara damai. ''Itu
>bukan menenangkan suasana, tetapi malah memperkeruh ketegangan yang terjadi
>di sana,'' tandasnya.
>
>Faisal beralasan orang Islam Maluku keberatan jika mereka [orang-orang
>PDI-P] dilibatkan. Artinya, papar Faisal, Megawati harus mengambil
>langkah-langkah dan orang-orang yang netral agar perdamaian tercipta. Dia
>menilai persoalan di Ambon berbeda dengan di Aceh. Di Ambon, menurutnya,
>yang muncul adalah masalah SARA, bukan menuntut kemerdekaan atau
>referendum.
>
>Tak hanya Gerakan Ukhuwah Islamiyah Maluku yang menuntas penuntasan
>kerusuhan di Maluku. Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Nuku (HIPMIN) Makassar
>melalui pernyataan sikap yang ditandatangani Ketua Umum Abdul Khalis AS dan
>Sekretaris Umum Rudy M Yamin, kemarin, menuntut pemerintahan Gus Dur segera
>menuntaskan kasus Maluku yang berlarut-larut.
>
>Selain itu, HIPMIN pada pernyataan sikapnya, menuntut aparat keamanan (TNI
>dan Polri), agar tidak menggunakan cara-cara militer yang represif dalam
>menangani kerusuhan di Tidore dan Ternate. Selain mendesak tokoh pemerintah
>dan tokoh masyarakat untuk segera mengambil tindakan guna mengakhiri
>kerusuhan, HIPMIN pun mengutuk tindakan para elite politik daerah yang
>memanfaatkan kasus kerusuhan itu hanya untuk kepentingan politiknya.
>
>Sementara itu, Tim Komnas HAM (terdiri atas BM Marbun SH, Mayjen Pur
>Soegiri
>SH, dan Nieke Masiuchiyah) yang khusus meneliti kerusuhan di Maluku Utara,
>menemukan sejumlah data di lapangan. Namun, Nieke kepada Antara, enggan
>membeberkan data temuan tersebut. ''Kami belum bisa menjelaskan secara
>rinci
>temuan-temuan di lapangan, karena masih ada beberapa aparat yang belum
>dihubungi, yang jelas temuan tersebut akan dilaporkan ke ketua Komnas HAM
>di
>Jakarta,'' katanya.
>
>Hingga kemarin pagi, aparat keamanan dibantu masyarakat adat di Kraton
>Kesultanan Ternate, terus melakukan sweeping terhadap penggunaan senjata
>tajam. Akibatnya sejumlah senjata tajam dan bom molotov berhasil disita.
>
>Gubernur Maluku Utara Surasmin SH pun mengimbau warga Ternate, Maluku
>Utara,
>agar segera meletakkan semua senjata tajam. Penyebabnya, penyelesaian
>konflik telah diambil alih oleh aparat keamanan. Berdasarkan pantauan
>Antara, suasana aman dan terkendali mulai tercipta di wilayah bagian utara
>Ternate. Suasana mencekam masih terasa di wilayah selatan.
>
>Namun, akibat kerusuhan tersebut, para pengusaha Ternate melarikan diri ke
>luar dari Maluku Utara. ''Kepada pengusaha dan investor lokal maupun
>nasional kami minta segera kembali ke Ternate,'' imbau Sultan Ternate, Drs
>Mudaffar Syah.

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke