At 02:36 PM 12/14/99 -0500, you wrote:
>Wah, kok malah pada mau jadi detektif. Repot amat. Kenapa sih, mbak Juni
>naksir saya ya? Faran juga naksir saya? Wah, AC/DC dong.
hi hi... adik yang di rpi ini lucu.... mbales surat faran tapi nyebut2 nama
saya, surat saya sendiri nggak berani mbales... bijaksana memang, karena
kasihan kan kamu udah capek2 mengumpulkan keberanian terus malah saya sikat
lagi... :-) nggak apa2 deh, saya hargai kebijaksanaannya, memang jadi orang
itu tidak boleh mudah terpancing, apalagi kalau ada kemungkinan kalah..
sia2 kan ?
sampai di situ sih benar, hanya saja biasanya adik2 seperti dik rpi ini
kalau ketemu lawan yang 'kira2 lebih lemah' langsung dia tindas, tanpa tata
krama dan nggak perduli apapun (lha wong nggak pake nama asli, apa yang
perlu ditakutin?).. yah... tapi saya nggak khawatir, karena nanti kalau
kamu sudah dewasa juga akan berubah sendiri... biasalah anak anak.... he-he...
>Penelusuran email sangat mudah dilakukan. Dengan alasan inilah sebagian
>besar peserta milis memilih pasif, tidak mau mengambil resiko untuk
>ditengarai sebagai anti republik di jaman ORBA dulu. Di jaman sekarang,
>tentu saja penelusuran tetap mudah. Hanya saja kebebasan berpendapat yg
>digemborkan mulai menimbulkan keberanian beberapa orang untuk menyebarkan
>suaranya. Tentu saja masih banyak yg ketakutan dan lebih memilih untuk
>melipat tangannya sambil sesekali ikut bersenandung. Contoh, saat Suharto
>jelas-jelas tidak dapat bertahan, semua ikut-ikutan berteriak. Benar-benar
>menyedihkan....:)
look who's talking... :-)
btw, namamu siapa sih rpi ? saya punya temen di sana nih... kepingin tanya
kenal kamu apa nggak...
terakhir, buat teman2 permias sekalian, saya tau ini nggak bakal dibales
lagi oleh adik kita yang di rpi (reverse psychology..he-he..) tapi
percayalah bahwa saya bukan *hanya* mau mancing2 dia aja, mancing sih iya,
tapi dengan tujuan yang baik, supaya dia cepat dewasa... indonesia butuh
lho orang2 yang seperti adik kita di rpi ini, rajin surfing di web, nggak
segan2 bagi2 berita ke kita di sini, analisanya yang tajam dan mulutnya
yang tajam pula... good.. good...bravo... kita harus sabar saja menunggu
supaya mereka dewasa...
terima kasih,
e r juni