Rekan Ichal dan Jefferey,
Jangan mempertegang hubungan virtual kita dong.
Untuk Saudara Ichal, tolong hindari mengkreasi suasana tak nyaman di milis
ini.
Untuk Saudara Jefferey, kalau tulisan anda ditujukan ke saya, nama orang
lain jangan disangkutpautkan di case anda dengan saya.
Ketika saya membalas e-mail Nahar, saya bersikap sarkastik ke Nahar. Saya
kira anda mengerti jenis tulisan demikian. Jangan mengira saya menuduh
siapa-siapa. Saya mengecam diri saya sendiri.
Anda berhak menulis apa saja, tapi anda harus memiliki self kontrol tentang
tulisan anda. Apapun yang anda katakan tentang saya, Ratu Bullshit or
whatever, itu adalah hak anda. Tentang valid tidaknya, anda harus mengecek
dulu record saya.
If you think everybody is nobody, who are you then? No, who are you?
Hindarilah sifat arrogance. Jika anda hendak menjalankan fungsi kontrol,
silahkan lakukan dengan attitude yang tidak melukai orang lain yang tidak
melukai hak-hak kamu.
Kemarahan itu lebih parah dari pada kanker. Kesombongan hanya akan
menjatuhkan kita, dan keserakahan akan membakar kita. Kita semua dalam
proses belajar. Kita hanya mengetahui seperseratus dari satu drop dari
trilyunan drop ilmu Allah SWT. Setiap manusia adalah pembawa pesan Allah.
Maka setiap manusia memiliki hak dan kewajiban untuk menyebarkan pesan namun
demikian sebaiknya tidak melecehkan pesan sesamanya.
salam,
ida
>
>Wah, malu? Orang dia yg gagal menulis email kepada siapa postingnya
>disampaikan. Emangnya anda tahu ke siapa sih sebetulnya emailnya ditujukan?
>Kalau ditujukan ke saya sih balasan saya itu tetap valid. Kenapa malu pula?
>
>Kalau mau ngotot, kita harus melihat fungsi dari mailing list itu sendiri.
>Fungsi milis kan untuk berbagi pemikiran kita. Komunitas milis dihidupkan
>oleh anggota yg mau meluangkan waktu untuk sharing information, thoughts,
>and jokes (sometimes we need it). Jadi bukan kapan masuknya ke milis ini.
>
>Milis juga tidak mengenal ewuh pakewuh. Sekali si administrator
>mengumandangkan ke publik, milis jadi milik publik. Bukan milik
>administrator, apalagi milik beberapa anggota permias di kota tertentu.
>(Yah
>tentunya ada aturan tertentu oleh administrator). Jadi tidak perlu saya
>minta-minta ijin ke Datubara, atau Okki (seperti yg dilakukan oleh Kris
>Dayanto) atau perlu mengubah tata cara penulisan saya ke mbak Ida. Who the
>hell are they? If they could not share their time and thoughts to this
>mailing list, they are nobody. (Active) members are the real owner of this
>milist.
>
>Saya biasa berkata apa saja tentang Suharto, Habibie, Gus Dur, atau Amien
>Rais (tak lupa favorit saya Mega) kalau tindakan mereka menurut saya tidak
>tepat. Kalau menurut saya Suharto, Habibie, atau Gus Dur benar, lalu ada yg
>menyatakan salah, sebaliknya saya tulis apa yg menurut saya benar. Nah,
>masak saya harus memperlakukan lain untuk seseorang bernama Ida. Lagian
>kalau saya secara pribadi menulis puisi ke mbak Ida, anda juga nggak tahu
>kan? Hehe... Harusnya simpel kan? Jangan mempersulit sesuatu yg simpel
>ah.....:)
>
>
>Jeffrey Anjasmara
>
>'------------------------------------
>>From: Rizal Az <[EMAIL PROTECTED]>
>>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>>To: [EMAIL PROTECTED]
>>Subject: Re: [Re: [Re: [Re: Oyea...? Re: Geger referendum]]]
>>Date: Thu, 11 Nov 1999 08:21:30 PST
>>
>>Jeff,
>> Engga' kok... gue engga' ngiri... bener deh makasih banget, soalnya gue
>>sendiri ngebayangin kalau seandainya jadi loe, gue udah garuk2 aspal,
>>sambil
>>teriak "...malu...malu....hu...hu...hu..." he...he...he...
>>
>>Ichal
>>
>>
>>Jeffrey Anjasmara <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>Wah, kita ngerasanya nggak ditampar pipinya, tapi dielus-elus. Jadi sorry
>>saja ya. Kalau ngiri silakan saja lakukan yg serupa. Hehe...
>>
>>JA
>
>______________________________________________________
>Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com