>Banyangin apa yang di rasakan rakyat Tim-tim, Aceh, Ambon, Irja, dll
>dimasa Orba. Dibunuh, kakek-ayah-anak-buyut dimasukin penjara, provinsi
>tidak di bangun, cari makan susah. Mau jadi tentara nggak bisa karena
>asal provinsi (inget teman di Jakarta yang asal aceh+tim-tim, nggak bisa
>jadi tamtama TNI AL dan POLRI karena masalah asal provinsi :( )
>Basic HAM sudah hampir tidak ada.

Provinsi nggak dibangun? Hmm....? Kurang imbang sih iya, kalau tidak
dibangun berarti kita buta. Mau jadi tentara nggak bisa? Lalu batalion 754
and 755 di Timtim itu orang Aussie? Fachrul Razi orang Batak? Mungkin teman
anda itu yang tidak masuk spek. Jangan main generalisasi. Adik saya badan
tegap, mata bagus, gigi bagus tapi gara-gara punya urat nonjol di kaki (apa
itu namanya?) juga gagal masuk. Inilah sentimen kedaerahan yg sering dibawa
kalau gagal masuk kompetisi.

>Terlepas akan kemungkinan "trick $$uharto" (yang anda-anda masih
>nebak-nebak), terlepas akan hasutan orang-orang lain (yang mungkin
>dari hati emang ingin membantu wilayah tsb, atau tidak) yang ingin
>provinsi-provinsi tsb melepaskan diri,
>biasanya "cry for freedom" dari rakyat suatu wilayah, saya rasa,
>secara normal dikarenakan perasaan terinjak-injak (kasarnya terjajah)
>dan kebutuhan basic sudah terampas dari force diluar wilayah tsb.
>(Kalo pelajaran sejarah US saya nggak salah, Texas secara suka-rela
>bergabungdengan US dikarenakan practise-practise di US yang bisa
>memajukan Texas di masa datang).

Siapa bilang Texas masuk secara sukarela? Begini mas, para settlers datang
seperti air bah dari wilayah timur (dan didatangkan dari Eropa). Mereka ada
yang datang secara baik-baik dengan membeli tanah orang Meksiko dan ada juga
yang main lempar patok di tanah orang Indian. Setelah jumlahnya banyak
mereka merasa kuat, dan menolak pemerintahan Meksiko (a.n. Spanish), lalu
karena tidak merasa kuat mempertahankan diri dari Meksiko lalu meminta
tolong ke Washington, dengan sekaligus menyatukan diri ke AS. Pertanyaannya
apa mereka berhak? Orang Indian dan orang Meksiko dibunuh dan diusiri dari
tanah mereka. Siapa yg sukarela? Silakan lihat film Hollywood tentang new
frontier bagaimana praktek itu dilakukan. Harus yg pasca 1980 yg mampu
menunjukkan kejadian sebenarnya. Bukan model film benteng Alamo jaman 1960
yg banyak bohongnya. AS saat ini cukup terbuka membeberkan fakta karena
Texas sudah aman dalam genggaman. Di lain pihak Meksiko terlalu lemah untuk
menuntut balik Texas dan California. Anda pikir kalau Meksiko negara kuat
apa nggak mempermasalahkan kedua state ini? Dari cerita anda, berarti AS
juga tidak jujur dalam memberikan sejarah Texas ke para pelajarnya.

>Kita bisa bilang ini masalahnya ORBA. Saya merasa, provinsi Aceh
>terutama, merasa bahwa mereka tidak percaya dengan pemerintahan
>GusDur+Megawati yang sekarang. Walaupun ini bukan ORBA lagi.
>Saya pribadi yang bukan orang Aceh merasakan hal yang sama.
>Menurut saya, seharusnya GusDur+Megawati harus menunjukan bahwa
>mereka komitted untuk memajukan daerah yang sangat tertindas masa
>ORBA. Cara yang paling cepat dilakukan, saya rasa, adalah membawa
>kepengadilan orang-orang yang terlibat. Ini akan menunjukan GusDur+Mega
>care akan provinsi tsb.
>Bayangin, sampe sekarang aja $$uharto (biang keladi segala masalah)
>belum disentuh sama sekali. Jangangkan Jendral-jendral yang bertanggung
>jawab akan nyawa ratusan orang di daerah tsb. Orang-orang seperti ini
>musti diadili, bukan karena perasaan dendam, tapi ketegasan dan juga
>memberi contoh yang baik.
>Salah satu cara yang lain, ya ... perbaikan economy dan HAM wilayah tsb.
>Tapi ini perlu memakan waktu lama, sedangkan masalahnya cukup mendesak.

Betul memakan waktu. Pertanyaannya anda berpikir mereka harus menunggu waktu
tersebut, atau simply memisahkan diri? Apa rentetan akibat dari pemisahan
diri ke wilayah lain? Ingat mas, faktor emosi dan faktor pengetahuan juga
bermain di sini.

>Jadi ya ... masalah perlepasan wilayah Indo ini, saya rasa, tidak
>semudah apa yang kita pikir. Kalo kita memaksakan agar Aceh tetap
>ikut Indo, dan kenyataannya rakyat Aceh nggak mau. Lho .. kita
>bisa jadi memaksakan kehendak (kasarnya : penjajah). Saya rasa fair
>kalo rakyat Aceh meminta janji "concrete" dan pelaksanaan yang nyata
>dari pemerintah Jakarta, kalo mereka rela terus bergabung dengan Indo.
>Nggak janji seperti yang di bacotin $-$abibie.

Memang sulit juga dengan waktu 1.5 tahun, dan harus mempersiapkan  Pemilu
dan Timtim dalam waktu bersamaan. Masalahnya apa isi dari 'janji' itu?
Otonomi atau referendum, atau penegakan HAM? Masalah HAM kan sudah dicoba
ditangani dengan menunjuk orang Aceh sendiri sebagai menteri HAM. Itu kan
salah satu komitmen kuat untuk penyelesaian Aceh? Kurang apa coba? Coba
sebut negara mana yg punya menteri HAM? Harusnya masyarakat Aceh harus
menunggu tindakan Saad. Memang saya menyesalkan Gus Dur yg malah melawat ke
ASEAN dulu. Kalau ke AS saya maklumi deh. Mau bagaimana lagi kalau matanya
kayak mata burung hantu? Tapi kalau AGAM masih memaksakan kehendak,
pemerintah harus tegas. Baca! AGAM tidak mau berunding. Jadi AGAM adalah
pihak yg berkehendak makar. Kalau mahasiswa Aceh mendukung AGAM, berarti
mereka juga hendak makar. Kalau move mereka bersih dari AGAM, silakan
berunding dengan pemerintahan Gus Dur. Setelah itu pemerintah mempunyai
legitimasi untuk menerapkan otonomi atau fererasi ke Aceh, dan kalau AGAM
tetap membangkang dan terus-terusan membunuhi tentara dan polisi di Aceh,
maka pemberontakan seharusnya ditumpas.


JA

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke