Ahaha...Mas Budi,
Bener mas apa yang Mas Budi bilang!
Saya nih yang salah....

Mungkin maksud nya saya adalah orang orang Indonesia di tanah air yang selalu
ngga puas dan pinginnya berbuat onar dan makar terus. Saya selalu menekankan
di email saya: kalau peduli dengan Aceh atau Ambon atau Sulsel dan yang lain
lain, ya datang lah kesana dan perbaiki kondisinya. Dengan artian, orang yang
peduli tersebut harus mau menyumbangkan bakti dan hidupnya untuk propinsi
yang ia peduli. Nah masalah nya, di Indonesia itu terlalu banyak orang yang
ngga puas dan cuma mau menunggu titahnya sang Presiden tanpa mau berusaha
lebih banyak lagi.

Jadi bak anak kecil manja yang kehausan ...maunya menangis aja sampai ibunya
dateng
untuk memberi botol susu ke anak tersebut, daripada berusaha menggapai botol
susu yang cuma 5 centimenter dari tangannya.

Jadi kira kira ini lho mas gambaran orang orang Indonesia yang semestinya di
transmigrasikan dari Indonesia. Mereka ini banyak tuntutannya daripada
bekerjanya.
Padahal kalau mau, putra putri daerah banyak yang berpotensial untuk
memperbesar propinsinya dan menjadikan tanah kelahirannya menjadi lebih
makmur.

Ya gitu lah Mas Bud....mungkin ada kesalahan saya dalam meinterpretasikan
maksud saya di email terakhir. Kesimpulannya, kita ngga butuh para pembuat
onar, para provokator, orang orang manja yang cuma mau nuntut merdeka,
padahal selama ini pun mereka punya banyak kesempatan untuk memajukan
daerahnya, tapi malah disia siakan.

Contohnya Timor timur. Itu kan infrastrukturnya udah bagus, ada sekolah,
lapangan terbang, rumah sakit dan sebagainya. Nah sekarang merdeka, mereka
cuma bisa ngeluapin emosinya aja dengan menghancurkan apa yang udah dibangun.
Trus siapa yang mau membangun kembali infrastruktur itu? Kan sebetulnya lebih
baik kalau selama mereka di bawah Indonesia berhenti berperang antar sesama
dan mencoba membangun Tim tim mumpung ada yang biayain. Tapi kan ngga
semuanya begitu tho?

Sama mas sama orang Aceh, Sul-sel dan yang laen laen. Mereka tuh cuma emosian
aja.
Dan sekarang emosinya udah berada di puncak ubun ubun dan ngga ada pilihan
lain kecuali Merdeka!!!!

ya wis..orang orang kayak gitu di taroh di Aurora dan Golden aja mas...masih
banyak tanah kosong kok disamping ranch ranch dan kandang kuda.

Lalu bukan maksud saya untuk menyetujui pengusiran orang Aceh atau orang
Ambon, Ternate , Sul-sel dan yang laennya. Bukan itu..., yang saya pengen itu
para pengacau itu yang di bersihin. Saya sangat mengerti sih kalau sakit hati
oleh karena kekerasan orde baru. Tapi kan orde baru sudah berakhir. Saatnya
kita ini sadar kalau beban ini dipikul bersama sama. Kalau si Sulawesi
Selatan sakit hati, orang Sunda juga sakit hati tanahnya dibikin lapangan
golf dan kandang kuda oleh Soeharto.

Seperti yang saya bilang dulu Mas, kalau Aceh mau merdeka, Sul-sel mau
merdeka, Irian mau merdeka, itu kan berarti mereka cuma mau peduli orang dan
daerahnya sendiri. Mana mau Aceh peduli dengan Bali, atau mana mau Sul-sel
peduli dengan Sumatra barat misalnya...ya kayak hidup di Jakarta
akhirnya...gue gue elo elo...

Kalau semuanya emang udah mau hidup egois...jangan salahin saya dong kalo
masih minat pengen bikin Republik Jakarta Selatan Merdeka...he he he....

Gitu lah Mas Bud...mudah mudahan bisa sedikit meluruskan.
Salam deh buat si Julius dan foto fotonya dikirim dong mas...
Nanti tak kasih deh alamat ku.

Yo wis, gini dulu.


Arya

Kirim email ke