Modus operandi masih tetap sama. Serang polisi/tentara, masuk ke pemukiman
penduduk, lalu membiarkan penduduk yang mungkin juga anggota GPK atau
mungkin juga orang tak bersalah disisir oleh petugas keamanan.

Kedai-kedai biasanya menjadi basis perkumpulan para anggota GPK. Mereka
tidak dapat berkumpul di rumah tertentu karena takut ketahuan, sehingga
memilih kedai-kedai. Tentu saja ada kedai yang memang didirikan khusus untuk
kepentingan GPK.

Penembakan ke udara oleh petugas saya sayangkan. Sebabnya bukan karena akan
membuat takut penduduk, karena penduduk mungkin ada yg anggota GPK. Saya
kira penembakan ke udara hanya akan membuat GPK kabur, dan usaha penyisiran
hanya akan sia-sia saja. Mungkin tentara takut, sehingga hanya ingin GPK
kabur sehingga mereka tidak berurusan dengan GPK itu. Ini hanya akan
menghentikan masalah sampai saat itu saja.

Kalau menurut saya, begitu ada penyerangan lagi, langsung kirim pasukan
sebanyak-banyaknya dan mengepung daerah itu. Periksa penduduk satu per satu.
Tidak ada masalah HAM di sini, kecuali versi LSM yang haus uang. Penyerangan
dan pembunuhan terhadap polisi di AS saja tidak dapat ditolerir. Di New York
City, begitu ada pembunuhan terhadap polisi langsung disambut dengan operasi
besar-besaran oleh kepolisian. Jelas tidak ada acara berita HAM dan
gombal-gombal lain sebagainya yang jadi mainan Munir dan kawan-kawannya.
Munir ini telah mengubah fungsi semula KONTRAS menjadi suatu bentuk pembela
kelompok disintegrasi. Saya rasa baik KONTRAS dan kelompok disintegrasi
kehadirannya harus dibasmi.


Jeffrey Anjasmara

--------------------------------
Aparat Diberondong, Empat Brimob Luka;
12 Kedai Dan Rumah Penduduk Dibakar

BANDA ACEH (Waspada): Kelompok bersenjata tak dikenal memberondong mobil
pick-up yang ditumpangi aparat keamanan, Minggu (12/12) di kawasan Desa Pulo
Baroh, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, antara km 174-175 jalan
negara Banda Aceh - Medan.

Pemberondongan yang sangat mengejutkan bahkan menakutkan warga di sekitar
tempat kejadian perkara (TKP), menyebabkan empat orang anggota Brimob
mengalami luka-luka tembak, satu di antaranya mengalami luka cukup serius
sehingga terpaksa dievakuasi ke RSUZA Banda Aceh.

Ke empat anggota Brimob yang mengalami luka tembak itu adalah Serda Irfan
DA, 23, mengalami luka robek cukup parah di mulut dan tembus pundak kiri,
Bratu Edi Agus, 26, luka tembus betis kiri dan paha tembus lengan atas
kanan, Bratu Sulaiman, 27, luka di paha kanan belakang, dan Serda Hari
Triantoro, 23, luka robek dada kiri samping dan dada belakang.

Menurut sumber Waspada, ke empat korban dievakuasi ke Puskesmas Meureudu
Kabupaten Pidie, karena lukanya sangat serius selanjutnya dilarikan ke RSU
Sigli dan seterusnya dievakuasi ke RSUZA Banda Aceh dengan menggunakan mobil
Posling Puskesmas Meureudu. Hingga berita ini dikirimkan keempat korban
masih menjalani perawatan intensif.

Informasi yang berhasil dihimpun Waspada, kelompok bersenjata tersebut
berhasil melarikan diri ke daerah pemukiman penduduk, setelah aparat
kepolisian itu melakukan tembakan balasan.

Dari berbagai sumber yang dihimpun Waspada juga menyebutkan, siang itu
sekitar pukul 14:00 sejumlah anggota Brimob Pos Batee Iliek, Kecamatan
Samalanga dengan menggunakan mobil pick-up pulang berbelanja dari Kota
Samalanga, Kabupaten Bireuen.

Persis di kawasan Desa Pulo Baroh, Samalanga antara km 174-175, mobil aparat
keamanan itu langsung diberondong sekelompok sipil bersenjata dari jarak
dekat dari arah salah satu kebun cabai penduduk. "Tidak ada korban jiwa
dalam peristiwa tersebut, kecuali empat anggota Brimob mengalami luka tembak
dan satu diantaranya luka parah," kata sumber masyarakat dan Mapolres Aceh
Utara.

Setelah peristiwa itu, situasi di kawasan tersebut mendadak mencekam. Tidak
ada warga yang berani berkeliaran di luar. Masyarakat di sekitar TKP,
meliputi Desa Pulo Baro dan Meugit langsung melakukan eksodus (mengungsi) ke
Meunasah Cot Meurak dan Masjid Baro Samalanga untuk menghindari berbagai
kemungkinan yang akan terjadi apabila datang pasukan tambahan dari aparat.
Semua kedai, toko dan rumah tutup," ujar seorang tokoh masyarakat.

Situasi lebih mencekam lagi setelah sejumlah aparat keamanan tambahan tiba
ke lokasi. Mereka memuntahkan tembakan ke berbagai arah dan sedikitnya
membakar tiga rumah dan satu kedai penduduk secara membabi buta. Salah satu
rumah yang menjadi korban pembakaran aparat adalah milik Martinus, tambah
sumber masyarakat setempat.

Puluhan kenderaan pribadi, bus jarak jauh antar Kota dan Provinsi dan
angkutan umum lainnya dalam perjalanan Banda Aceh - Medan dan sebaliknya,
terpaksa berhenti di Kota Uleegle (Pidie) dan Simpang Samalanga. Baru
beberapa jam kemudian setelah situasi benar-benar aman, sejumlah kenderaan
itu melanjutkan perjalanan.

Kapolres Aceh Utara yang Waspada hubungi via telefon SLJJ tidak berhasil,
menurut anggotanya, peristiwa pemberondongan itu benar terjadi dan melukai
empat anggota Brimob akibat tembakan dari kelompok sipil bersenjata. (b18)

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke