Seseorang yang berbaju hijau. Entah karena dedikasinya kepada TNI atau
memang mendapat tugas untuk diseminasi informasi, arwah ini sering memberi
info dari sudut pandangan TNI. Entah memang TNI mempunyai sudut pandang
seperti itu atau tidak saya nggak tahu.


>From: Nasrul Indroyono <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Who is Arwah Perwira Alengka ?
>Date: Sat, 4 Dec 1999 17:03:59 PST
>
>Saya forward dari apakabar analisa ttg Aceh dari seseorang
>bernama "Arwah Perwira Alengka".
>Apakah ada yang tahu siapa Arwah ini ?
>
>Nasrul
>------------------------------------------------------
>KOLOM Arwah Perwira Alengka.
>Referendum Versi Gus Dur.
>4 Desember 1999.
>Jam 04.00 WBBI.
>
>
>*****Bulan madu 40 puluh hari dengan Gus Dur--- yang diisi dengan puasa
>tidak menulis selama 40 hari--- telah berlalu. Kini saatnya Arwah Perwira
>Alengka bangkit kembali dari kuburnya dan mulai gentayangan lagi di milis
>ini. Namun--- sebelum Arwah Perwira Alengka menuliskan patahan kata
>lainnya---, izinkanlah Arwah Perwira Alengka terlebih dahulu mengucapkan
>selamat atas pengangkatan Mahapatih Wid dan para pimpinan TDA yang baru.
>Perlu ditekankan---, kami---, segenap slagorde GM TDA sepenuhnya mendukung
>dan sangat loyal pada pimpinan baru kami yaitu mahapatih Wid. Kami bukan
>setia pada pribadi pribadi---, melainkan setia pada mantra mantra sakral
>*Sapta Marga*, yang antara lain berbunyi : * memegang teguh disiplin---,
>patuh dan taat pada pimpinan--- dengan tidak membantah perintah atau
>putusan*. Berarti---, kami--- GM TDA---, akan mendukung kebijakan Mahapatih
>Wid tanpa reserve---, sampai titik darah yang penghabisan---!!! Sama
>seperti
>terhadap Mahapatih Wir dahulu--- begitu juga pada Mahapatih Wid kini. Untuk
>itu--- Mahapatih Wid jangan pernah kikuk atau ragu ragu dalam memerintah
>kami. Selamat bekerja---, semoga sukses selalu.
>
>
>BTW--- empat puluh hari adalah waktu yang cukup untuk berpikir. Kita-kita
>yang berpikir---, tetapi tidak bisa merubah keadaan--- adalah orang orang
>yang malang. Namun meskipun begitu---, seandainya berpikirpun kita sudah
>tidak mau lagi---, lebih malang lagi. Dan yang paling malang dari segala
>yang termalang adalah--- kita terlambat menyadari segala kemalangan nasib
>bangsa ini. Para elite terdahulu--- dalam kebingungan visinya--- memegang
>motto, *Waktu dan tempat--- toh akan menyelesaikan segala masalah---*, yang
>tentu dengan berbagai variant ending liar yang sangat amburadul. Semoga---,
>tidak demikian dengan motto dan metode kepemimpinan Gus Dur ini nantinya.
>
>
>Selaku pribadi---, Arwah Perwira Alengka adalah pembela fanatik Gus Dur
>sejak pertama kali APA muncul di milis ini dua tahun yang lalu. Namun
>kalamana Gus Dur sudah menjadi Raja---, maka pada tanggal 21 Oktober
>1999---, sehari setelah pelantikan beliou---, secara resmi Arwah Perwira
>Alengka dan Empu Supo menyatakan diri sebagai oposisi. ( buka Gophernya
>Bung
>John ). Berarti---, Arwah Perwira Alengka adalah oposan pertama yang
>memproklamirkan diri di Alengka ini---!!! Tetapi, sekeluar dari padepokan
>tempat semedi---, setelah ngelmu 40 puluh hari--- melihat begitu banyaknya
>oposan yang mengeroyok Gus Dur---, rasanya sudah lebih dari cukup. Dan---,
>Arwah Perwira Alengka --- back to basic---, tetap akan mendukung Gus Dur.
>
>
>Memang---, antara oposan dan pendukung---, banyak sekali bedanya. Tepatnya
>bersebrangan. Tetapi jangan pernah terpaku pada posisi kaku. Dihadapan Gus
>Dur---, kita boleh menjadi oposisi dan pendukung---, pada saat bersamaan.
>Sementara semua itu demi kepentingan negara dan bangsa---, tidak apa apa.
>Maka jangan pernah bermain perasaan dengan Gus Dur. Gus Dur tidak punya
>perasaan. Juga jangan coba untuk main tangan dengannya, sebab tangannya
>tangan besi. Yang paling penting dalam menghadapi Gus Dur adalah---, selalu
>aktif dalam menerima muntahan bola liarnya. Dan jangan seperti anak
>kecil---, yang justru terlarut dalam permainan emosi dalam langkah langkah
>Gus Dur---, sehingga kita malah akan semakin asyiik dipermainkan oleh Gus
>Dur---!!! Cobalah mengantisipasi bola bola liar itu dengan berpikir
>jernih--- agar tidak terjebak lebih jauh lagi. Untuk itulah---, Empu Supo
>dan Arwah Perwira Alengka dkk---, sampai perlu menempatkan diri berada di
>luar kekuasaan itu sendiri---, untuk menetralisir permainan bola bola liar
>dari Gus Dur ini. Tentu---, dengan niat baik adanya.
>
>
>Bola liar pertama yang di smesh kan Gus Dur ke TDA adalah soal referendum
>Acheh. Smesh itu begitu menggelegar---, nyaris membuat sesepuh Cilangkap
>gemetar. Ini Gus Dur mau bikin Tweede Oest Timoer--, mau berantem dengan
>TDA-- atawa cuma sekedar cari popularitas murahan di kalangan Thaliban
>Acheh. Tapi rasanya Gus Dur tidak akan memainkan jurus sesederhana itu.
>Jadi
>jurus apa lagi ini ya ----?. Namun--- jangan harap jurus bola gila
>"Referendum Gus Dur" ini bisa berlama lama membingungkan TDA---!!!.
>Tidak---!!!. Jurus referendum itu tidak apa apa kok. Jurus itu bukan jurus
>sesat. Referendum boleh boleh saja di Acheh. TDA malah mendukung Gus Dur
>sepenuhnya dalam hal referendum ini. Dan dukungan TDA terhadap referendum
>ini justru berdasarkan hasil analisis yang sangat mendalam---, didukung
>oleh
>referensi referensi mulai dari catatan I Tsing sampai Snouck Hurgronye dan
>laporan triple agent Jakarta-Washington-Lybia.
>
>
>Mengapa TDA mendukung referendum di Acheh---? Argumentasi rasionalnya
>begini. Rakyat Acheh adalah rakyat pemberani---, pejuang dan jago perang.
>Malah panglima perangnya pun banyak yang perempuan. Keumala Hayati, Cut
>Nyak
>Dhien dll adalah bukti nyata. Dan tidak ada daerah dimanapun di Alengka ini
>yang menamakan nama daerahnya dengan nama senjata---, yaitu rencong. Acheh
>kita kenal dengan sebutan Tanah Rencong. Tidak ada tanah keris---, tanah
>badik---, tanah mandau--- atau tanah tanah senjata lainnya di Alengka.
>Hanya
>ada satu--- yaitu Tanah Rencong. Berarti---, masyarakat Acheh memang
>mempunyai pride--- dignity dan semangat perjuangan yang sangat tinggi. Dan
>menurut Arwah Perwira Alengka---, Gus Dur justru sangat mengetahui
>kharakteristik ini. Dan berdasarkan pengetahuan kharakteristik budaya
>inilah
>maka---, menurut penafsiran Gus Dur---, jika mereka semua---, semua rakyat
>Acheh sudah sepakat mau merdeka---, maka mereka pasti tidak perlu minta
>referendum segala. Langsung saja merdeka sendiri. Buat apa pakai
>referendum.
>Toh mereka orang pejuang dan sejarah etnis Acheh toh penuh dengan nilai
>nilai heroik itu. Jadi jika mereka minta referendeum--- yang tujuannya
>untuk
>minta merdeka--- buat apa---??? Toh mereka bukan pengemis---!!!! Mereka
>bisa merdeka sendiri---!!!!
>
>
>Berarti masih ada sesuatu dibalik itu. Dan menurut analisis Arwah Perwira
>Alengka yang semoga sesuai dengan Referendum versinya Gus Dur---, yang
>mereka butuhkan dengan referendum adalah sebuah kesepakatan diantara mereka
>yang tataran degreenya belum sampai tahapan merdeka. Tetapi masih sekedar
>mencari kesamaan pandang dahulu. Nah untuk mendapatkan kesamaan pandang
>ini---, maka harus disosialisasikan dulu apa itu referendum versinya Gus
>Dur. Menurut Arwah Perwira Alengka---, di otak Gus Dur itu hanya ada dua
>opsi tentang referendum Acheh. Opsi pertama yaitu otonomi seluas luasnya
>dengan menjalankan syariah Islam. Sedang opsi kedua adalah opsi perang
>saudara---, yaitu perang antara GAM melawan TDA---!!! Dan bila GAM bisa
>memenangkan TDA---, dalam perang entah memakan waktu lima atau sepuluh
>tahun---, yaaa---- silahkanlah Acheh mendapatkan kemerdekaannya. Peperangan
>inilah yang membutuhkan kesepakatan / referendum rakyat Acheh. Berarti Gus
>Dur sangat demokratis. Untuk berperang saja---, rakyat Acheh di tawari
>untuk
>bersepakat dahulu. Dan kita jangan terlalu alergi dengan perang---, toh
>dimana mana peperangan dalam suatu negara itu ada dan biasa. Srilanka punya
>Macan Tamil Elam. Inggris punya IRA. China punya Tibet, Rusia punya
>Checnya---, Jugo punya Kosovo dll dll.
>
>
>Nah---, jika referendum dengan opsi seperti ini yang diinginkan oleh Gus
>Dur---, why not---??? Kenapa tidak---??? Siapa takut---? Kenapa referendum
>ini mesti kita tentang. TDA tidak menentang referendum versinya Gus Dur.
>TDA
>malah sangat mendukung opsi begini. Tidak ada perpecahan antara Gus Dur dan
>Cilangkap. TDA tetap setia pada Gus Dur. Tidak ada dusta diantara kami.
>Hanya memang smeshan Gus Dur ini cukup menaikkan pompa adrenalin para
>pemikir muda di Cilangkap. Tapi yaitu tadi--- tidak apa apa. Opsi satu
>yaitu
>otonomi seluas luasnya. Opsi dua adalah perang saudara. Jika GAM menang
>lawan TDA nantinya---, dalam perang gerilya yang berlama lama---, berdarah
>darah---, penuh korban jiwa di kedua belah pihak---, dan membawa bencana
>dan
>penderitaan bagi penduduk Acheh---, maka TDA akan menyerah dan seikhlasnya
>memberikan kemerdekaan bagi rakyat Acheh. Tetapi sayang sekali---, GAM
>hanya
>2000, sedangkan kami 200.000 ( Yaa Tuhan---, mengapa Engkau berikan kami
>pilihan sesulit ini---, haruskan anak istri kami---, keluarga para prajurit
>TDA---, mesti selalu harus menangisi jenazah - jenazah kami---, yang pulang
>dalam kantung kantung plastik--- , hanya karena para elite politik kita
>gagal berkomunikasi dengan tokoh tokoh Acheh---???? )
>
>
>Dalam konteks referendum versi begini---, Arwah Perwira Alengka tidak bisa
>menjadi oposan terhadap Gus Dur---!!! Wong versinya sama. Jadi Arwah
>Perwira
>Alengka adalah pendukung referendum. Begitupun---, Arwah Perwira Alengka
>sesungguhnya tetap menyatakan opsi ini sebenarnya masih sangat berbahaya.
>Orang Acheh itu suka perang. Mereka pemberani. Mereka jagoan. Mereka merasa
>lebih baik berputih mata dari pada berputih tulang. Kalau kemudian---
>ternyata Gus Dur salah hitung--- dan ternyata rakyat Acheh tetap memilih
>opsi kedua---, yaitu perang saudara---, yaah apa boleh buat.
>
>
>Pelajari sejarah dan sosiocultural kepahlawanan rakyat Acheh. Dan juga
>jangan lupa tentang tekad TDA yang tidak akan bergeming satu inchi pun dari
>prinsip Kerajaan Kesatuan Alengka. Prinsip kedua belah pihak ini adalah
>harga mati---!!! Ingat--- *Sumpah Prajurit* kami---, yaitu setia kepada
>Kerajaan Kesatuan Alengka---, dan bukannya setia pada pemerintah--- !!!.
>Artinya---, boleh boleh saja Gus Dur setuju referendum---, lalu ternyata
>yang menang adalah opsi kedua---, yaitu opsi perang saudara---, dan demi
>menghindari pertumpahan darah---, lalu Gus Dur minta agar TDA mengalah pada
>GAM--- yang berarti kemerdekaan bagi Acheh dan selanjutnya kemerdekaan bagi
>daerah lainnya--- maka jawabnya: No Way----, we will do it our own
>way---!!! Military way. And--- for the sake of Alengka's unity---, coup de
>etat is better. (Nuwun sewu Gus--- )
>
>
>Dan bagi rakyat Acheh---, kenyataan ini tentu sangat menyakitkan. Tetapi
>keadaan tidak mesti selalu harus baik dan harus sama. Beda dengan Timor
>Loro
>Sae----, lihatlah bagaimana reaksi dunia---, misalnya. Amerika---, Asia
>Pasifik---, China, Arab--- dll yang mendukung tetap bersatunya Acheh dalam
>wilayah Kerajaan Alengka. Mereka semua mendukung kebijakan kedaulatan
>kerajaan Alengka. Tidak ada kerajaan dalam kerajaan. Lihat jugalah reaksi
>domestic saat ini. Selagi common enemynya masih TDA---, memang pers dan
>upper middle class masyarakat Alengka yang alergi terhadap TDA masih akan
>mendukung rakyat Acheh. Tetapi ketika fase sudah berpindah kepertaruhan
>Alengka,s Unity---, mereka akan berbalik mendukung TDA--- menekan rakyat
>Acheh. Believe it or not---, biasanya analisis Arwah Perwira Alengka tidak
>jauh dari benar.
>
>
>Rakyat Acheh bukanlah musuh TDA. Rakyat Acheh adalah teman kami. Untuk itu,
>sebagai analisis---, seandainyapun voting di DPR dan MPR dilakukan
>nantinya---, toh rakyat Acheh akan kalah. Bila secara opini dunia kalah---,
>secara domestik kalah---, melawan TDA juga kalah---, lalu minta dikasihani
>agar kami TDA mengundurkan diri--- yaaa nggak mungkin. Rakyat Acheh akan
>semakin terkucilkan. Apalagi setelah Lybia menyatakan mereka tidak berada
>di
>belakang GAM. Belajarlah dari tragedi Banteng Bundar no 11 yang menang tapi
>kalah. Why not win win solution or you will get nothing---????.
>
>
>Arwah Perwira Alengka sudah lama bersimpati dengan penderitaan masyarakat
>Acheh, namun bukan perjuangan kemerdekaannya. Sebuah huruf H dalam kata
>Acheh adalah sebuah simbol solidaritas. ( mungkin setelah posting ini APA
>akan dipanggil provoost lagi ). Tetapi apalah arti seorang Arwah Perwira
>Alengka. Arwah Perwira Alengka cuma satu molekul tak berarti dalam sistem
>organisasi TDA yang sedemikian besar. Suara satu orang Arwah Perwira
>Alengka---, akan kalah dalam dengungan sistem yang menderu. Apalagi Arwah
>Perwira Alengka hanyalah perwira rendahan di TDA. Percayalah---,
>sebenarnya--- kami--- GM TDA tidak pernah menginginkan perang. Kami pantang
>meminta tugas---, namun tabu menolak perintah. Sekali keluar perintah
>berarti---, walaupun setelah itu mati---, tidak apa apa. Kami militer. What
>ever will be---, will be. What ever must be---, must be. Tetapi apakah
>rekan
>rekan GAM tidak kasihan dengan nasib rakyat Acheh---????
>
>
>Maka marilah para pimpinan dan tokoh masyarakat Acheh---, marilah bersama
>sama kita mencari jalan keluar dari masalah ini secara damai. Sebagai niat
>baik pada GAM---, biarlah Arwah Perwira Alengka membocorkan rahasia
>kekuatan
>TDA---, yang sebenarnya sudah melanggar sumpah prajurit. Tetapi demi
>solidaritas pada perjuangan rakyat Acheh---, tidak apalah. Paling paling
>diperiksa provoost lagi. Arwah Perwira Alengka sudah kebal jadi target dan
>bolak balik di periksa provoost. Untuk rakyat Acheh---, tak apalah awak ni
>bekurban.
>
>
>Di bawah ini adalah data kekuatan TDA. Jumlah kekuatan Kaum Bushido Baret
>Hijau yang sangat terlatih dalam operasi lawan gerilya ada dua divisi---,
>yang berjumlah 48 000 orang combat ready. Belum lagi kaum Samurai, the
>Marine, Brimobnya si Plice dll dll. Jumlahnya bisa sampai 100.000 personil
>combat ready. Sangat tidak berimbang kekuatan ini dengan GAM. Sama seperti
>Falintil---, GAM itu terlalu dibesar besarkan oleh Pers. Katanya Falintil
>sangat kuat---!!! Pertanyaannya---, dimanakah mereka berada saat bumi
>hangus
>terjadi di Tomor Loro Sae--??? Katanya mereka sangat kuat---??? Dimana
>mereka---??? Mereka tidak di mana mana sebab jumlahnya cuma 250 orang.
>Sekarang okaylah---, anggap saja GAM ada 1000 sampai 5000--- dan terlatih
>baik di Lybia. Tetapi,--- pertanyaannya---, perlukah semua pertempuran ini
>terjadi---? Perlukah hasil minyak dan gas dari Arun---, Lhok Shukon dll,
>yang seyogyanya akan dinikmati oleh rakyat Acheh melalui opsi otonomy
>daerah
>seluas luasnya---, justru malah nantinya digunakan untuk membiayai belanja
>militer---, yang dipakai untuk melawan GAM dan merugikan rakyat Acheh---???
>
>
>Perlukah semuanya ini---, jika kita masih bisa berbicara lain--- selain
>merdeka---??? Mintalah apa saja pada Gus Dur---, selain merdeka---, pasti
>akan diberikan. Gus Dur itu pemurah kok. Tetapi juga ingat kasus Depsos,
>Deppen dan Hamzah Haz. Gus Dur itu tangan besi. That why---, Arwah Perwira
>Alengka--- yang semula adalah fanatik pendukung Gus Dur---, justru sempat
>berpikir untuk menjadi oposan pada hari pertama beliou dilantik jadi raja.
>Why---??? Because Empu Supo and I--- know Gus Dur too much---!!!!. Gus Dur
>ini akan memimpin dengan cara yang mengagetkan. Keras dan tangan besi. Dia
>nothing to lose. Sementara dipihak lain---, kerajaan ini memang membutuhkan
>pimpinan kuat dan tegas. Jadi rakyat Acheh pintar pintarlah main dengan Gus
>Dur. Luar di kunci---, dalam di kasi hati---, referendum di beri---, tetapi
>TDA di siapkan untuk beraksi--- artinya apa???? Gus Dur lemah---?????
>
>
>Dan cobalah kita lihat data lain yang ada. Data geologi menyatakan hasil
>minyak bumi dan gas Acheh akan habis dalam 10 sampai 15 tahun lagi. Dan
>jika
>opsi ke dua yang dipilih---, yaitu perang saudara---, berarti TDA akan
>berperang dengan menggunakan uang minyak dari LNG Arun---, tanpa perlu
>memaksakan kalah atau menang. Tarik ulur saja---, anggap saja exercises.
>Lalu Acheh dijadikan daerah latihan sekaligus proyek percontohan untuk
>daerah lain yang coba merdeka --!!! Tapi---, inikan cara gila---!!! Tidak
>beradab. Tidak manusiawi. Apa bedanya gaya Oldie TDA dengan Neo TDA. Dan
>rakyat Acheh juga yang akan menderita nantinya. Dan apakah prajurit TDA
>senang dengan semua ini---??? Tidak juga---!!! Semua orang takut mati
>kok---!!! GAM mungkin tidak takut mati. Tapi kami GM TDA adalah orang orang
>waras. Kami takut mati. Karena itu jika sampai kami mesti berperang di
>sana---, kami akan main ekstra keras dan ekstra hati hati demi keselamatan
>kami sendiri. Akibatnya---???? Entah lah---!!! Mengerikan---!!! Acheh akan
>menjadi killing field Alengka---!!!!
>
>
>Menurut Arwah Perwira Alengka---, mestinya---, kalau tidak mau ada yang
>menderita---, kalau tidak mau ada yang mati---, yaa rakyat Acheh mesti mau
>win win solution dong. Mahapatih Wid malahan sampai bersedia menyembah
>minta
>maaf pada rakyat Acheh---, asal Acheh tidak merdeka---, dan bahkan juga
>para
>patih yang dituduh bertanggung jawab akan minta maaf. Yang bersalah---
>hukumlah sekeras kerasnya---, asal ada bukti lengkap yang tidak di
>dramatisir.
>
>
>Jadi intinya--- kami tidak ingin perang. Tetapi---, kalau rakyat Acheh juga
>tetap nekad ngajak perang melalui opsi kedua---, maka urusan Acheh adalah
>urusan dalam negeri Alengka. Islam lawan Islam. Jika konflik di tempat lain
>masih perang antar agama---, disini--- sama kok---, jadi tidak ada yang
>bisa
>ikut campur--- tidak juga Lybia atau negara manapun. Apalagi dengan
>dukungan
>opini dunia---, Alengka berada di atas angin. Karena itu---, TDA
>memohon---,
>jika momentum 4 Desember sampai berlanjut berkepanjangan---, maka---,
>dengan
>seijin DPR dan MPR---, TDA akan masuk ke Acheh dalam formasi tempur
>konvensional. Sekali lagi---, formasi tempur konvensional, lengkap dengan
>kendaraan kendaraan lapis baja dan helikopter penyerbu. Operasi operasi
>Mobud akan secara serentak menghajar kantong kantong GAM. Pembersihan akan
>dilaksanakan dan pos pos pemeriksaan akan diadakan di jalan jalan desa
>sekalipun. Dalam operasi ini---, Mahapatih Wid akan menggelar 30.000
>pasukan
>tempur di sana.
>
>
>Tahapan prosesnya begini. Pertama TDA masuk dengan formasi tempur--- dan
>menyisir serta menguasai semua kota kota kecamatan dan desa dengan tidak
>mengganggu rakyat. Tahapan berikutnya---, melalui jalur cultural---
>dilakukan pemilihan pimpinan Acheh. One man one vote. Setelah pimpinan de
>facto ini terpilih, pemerintah pusat akan segera membagi kue pendapatan
>daerah yang jumlahnya sangat besar itu langsung ke pimpinan Acheh yang
>baru.
>Sementara itu---, GAM biarlah bergerilya di hutan hutan dahulu. Bersamaan
>dengan masuknya aliran dana pendapatan daerah---, para cerdik cendekia
>Acheh
>dari seluruh nusantara akan di pulangkan ke Acheh untuk membangun Acheh
>dengan dana yang tersedia dari minyak dan hasil bumi tersebut bersamaan
>dengan milai berjalannya roda pemerintahan otonom. Setelah itu---, silahkan
>tentukan sendiri apa yang mau mereka laksanakan dalam membangun Acheh. Mau
>bikin apa saja silahkan---, asal jangan minta merdeka. Setelah semua
>tertata---, maka TDA akan di tarik dari tanah rencong. Demikian bocoran
>dari
>penasehat militer Gus Dur.
>
>
>Jadi artinya apa---? Artinya pemerintah pusat tegas sekali. Silahkan
>masyarakat Acheh bicara dengan Gus Dur dan minta apa saja--- selain
>merdeka--- TDA akan mendukungnya. Bagi TDA---, cukup satu Timor Loro Sae.
>Yang lain----, no more. Mintalah porsi pendapatan daerah sebesar
>besarnya---, itu hak kalian. Mintalah keadilan se adil adilnya---, itu hak
>kalian. Tetapi jangan minta merdeka dulu. Dan mohon cobalah berpikir satu
>sampai dua tahun sebelum memutuskan perang. Setelah setahun dua tahun
>berlalu---, kalamana swakelola otonomi daerah mulai terasa ---, barulah
>putuskan. Bagi rakyat Acheh yang sudah mulai merasakan nikmatnya uang hasil
>pendapatan daerah---, dan bagi mereka yang masih ingin sekolah atau pergi
>ke
>Bandung, Jakarta dll tanpa passport---, maka mereka tentu akan berpikir
>ulang untuk merdeka---!!! Bila kenikmatan akan keadilan ekonomi sudah
>terpenuhi. Tinggal menjaga hati---, dignity dan pride Achehnese agar jangan
>sampai disakiti lagi.
>
>
>Dan apa bedanya pasukan yang dahulu dengan pasukan yang akan dikerahkan
>sekarang---??? Pasukan yang sekarang---, ( jika GAM ngajak perang ) adalah
>pasukan murni tempur dari Kaum Bushido Baret Hijau dan pasukan pemukul
>Kodam. Mahapatih Wid tidak akan melakukan operasi intel intelan lagi. Tidak
>ada operasi cipta kondisi---, tidak ada rekayasa situasi apapun. Kehadiran
>TDA di Acheh--- adalah murni sebagai penjaga keamanan. Mereka segera akan
>berada dibawah subordinasi pimpinan sipil terpilih Acheh nantinya. Jika
>kemudian terjadi hal hal yang menyangkut konflik masyarakat dengan
>militer---, oknum sipil langsung diserahkan ke pimpinan adat, sementara
>oknum militer ke Polisi Militer. Langsung diselesaikan saat itu juga.
>Militer tidak berhak lagi mengurung, menginterogasi, atau menyiksa
>tawanan---, baik GAM maupun sipil.
>
>
>Juga pasukan yang di tugaskan di Acheh tidak di bebani dengan target pucuk
>senjata. Semakin dibebani target---, para komandan pasukan akan semakin
>membabi buta mengejar GAM sampai ke kampung kampung demi mengejar target
>senjata---, yang akhirnya malah akan menyakiti hati rakyat lagi. Satu
>anggota GAM terbunuh--- hanya akan menumbuhkan seribu dendam baru bagi
>sanak
>saudaranya. Gugur satu tumbuh seribu. Untuk apa---??? Kami --- GM TDA
>adalah profesional. Kami ingin damai. Maka---, mohon jangan paksa kami
>untuk perang. Sekali lagi--- kami ingin damai. Tapi kami tidak takut untuk
>perang. Permohonan Arwah Perwira Alengka pada rekan rekan GAM adalah :
>"Mintalah apa saja pada Gus Dur---, selain merdeka---, pasti akan di
>penuhi---"!!! Win win solution--- or we will get nothing---!!!!.
>
>
>NB : Minggu depan Arwah Perwira Alengka akan bicara tentang Ulrich Duchrow,
>dengan bukunya Mengubah Kapitalisme Dunia. Bagi siapapun yang merasa
>dirinya
>cerdik cendekia---, dan terutama anak anak LSM---, mohon bacalah buku ini.
>Dan kaum sipil jangan kaget bila kami GM TDA---, mulai terbiasa membaca
>buku
>buku berat model begini.
>
>
>Hidup Neo Alengka
>Hidup Neo TDA.
>
>
>Arwah Perwira Alengka.
>Di
>Mayapada.
>
>______________________________________________________
>Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke