Salam Permias,
Jeffrey:
> Mas Syamil, saya jelas sudah dengar Microsoft dipecah. Cuma usaha
> pengakuisisian perusahaan yg berhubungan dengan penguasaan informasi masih
> jalan terus tuh. Hotmail aja sudah jadi milik MSN. Semua perusahaan kecil
yg
> bagus dan berpotensi sudah dibeli dengan gampang oleh sang raksasa.
Terima kasih atas tanggapannya. Saya hanya akan memberikan keterangan
tambahan.
U.S. Department of Justice menyetujui akusisi Microsoft terhadap Hotmail
(free email service) ataupun ke perusahaannya karena tidak menganggapnya
sebagai aksi monopoli atau oligopoli. Hotmail banyak saingannya dalam usaha
sejenis (free email service).
Lain halnya dengan kasus Intuit yang saya tulis sebelumnya. Intuit menjual
software untuk masalah keuangan. Microsoft sendiri sudah punya software
sejenis yaitu Microsoft Money. Kedua software tersebut adalah 'dominant
players' untuk software 'personal finance'. Pemilikan kedua software oleh
Microsoft dianggap monopoli oleh U.S. Department of Justice. Karena itu U.S.
Justice Department menentang akusisi Microsoft ke Intuit.
Jabat erat,
Ahmad Syamil
Toledo, OH
>
> Basically, Bill Gates sekarang telah mampu menjadi seseorang yg menjadi
> musuh James Bond di film-film 007 itu. Untuk menghancurkan suatu negara
> tertentu saat ini sudah banyak sekali cara alternatif. Seperti
penghancuran
> Sovyet melalui Saudi dengan oversupply minyak (antara lain), atau yg
> sekarang populer adalah IMF yg telah menjadi polisi dunia yg berhak
menyuruh
> negara tertentu untuk nungging, untuk meloncat, tanpa banyak cingcong akan
> dituruti tuh. Apa Mas Syamil punya komentar mengenai komentar Camdensus
> bahwa IMF yg ngerjain Suharto? Padahal Suharto sendiri dulu juga bilang
> bahwa kekuatan asing yg menggusurnya, bukan mahasiswa. Apa ada yg mau
bilang
> Mahathir hanya seorang paranoid?
>
> Yah, kenapa AS membuat aturan monopoli apa hanya melihat dari segi
ekonomi?
> APa hanya agar perusahaan lain hidup? AS sangat sadar dengan potensi
> pengusaha yg dapat mempunyai kemampuan lebih besar dari presiden AS
sendiri.
> Untuk itulah perusahaan yg terlalu besar juga perlu dipotong.
>
> Pertemuan WTO memang basically adalah pemasungan negara-negara berkembang.
> Semua dirayu untuk masuk dengan berbagai bujuk rayu dan ancaman
tersembunyi.
> Contohnya adalah regulasi dunia informasi haman Suharto mau lengser. Kala
> itu hanya Indonesia yg dengan sukarela setuju dengan usulan AS karena
tangan
> kita sudah ditelikung dengan perjanjian lainnya.
>
> Bentuk-bentuk ini adalah sekedar bentuk lain dari tindakan pengecut oleh
> Pizarro yg membunuh ribuan Inca dengan modal 600 orang Spanish dengan cara
> mengajak berdamai, habis itu setelah datang dengan persenjataan secukupnya
> lalu dihabisi. Sangat mirip dengan penawanan Diponegoro oleh Kompeni. Atau
> penawanan Hasanuddin oleh binatang yg sama. Atau ratusan chief suku
Indian.
>
> Point saya, tidak perlu bermusuhan dengan dunia barat, tetapi kita harus
> sadar sepenuhnya dengan siapa sebenaranya kita melakukan deal itu. Dengan
> kesadaran kita, maka kita juga harus mampu ikut bermain cantik dalam
> perpolitikan ekonomi itu. Bukan lalu bersikap, wah, kita mesti tahu bahwa
> IMF memang mau menolong kita, misalnya. Well, kelihatannya sederhana, tapi
> nyatanya ada saja yg ngira begitu tuh. Makanya saya kadang merasa heran
bin
> ajaib.
>
>
> Jeffrey Anjasmara
>
> '------------------------------------------------
> >From: "A. Syamil" <[EMAIL PROTECTED]>
> >Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
> >To: [EMAIL PROTECTED]
> >Subject: Berita Ngawur (Bila' dua Bill di KTM WTO Seattle
> >Date: Mon, 6 Dec 1999 16:21:36 -0500
> >
> >Salam Permias,
> >
> >Jeffrey Anjasmara <[EMAIL PROTECTED]> memforward berita dari Bisnis
> >Indonesia yang melalui siyasah@ ke Permias@:
> >
> > > >Bisnis Indonesia Edisi : 05-DEC-1999
> > > >
> > > >Ide 'gila' dua Bill di KTM WTO Seattle
> > > >Oleh Yosef Ardi
> >
> > > >Tak heran bila pada 1 Desember, Gates bahkan mengumumkan rencana
> >Microsoft
> > > >mengakuisisi negara Amerika Serikat. "Ini langkah yang logis dan
> >positif
> > > >bagi semua orang," ujar Gates usai bertemu Clinton di Gedung Putih.
> > > >Tawaran Gates itu ternyata disambut positif Clinton dengan menyatakan
> > > >bersedia menjadi wakil presiden di bawah Microsoft yang bertugas
> >mengelola
> > > >negara AS.
> >
> > > >Untuk itu kabarnya Clinton akan menerima gaji 10 kali lipat dari gaji
> >yang
> > > >sekarang diterimanya sebagai presiden AS yaitu US$200.000 per tahun.
> >Tentu
> > > >saja pertemuan kedua Bill dengan rencana gila itu mencerminkan betapa
> > > >keduanya memiliki agenda yang sama di Seattle. Tetapi berbagai temuan
> > > >mutakhir lahir dari gagasan yang dianggap gila?
> >
> >Berita lawak tersebut memang sudah terdengar lama. Cuman saya enggak
ngerti
> >kenapa wartawan profesional dari Bisnis Indonesia bisa mempercayai berita
> >itu?
> >
> >Dalam perkara pemerintah Amerika vs. Microsoft (karena praktek monopoli
> >Microsoft), Amerika dinyatakan sebagai pemenang oleh US District Judge
> >Thomas P. Jackson. Keputusan akhir yang akan dikenakan ke Microsoft
sedang
> >dipelajari. Beberapa kemungkinannya adalah:
> >
> >- Horizontal breakup
> >- Vertical breakup
> >- A Windows auction
> >- Open Source licencing
> >- Close supervision
> >
> >Departemen Kehakiman US dulu juga menentang ketika Microsoft hendak
> >mengakusisi perusahaan "Intuit." Tidak mudah bagi Microsoft untuk
> >mengakusisi perusahaan lain... apalagi mengakusisi negara.:)
> >
> >Bill Clintonpun juga bukan lagi president Amerika di masa mendatang,
karena
> >pembatasan masa jabatan.
> >
> >Saya bisa menulis lebih panjang lagi .. cuman ngapain ya? :)
> >
> >
> >Jabat erat,
> >
> >
> >Ahmad Syamil
> >Toledo, OH
>
> ______________________________________________________
> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com