Wah, malu? Orang dia yg gagal menulis email kepada siapa postingnya
disampaikan. Emangnya anda tahu ke siapa sih sebetulnya emailnya ditujukan?
Kalau ditujukan ke saya sih balasan saya itu tetap valid. Kenapa malu pula?

Kalau mau ngotot, kita harus melihat fungsi dari mailing list itu sendiri.
Fungsi milis kan untuk berbagi pemikiran kita. Komunitas milis dihidupkan
oleh anggota yg mau meluangkan waktu untuk sharing information, thoughts,
and jokes (sometimes we need it). Jadi bukan kapan masuknya ke milis ini.

Milis juga tidak mengenal ewuh pakewuh. Sekali si administrator
mengumandangkan ke publik, milis jadi milik publik. Bukan milik
administrator, apalagi milik beberapa anggota permias di kota tertentu. (Yah
tentunya ada aturan tertentu oleh administrator). Jadi tidak perlu saya
minta-minta ijin ke Datubara, atau Okki (seperti yg dilakukan oleh Kris
Dayanto) atau perlu mengubah tata cara penulisan saya ke mbak Ida. Who the
hell are they? If they could not share their time and thoughts to this
mailing list, they are nobody. (Active) members are the real owner of this
milist.

Saya biasa berkata apa saja tentang Suharto, Habibie, Gus Dur, atau Amien
Rais (tak lupa favorit saya Mega) kalau tindakan mereka menurut saya tidak
tepat. Kalau menurut saya Suharto, Habibie, atau Gus Dur benar, lalu ada yg
menyatakan salah, sebaliknya saya tulis apa yg menurut saya benar. Nah,
masak saya harus memperlakukan lain untuk seseorang bernama Ida. Lagian
kalau saya secara pribadi menulis puisi ke mbak Ida, anda juga nggak tahu
kan? Hehe... Harusnya simpel kan? Jangan mempersulit sesuatu yg simpel
ah.....:)


Jeffrey Anjasmara

'------------------------------------
>From: Rizal Az <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [Re: [Re: [Re: Oyea...? Re: Geger referendum]]]
>Date: Thu, 11 Nov 1999 08:21:30 PST
>
>Jeff,
>   Engga' kok... gue engga' ngiri... bener deh makasih banget, soalnya gue
>sendiri ngebayangin kalau seandainya jadi loe, gue udah garuk2 aspal,
>sambil
>teriak "...malu...malu....hu...hu...hu..." he...he...he...
>
>Ichal
>
>
>Jeffrey Anjasmara <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>Wah, kita ngerasanya nggak ditampar pipinya, tapi dielus-elus. Jadi sorry
>saja ya. Kalau ngiri silakan saja lakukan yg serupa. Hehe...
>
>JA

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke