M. Suhendri:
Cerita anda memang bagus. Tapi saya bingung dengan subjek
e-mail lama ini. Jika anda memang mau tema lain, kenapa inti
e-mail ini masih tentang Ambon? Logika menyatakan bahwa jika
thema sudah berbeda, pasti inti surat juga berbeda. Jika anda
mau menuliskan tentang kerukunan umat beragama, tak perlu pada
akhir tulisan anda, anda membawa-bawa kembali kasus Ambon.
Selain itu, bagaimana kelanjutan diskusi kita kemarin? Saya
sudah meminta anda untuk serius untuk memberikan ide-ide apa
yang anda anggap bagus. Selain itu, dari cerita anda,
anda berasumsi bahwa orang-orang di Maluku semuanya tak bisa
'mencintai' tetangganya. Suatu usaha lagi untuk mendiskreditkan
satu pihak. Saya terus terang sudah meragukan kenetralan anda
dalam kasus ini sejak kemarin, dan tulisan anda yang sekarang
membuktikannya.
Jika anda memang mau menulis tema lain, anda terlebih dulu perlu
memberikan penutup kepada diskusi kita yang sebelumnya.
Terlihat dari tulisan-tulisan anda bahwa anda memang tak serius
dalam menanggapi masalah ini dan sangat bias. Sejujurnya, anda
sekarang sudah tak memiliki sedikitpun integritas di mata saya.
Pemikir yang baik bertanya untuk mendapatkan jawaban, tapi
anda bertanya untuk menjadi provokator.
YS