Assalamu'alaikum ...untuk saudara - saudara Muslim ku.
Salam Sejahtera untuk rekan - rekan yang lain.

Hari ini sudah Jumat lagi, pagi ini Jakarta hujan semenjak Sahur tadi,
suasana sangat redup dan matahari tidak menampakkan diri. Suasana kota
kelihatan tidak bersemangat, orang - orang di Bis dan di Mikrolet terlihat
kurang bergairah. Semoga agak pagian sedikit matahari bersinar dan
menyemangati kota Jakarta.
Semoga ditempat lain di seluruh belahan muka bumi rahmat dan rahim Allah
turun.

Saya minta ijin cerita sedikit disini.

Saya "dekat" dengan sebuah keluarga Katholik, keluarga ini penuh dengan
kebahagian, keceriaan, dan keakraban. Saya juga mendapatkan rasa  dan
perlakuan yang sama dari keluarga ini. Kami saling menghargai dan
menghormati. Jika masuk waktu Shalat, saya suka di ingatkan bahwa sudah
saatnya shalat. Atau jika mereka selesai Persekutuan Doa, keluarga tsb dan
kerabat  yang lain akan menyapa kadang - kadang mengobrol dengan saya.
Suasana nya begitu menyenangkan. Padahal agama kita saling berbeda.

Saya pikir hal ini terjadi karena, kita saling menghargai perbedaan
masing-masing. Saya dalam Islam diajarkan untuk bersikap "tidak mencampuri
urusan agama orang lain : untukmu agamamu dan untukku agamaku" dan mereka
juga menerapkan betul - betul apa yang namanya prinsip - prinsip Kasih
Sayang kepada sesama. Mereka tidak pernah menganggu ataupun membuat saya
tidak nyaman dalam lingkungan mereka, malah sebenarnya saya merasa nyaman.

Inilah analogi yang sama yang selalu saya pikirkan, saya yang sendirian
dalam keluarga & kerabat tbs, dapat berhubungan dan berinteraksi dengan
nyaman.

Kenapa saudara-saudara sebangsa dan setanah air di Ambon tidak dapat berbuat
seperti ini.

Kota Ambon dengan pulau nya yang kecil, dan komposisi penduduk dengan
mayoritas Nasrani dan Minoritas Muslim dapat berinteraksi dengan penuh rasa
kekeluargaan, seperti dulu. Biarpun beribu provokator datang dan
mempengaruhi mereka, selama umat Nasrani berpegang teguh pada prinsip Kasih
Sayang kepada sesama dan umat Muslim berpegang pada prinsip "untukmu agamamu
dan untukku agamaku", maka ketenangan dan kedamaian akan dapat terwujud.

Yang besar melindungi dan memperhatikan yang kecil, yang kecil hormat kepada
yang besar.

Itu saja pikiran saya ...

Have a nice week end

Soe

.EOF

Kirim email ke