Jeffrey Anjasmara betul tuh...
eh kalau saya sih orang yang menurut saya betul saya bilang betul, kalau
menurut saya salah..ya saya argue.
Tapi coba lah kita lihat...di mailing list ini saja. Saya yakin sekali kalau
ada penulis, entah itu mahasiswa atau kaum pekerja yang malah lebih menyukai
pemecahan Indonesia "at all cost"!!
Dalihnya macam macam...dengan dalih kemanusiaan, hak azasi manusia,
kemiskinan dan ketidakadilan, orang orang macem yang saya sebut diatas ini
demen banget yang namanya kemerdekaan. Dan kalau di mailing list ini ada satu
saja orangnya, bagaimana jumlah mereka yang ada di real world? berapa jumlah
mereka yang ada di Indonesia...
Berapa jumlah mereka yang ada di Aceh, di Sulawesi dan di propinsi lainnya?
Orang orang ini sebenarnya cuma demen hura huranya saja. Dalam artian senang
ikut terlibat dalam romantika kemerdekaan suatu golongan dengan ikut
menghasut, penyusupan kedalam demonstrasi massa dan penyebaran flyer
dsb...biar nanti kalau tua bisa cerita sama cucu nya kalau dia ikut berjuang
memerdekakan Aceh atau Sul-sel atau Timor misalnya..
Padahal setelah propinsi propinsi itu merdeka, apa mereka lantas peduli?
Saya taruh duit saya buat tarohan...ngga bakalan mereka ini peduli!!
Palingan mereka mereka ini pergi berlibur sambil makan duit hasil dari LSM
LSM luar negeri. Saya ngomong gini ngga fitnah loh...bukti buktinya banyak di
luar sana, dan kalau ngga salah beberapa koran Indonesia juga pernah
memberitakan hal ini sewaktu era Habibie dan referendum Timor timur.
Jadi kalau Ichal dan Jeffrey sependapat dengan keutuhan Indonesia, siap siap
saja hadapi orang orang ini yang notabene orang Indonesia sendiri juga. Anda
para netter ngga percaya pendapat saya? silahkan baca email email disini,
cermati dan anda akan tau sendiri siapa para "so-called" pejuang kemerdekaan
dan hak azasi manusia itu.
Orang orang tersebut sangat saya benci. Kenapa? tau kalau Indonesia itu
bermasalah, bukannya menyelesaikan masalah tapi malah menimbulkan masalah.
Kalau peduli dengan Aceh, ya pergi dong ke Aceh dan bantu rakyat sana
mencapai kemakmuran dan keadilan. ( dan ingat! ini bukan pekerjaan sehari dua
hari...butuh waktu tahunan. )
Kalau peduli dengan Ambon, ya datang dong ke ambon dan coba bantu
menyelesaikan masalah sara disana.
Nah orang orang ini kan ngga! pengennya cuma jadi provokator...trus sambil
teriak merdeka! merdeka!
Kampungan...
Dan banyak sekali orang orang diluar sana yang seperti itu.
Di email ini saya berharap teman teman Permias tidak begitu, karena masa
depan Indonesia ada di "middle class and educated people". Anda semua
termasuk golongan ini. Bantu lah negara kita ini dan jangan jadi orang orang
kampungan yang mau dibayar $ 1000 atau $ 2000 cuma buat teriak teriak merdeka
dan ketawa terbahak bahak sambil mabok melihat Indonesia pecah belah ngga
karuan.
Arya