At 11:30 AM 12/5/99 -0800, you wrote:
>   mba' Juni, terima kasih sekali atas dukungannya...:). dan terima kasih pula
>sudah memperjelas duduk perkara dan asal-usul timbulnya persoalan ini. Ma'af
>mba' e-mail sifat bukan menjawab, tapi lebih ke asal -usul mengapa saya
>menulis ini 'in the first place". Mungkin relevan mungkin tidak, boleh dibaca,
>boleh tidak...:)).

heheh..  ya udah, sementara saya jadi cewek dulu deh.... habis dipanggil
mbak terus...

anyway, saya juga nampak 'kesal' pada email saya adalah justru karena latar
belakang saya sendiri dari keluarga yang *sangat kuat* adat-nya.. membuat
saya terkadang 'gerah' dan ingin 'melonggarkan' ikatan tersebut...
sebenarnya ini masalah kebiasaan berontaknya remaja saja, duluuuu.. waktu
masih remaja belasan tahun, 10 tahunan yang lalu deh...  jadi asalnya dulu
saya sering mikir 'males amat sih dikit2 keluarga melulu',  memang sesuatu
yang sangat 'abg' dan 'egois'...

tapi sekarang ini saya berpikir lebih umum, bahwa salah satu faktor yang
membuat bangsa indonesia ini terhambat kemajuannya adalah karena sukuisme
itu sendiri. coba bayangkan, betapa kuatnya kesukuan dan primordialisme dan
segala bentuk chauvinisme ini menghantui kita semua, sampai2 hampir semua
masalah dalam negeri yang kita alami itu adalah SARA.... padahal kita punya
bhinneka tunggal ika yang katanya mempersatukan kita semua, tapi
pelaksanaannya ? bs semua...

coba aja lihat sekarang, begitu ada kesempatan, semua punya keinginan untuk
melepaskan diri dari indonesia.... well, gimana nggak, selama ini kita
semua entah kenapa memang 'terobsesi' dengan perbedaan2 yang kita punya
ini.... selalu itu yang dikedepankan kalau dalam pembicaraan. coba aja,
kalau mau jujur, kita sudah terbiasa begitu melihat sesama orang indonesia,
langsung men'judge' berdasarkan sukunya, benar2 *perlu* buat kita untuk tau
darimana seseorang itu berasal.... kalau nggak diucapkan, ya paling dalam
hati-lah... atau dijadikan bahan bercanda kalau lagi kumpul2 sesama
(s/a/r/a -- choose one) kita...

kapan sih manusia indonesia ini bisa sadar dan berhenti mengagung2kan
sukunya, dan menjadikan alasan untuk menjelekkan suku lain ? (suku bisa
diganti dengan ras, agama, dan golongan tentunya)....

*INI* masalah kita yang utama.... kalau kita mau mengakui bahwa bangsa
indonesia itu racist, dan bangsa indonesia itu kesukuan, dan bangsa
indonesia itu primordialis, *mungkin* masih ada kesempatan buat kita untuk
bersatu padu dan akhirnya membawa maju nama bangsa dan negara ke kancah
internasional.... karena kalau kita masih tidak berani (nggak ada nyali ?)
untuk mengakuinya.... heh.... believe me, it's going to be much harder for
us to go on.... karena kita nggak punya yang namanya persatuan, kita nggak
punya yang namanya rasa penghargaan terhadap orang yang berbeda suku
(a/r/a/), nol besar !

ngaku deh... kita sering sekali berpikir bahwa orang batak keras, orang
padang pelit, orang sunda halus dll, kenapa sih harus stereotyping seperti
itu ??  kita sendiri yang nggak kasih kesempatan buat bangsa indonesia ini
untuk lepas dari stereotype nya (yang itupun diturunkan dari orangtua juga,
dia sendiri juga nggak tau kenapa harus gitu), that's what holding us down
guys.... bener deh...

saya sih berusaha keras supaya nggak seperti ini, dan alhamdulillah di us
ini kelihatan sekali yang namanya bermacam2 orang dari bermacam2 suku
bangsa di seluruh dunia, campur aduk jadi satu.... ok, saya bukan bilang di
sini nggak ada masalah diskriminasi, tapi kalau dibandingin dengan di tanah
air.... huuuhh... jauh lebih parah deh di tanah air.... mungkin kita nggak
terbiasa mengucapkan di muka umum, tapi di kalangan kita sendiri ? (orang
jawa anu, orang sunda anu, orang ambon anu)... hehe... bener kan ?

hayo ngaku... !


e r juni

Kirim email ke