On Thu, 11 Nov 1999, Jeffrey Anjasmara wrote:
..dihapus..
> Milis juga tidak mengenal ewuh pakewuh. Sekali si administrator
> mengumandangkan ke publik, milis jadi milik publik. Bukan milik
> administrator, apalagi milik beberapa anggota permias di kota tertentu. (Yah
> tentunya ada aturan tertentu oleh administrator). Jadi tidak perlu saya
> minta-minta ijin ke Datubara, atau Okki (seperti yg dilakukan oleh Kris
> Dayanto) atau perlu mengubah tata cara penulisan saya ke mbak Ida. Who the
> hell are they? If they could not share their time and thoughts to this
> mailing list, they are nobody. (Active) members are the real owner of this
> milist.
..dihapus..
Salam PERMIAS,
Sekedar koreksi kecil buat Jeffrey, mas Krisnadi tidak pernah minta ijin
ke saya atawa saya mengijinkan. Who the hell am I?..;-)
Silahkan simak sekali lagi tulisan saya dan cobalah anda belajar untuk
mengambil kesimpulan yang benar dari suatu tulisan, sehingga tidak asal
sembur aja..;-)
Btw, saat ini, saya memang tidak ada banyak waktu untuk selalu 'hadir' di
layar komputer seperti anda, apalagi terus terang saja, diskusi-diskusi
yang ada di Permias@ -kebetulan sekali- bukan bidang saya dan terlebih
lagi tidak saya kuasai, jadi saya menjaga diri untuk tidak asal cuap,
apalagi hanya untuk dianggap sebagai "the real owner of this milist". I'm
sorry, I'm not the one like that..;-)
Yang pasti, saat ini, saya sedang asyik mengikuti diskusinya daeng Ida dan
mas Yohanes, keduanya benar2 mengerti bagaimana berdiskusi. Two thumbs up
for you guys.
Salam hangat,
M. Dharma Datubara