Tak perduli musim puasa atau bukan, pembunuhan terus saja dilakukan.
Sementara itu jelas AGAM menolak untuk bertanggung jawab atas penikaman 2
orang TNI yg menewaskan seorang di antaranya kemarin. Sang propagandis AGAM
selain menolak bertanggung jawab, dengan gampang pula ditebak menimpakan
kesalahan bahwa TNI menakut-nakuti masyarakat atas usaha TNI yg mencari
pelaku pembunuhan tersebut.

Modus operandinya makin kentara. Bunuh satu atau beberapa tentara atau
polisi, lalu menghilang di tengah keramaian penduduk kampung. Setelah itu
TNI tentu akan menyisir dan kalau perlu menahan beberapa orang yg dicurigai.
Setelah pancingan ini kena, lalu dikerahkan beberapa orang perempuan untuk
berunjuk rasa di depan koramil atau pos polisi. Setelah itu AGAM akan
melancarkan propaganda bahwa TNI melakukan pelanggaran HAM, dan
menakut-nakuti masyarakat.

Varian lain, akan ada satu orang atau beberapa orang AGAM yg menyusup ke
kelompok yg berunjuk rasa ke depan Koramil tadi, lalu menembak sekali dua
kali. Begitu TNI atau polisi merespon dengan menembak kerumunan orang itu,
jadilah bahan baru bagi propagandis AGAM, bahwa TNI menembak rakyat tak
bersalah.

Sudah puluhan kali modus ini dijalankan, dan hanya orang pandir yang akan
percaya propaganda AGAM ini. Kesimpulan lain yg dapat ditarik, AGAM telah
menggunakan rakyat tak bersalah untuk menjadi bulan-bulanan peluru. Mereka
lempar batu sembunyi tangan.


Jeffrey Anjasmara

--------------------------------
Lagi, Polisi Aceh Tewas Ditembak

LHOKSEUMAWE (Waspada): Tragedi penembakan aparat keamanan di Aceh berlanjut
Rabu (8/12). Giliran Kopral Kepala (Kopka) Pol. Jailani Syamaun, 36, anggota
Satlantas Polres Aceh Utara, tewas ditembak orang tak dikenal di depan
rumahnya.

Peristiwa penembakan Kopka Pol. Jailani, putra kelahiran Desa Pulo,
Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, persis baru keluar dari rumahnya di
Desa Panggoy, Kecamatan Muara Dua, Aceh Utara, (sekitar 2 km arah barat
Mapolres) saat korban ingin berangkat ke tempat tugasnya di Mapolres itu,
sekitar pukul 7:30 ujar sumber Waspada di sana.

Penembakan yang diduga dilakukan oleh empat orang bersenjata tak dikenal itu
dalam jarak dekat yang mengenai dada, perut dan paha dan lutut korban,
membuat Kopka Jailani menderita luka tembak cukup parah, dan meninggal dunia
seperempat jam kemudian di RS Korem 011/Lilawangsa Lhokseumawe.

Setelah melakukan penembakan, ke empat kawanan itu terus menghilang, saat
kelompok itu menghadang Alm. Kopka Jailani sempat dipeluk isterinya, namun
kawanan tanpa prikemanusiaan itu terus memberondongnya, ujar sumber
tersebut.

Kapolres Aceh Utara Letkol. Pol. Drs. Syafie Aksal yang dikonfirmasikan
wartawan melalui Kasat Bimmas Kapten Pol. Drs. Ahmad Mustafa Kamal,
membenarkan peristiwa itu, namun pelaku penembakan sampai Rabu tadi malam
belum diketahui identitasnya.

Almarhum Kopka Pol. Jailani yang meninggal akibat penembakan dalam
perjalanan dinasnya itu, Rabu (8/12) sore kemarin dikebumikan di Taman Makam
Pahlawan Kuta Blang Lhokseumawe dalam suatu upacara militer. Turut melayat
jenazah selain pejabat kepolisian di daerah ini, juga dari keluarga almarhum
yang diliputi duka mendalam, melepaskan jasad korban untuk menghadap
Khaliqnya di malam pertama bulan suci Ramadhan 1402 Hijriah.

Sehubungan dengan penembakan anggota Satlantas Polres Aceh Utara tersebut,
aparat keamanan terus melakukan penyisiran di daerah itu, enam orang warga
masyarkat Desa Panggoy dan enam orang warga masyarakat Desa Paya Bili,
Kecamatan Muara Dua Aceh Utara, dibawa ke Mapolres untuk diminta
keterangannya dalam peristiwa itu.

Akibatnya puluhan ibu-ibu rumah tangga dan anak-anak Rabu (8/12) sore
mendatangi Mapolres Aceh Utara minta dibebaskan warganya yang dibawa aparat
keamanan ke Mapolres tersebut, namun sampai berita ini dikirim, ke 12 warga
masyarakat masih berada di Mapolres itu, suasana menyambut malam pertama
Ramadhan mencekam di Lhokseumawe dan sekitarnya gara-gara peristiwa itu,
masyarakat enggan keluar rumah. (tim)

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke