lucu..kalau tiba tiba muncul diskusi tentang Yorrys.
Padahal di benak saya lagi ingin membuat sebuah paper atau penelitian kecil
kecilan tentang hubungan sosial para pejabat, konglomerat, petinggi ABRI dan
pergaulan anak anak mereka yang kadang di komunitas angkatan saya bisa
disebut dengan " anak gaul "
dan hubungan mereka dengan Pemuda Pancasila.

Untuk para orang tuanya, mereka pasti secara langsung atau tak langsung
pernah punya urusan dengan Yapto dan Yorrys. Untuk anak anak mereka...siapa
yang ngga kenal dengan Abi?

Lucu bahwa kalau diperhatikan dengan seksama bahwa mahasiswa sedemikian
beraninya dan gagahnya sehingga dapat menurunkan rezim Soeharto tapi kadang
kadang masih ciut mendengar kata Pemuda Pancasila, atau tokoh tokohnya
seperti Yapto dan Yorrys. Apa sih kehebatan mereka itu...sehingga Pemuda
Pancasila bisa punya akses sosial pada dua generasi keluarga keluarga kaya
dan berpengaruh di Indonesia, terutama di Jakarta.

Bukti buktinya antara lain bisa kita lihat bahwa hanya dari kalangan
kepolisian yang
( kadang ) berani bertindak tegas kepada Pemuda Pancasila. ABRI berserta
kalangan yang lain seperti ormas Islam tidak pernah sama sekali punya niat
untuk menyentuh organisasi pemuda ini, padahal semua orang Islam tahu bahwa
yang namanya kemungkaran dan kejahatan itu patut ditumpas.

Bukti lainnya adalah pemukulan anak Abdul Latief di Hard Rock Cafe beberapa
tahun yang lalu oleh anak anak dari tokoh PP ( dan bukan oleh Yapto atau
Yorrys nya karena bukan levelnya kalau mereka mengurus anak anak pejabat ).
Juga terakhir ini adalah pemukulan ( kalo ngga salah ) menantu dari Arifin
panirogo oleh dari anak anak tokoh PP juga. Apa sih yang membikin mereka
tetap berani bertindak leluasa seperti itu padahal Soeharto yang menjadi
perlindungan mereka selama Orde Baru sudah tidak memiliki kekuasaan apa apa
lagi..atau benarkah Soeharto tidak memiliki kekuasaan lagi?

Lucu kan, ibarat berani sama babehnya tapi takut ama anaknya.
Lantas kenapa yang berani cuma polisi?

Kenapa mahasiswa tidak berani? apa karena Pemuda Pancasila punya suplai
narkoba?
jujur saja, di Jakarta banyak pelajar/mahasiswa sekarang ini punya
ketergantungan dengan narkoba. Jadi kesimpulannya kalau PP memegang suplai
narkoba, maka mereka bisa aman dari kemarahan mahasiswa?

Sangat lucu dan ironis sekali kalau bicara kenyataan tentang Pemuda
Pancasila. Bahkan orang orang seperti Megawati pun masih punya respek kepada
Yapto. Kita bisa lihat dengan sikap Mega yang mensejajarkan Yapto sebagai
orang penting. Disini Mega tidak memandang Yapto sebagai Bos suatu organisasi
kriminal yang begitu banyak merugikan harta dan nyawa orang banyak.

Dan Ironisnya juga...banyak orang yang begitu gagahnya menghujat Soeharto
tapi masih banyak yang takut takut untuk membuat makalah atau artikel semacam
yang saya tulis. Lantas kenapa saya bisa menulis seperti ini. Apakah yang
namanya Arya itu begitu beraninya kah atau apakah Arya itu punya backing
kuat? Apa saya itu punya background dari keluarga militer sehingga mau
menulis posting seperti ini?

Ngga juga...karena saya bukan dari keluarga militer dan ngga punya backing
apa apa.
Mungkin saya punya banyak teman di Jakarta, tapi itu juga tidak berarti apa
apa kalau suatu saat saya harus berhadapan dengan preman preman PP. Dan
gemasnya, teman teman saya yang dikaruniakan harta benda, kesempatan dan
perlindungan yang berlebih dari orang tuanya, sama sekali tidak terpanggil
untuk ikut me-reformasikan Pemuda Pancasila. Padahal dengan kekuasaan orang
tua dan jumlah kekayaan yang tiada batasnya, teman teman saya itu bisa paling
tidak menahan kelakuan Abi dan konco konconya untuk tidak bermacam macam.

Masalahnya banyak diantara kita ini yang lebih peduli dengan keselamatan
sendiri sendiri. " Ah gue kagak mau macem macem lah men, yang penting ada
pekerjaan, hidup enak dan bisa santai ama cewe / istri gue deh.."
Kalau semuanya memang berpendapat demikian, ya jangan heran kalau di masa
depan masih ada anak anak dari keluarga pejabat / konglomerat yang digebukin
dan di bantai di depan cewenya atau di depan istrinya. Yang bisa mereka
lakuin paling lari ke rumah sakit di Singapura dan Papa Mamanya yang cuap
cuap protes ke Yapto dan Yorrys.

Jadi kalau saya mau bikin penelitan untuk kasus ini, harus dimulai dengan
sejarah berdirinya Pemuda Pancasila. Siapa itu Yapto, siapa itu Yorrys dan
siapa itu anak anaknya yang akan menjadi bos bos mafia dimasa depan
Apa kekuatannya dan apa yang ada dibelakangnya sehingga kadang terlihat kalau
mereka lebih ditakuti ketimbang Soeharto dan rezim orde baru itu sendiri.

Lantas..kalau sudah muncul keyakinan seperti ini, apa tanggapan mahasiswa dan
rakyat Indonesia kalau Yorrys terlibat makar dalam so called " kemerdekaan "
Irian Jaya? apa tanggapan publik kalau Yapto terlibat dalam begitu banyak
kriminal yang merugikan masyarakat? selama ini sih yang saya lihat,
masyarakat masih acuh tak acuh dan enggan terhadap organisasi pemuda yang
satu ini.

Apa sih keengganan mereka, keengganan kita semua terhadap mereka? apa sih
yang membuat kita tidak mau bertindak tegas? apa sih yang membuat kita takut?

Takut?

Iya lah....karena kalau kita berani dan berpegang teguh kepada hukum, orang
orang tersebut diatas sudah lama mendekam di penjara. Lantas apa jawaban dari
pertanyaan diatas? Itu sesuatu yang harus diteliti dilapangan. Seseorang atau
peringkat hukum Indonesia harus mau membuat penelitian tersebut. Sebab jika
masyarakat masih punya sifat ewuh pakewuhnya dengan organisasi ini, jangan
heran kalau mereka ini masih bisa merajalela dan berkehendak seenak hati
mereka. Penelitian ini penting, agar kita tahu apa
kekuatan Pemuda Pancasila itu dan bagaimana kita bisa menumpas habis
organisasi ini.

Dan akhir kata, kalau kita sudah berani kepada sesuatu yang memang bathil dan
salah, Insya Allah tidak ada lagi yang namanya premanisme, pemukulan,
penggebukan, pemerasan, dan sebegitu banyak hal yang merugikan kita semua.
Memang semua itu berakhir kepada kita semua, kalau kita mau aman, ya harus
berjuang untuk aman. Kalau kita enggan...ya silahkan hidup seperti ini
selamanya.


Arya

Kirim email ke