Kalau mau bikin pernyataan, tidak dapat secara sepihak menuntut TNI untuk
tidak terlibat dalam penyelesaian damai. Unsur keamanan harus selalu eksis
di suatu wilayah manapun. Yang lebih tepat adalah meminta SEMUA pihak untuk
menghindari tindak kekerasan. Jadi ini mencakup kelompok AGAM, pemerintah,
dan masyarakat Aceh sendiri di sana. TNI sudah otomatis ada di dalam tubuh
pemerintah, tetapi tidak boleh disebut harus absen dalam penyelesaian damai.
Kalau perundingan macet dan kekisruhan makin menjadi otomatis pemerintah
harus menurunkan TNI. Kalau hanya menuntut TNI doang berarti Permias secara
tidak langsung mendukung AGAM karena ini tidak fair. Semua yang terlibat
kekisruhan harus diserukan untuk berhenti.
Bisa saja ada pihak-pihak yang mengklaim TNI di belakang suasana kisruh
(pembunuhan) di Aceh. Kalau saya sih melihat bahwa suatu wilayah akan kisruh
kalau sudah tidak ada unsur pengamanan dan pemerintahan sipilpun macet.
Ya kalau mau membuat pernyataan yang hanya menuntut TNI, mungkin perlu
dipertegas bahwa pernyataan dikeluarkan oleh Permias yang anti TNI saja.
Jadi memungkinkan pernyataan Permias lain yg anti AGAM saja, atau yang anti
keduanya. Adil kan?
Kunjungan Mr. Wa-hyde yang sebelumnya saya juga sebel ternyata memang ada
hasilnya. Kuwait sudah menghapus hutang-hutangnya. Komitmen negara Timteng
atas sikap mereka terhadap RI juga sudah lumayan baik. Ini penting karena
ada yang menyalurkan dana ke para pemberontak bersenjata. Kunjungan ke
Jepang juga lumayan baik. Demikian juga kunjungan ke AS sebagai negara
tukang bikin kisruh mendapatkan hasil.
Sejauh ini semua terutama ASEAN sudah mendukung keutuhan RI. Dengan demikian
langkah diplomasi penyelesaian Aceh, Maluku, Irja, dan sebagainya masih
dalam kotak RI. Ini penting agar tidak sampai muncul Australia kedua yang
sibuk menghasut sana-sini ujung-ujungnya setelah kesampaian Timtim hendak
ditinggal kabur karena dananya tidak dikucurkan oleh Kongres.
Jeffrey Anjasmara
-----------------------------------------
>From: Faransyah Jaya <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: Untuk Aceh dari Permias?
>Date: Tue, 30 Nov 1999 10:04:23 -0800
>
>mohon maaf ada gangguan untuk email saya. sehingga baru saya baca hari ini.
>
>Jawaban saya adalah BISA !.
>Saya akan coba secepat mungkin menghubungi sebanyak mungkin rekan2
>pengurus.
>
>Draft sudah saya terima. terimakasih atas jerih payah rekan2 yang telah
>membuatnya.
>
>Wassalam,
>
>Faran
>
> >Date: Sun, 28 Nov 1999 15:03:18 -0800
> >Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
> >From: Priyo Pujiwasono <[EMAIL PROTECTED]>
> >Subject: Untuk Aceh dari Permias?
> >To: [EMAIL PROTECTED]
> >
> >Salam Permias!
> >Bisakah, untuk sekali ini saja, demi rasa senasib &
> >sepenanggungan thd penderitaan saudara2 kita di tanah
> >air -- PERMIAS berbuat sesuatu?
> >Bagaimana kalau Permias bikin dukungan, agar persoalan
> >Aceh tidak lagi diselesaikan secara MILITER seperti
> >masa2 ORBA? (baca komentar Mohtar Pabottinggi di
> >bawah).
> >Bung Faran, sbg Ketua Kongres Nasional Permias -- dan
> >Ketua Permias DC, mungkin bisa mengkoordinir?
> >Mbak Ida van de-Kalb, mungkin perlu bantuan anda untuk
> >menyusun draft pernyataan dukungan Permias ini.
> >Mungkin point2 utamanya:
> >- Mendesak pemerintah sesegera mungkin menyelesaikan
> >persoalan Aceh dengan sebuah dialog nasional dan bukan
> >dengan cara-cara kekerasan atau penerapan darurat
> >militer.
> >- Mendesak pemerintah segera mengadili dengan tegas
> >para pelanggar HAM (dari pihak & kelompok manapun)
> >semasa pemberlakuan DOM di Aceh.
> >- Mendesak pemerintah untuk menjadikan ketertiban dan
> >keamanan nasional, terutama persoalan Aceh dan Ambon,
> >sebagai prioritas utama, ketimbang lobby ke luar
> >negeri etc-etc...
> >
> >Otherwise, mungkin kita akan menyesal makin banyak
> >pertumpahan darah di bumi pertiwi, tanpa (lagi2 &
> >terus-menerus) kita (PERMIAS) memang tidak mau
> >melakukan sesuatu apapun...:-(.
> >Mudah2an usulan saya kepada organisasi yang bernama
> >Permias, bukan suatu yang salah alamat.
> >MISI & VISI PERMIAS berdasar hasil KSNP'99:
> >Menjadikan PERMIAS organisasi yang satu, berguna bagi
> >anggotanya, PERDULI, TANGGAP, dan independen...
> >
> >Wassalam,
> >
> >Priyo Pujiwasono
> >
> >================================
> >Senin, 29 November 1999
> >Dari Persoalan Aceh
> >Tentara Bisa Dapat Peluang
> >
> >Jakarta, Kompas
> >Rakyat Aceh yang mendukung gerakan referendum
> >diharapkan bertindak hati-hati karena tindakan yang
> >terburu-buru justru bisa memberikan dalih bagi militer
> >untuk mengukuhkan kembali dwifungsinya, menduduki
> >posisi sentral dalam pemerintahan, dan akan
> >menyebabkan rakyat Aceh kembali menjadi korban
> >kekerasan.
> >"Sembari tetap tegar memburu dan menuntut para
> >pelanggar hak-hak asasi manusia (HAM), rakyat Aceh
> >sebaiknya ikut bersama saudara-saudara di berbagai
> >daerah di Tanah Air untuk mengoreksi Republik yang
> >selama ini telah rusak," kata pengamat politik LIPI
> >Dr.Mochtar Pabottingi di Jakarta, pekan lalu,
> >menanggapi semakin mengentalnya gerakan proreferendum
> >di Aceh.
> >
> >CARA SIPIL
> >Menurut Mochtar, persoalan Aceh harus diselesaikan
> >dengan cara-cara sipil, dengan dialog dan diplomasi,
> >bukan dengan menggunakan cara-cara militer.
> >Pemberlakuan darurat militer, misalnya, merupakan opsi
> >yang jahat, tidak masuk akal, dan tidak realistis
> >karena militer merupakan salah satu sumber masalah
> >dalam persoalan Aceh.
> >
> >"Rakyat Aceh sudah terlalu lama ditindas, jangan
> >biarkan ditembaki lagi," kata Mochtar.
> >
> >Menurut Mochtar, darurat militer tidak akan bisa
> >menyelesaikan masalah Aceh karena bagaimana mungkin
> >pihak yang merusak disuruh memperbaiki keadaan. Selain
> >itu, kata Mochtar, kredibilitas militer untuk
> >menyelesaikan masalah Aceh tidak ada lagi karena moral
> >militer saat ini dalam titik terendah karena terlalu
> >banyak pelanggaran HAM.
> >Saat ini yang mempersatukan rakyat Aceh adalah musuh
> >bersama, dan musuh bersama itu bukanlah rakyat
> >Indonesia tetapi militer. Itu pun bukan seluruh korps
> >militer.
> >"Kalau rakyat Aceh ingin meninggalkan kezaliman dan
> >keserakahan rezim yang lalu, hal itulah yang juga
> >diinginkan oleh mahasiswa dan saudara-saudara di
> >daerah-daerah lain," kata Mochtar.
> >
> >http://www.kompas.com/kompas-cetak/9911/29/UTAMA/tent01.htm
> >__________________________________________________
> >Do You Yahoo!?
> >Thousands of Stores. Millions of Products. All in one place.
> >Yahoo! Shopping: http://shopping.yahoo.com
>
>
>
>
>------------------------------------------------------------
>. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
>DCEmail.com - FREE Email for the Community
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com