Saya kok tidak setuju dengan pendapat Bung Priyo bahwa langkah Akbar untuk
mengultimatum Gus Dur agar membuat timetable penyelesaian adalah tepat,
apalagi memerlukan untuk memberi selamat kepada Faran.

Sudah dari dulu saya sering tulis bahwa pemberian ultimatum dan sebangsanya
oleh orang lain kepada Gus Dur hanyalah polesan politik untuk menghantam
existing pemerintahan. Langkah berikutnya dari hasil ultimatum itu (kalau di
parlementer sih) adalah mosi tak percaya. Nah, gampang kan untuk menjatuhkan
pemerintahan. Bikin aja batas waktu misal kalau 3 bulan nggak selesai harus
turun. Wah, enak banget deh. Saya juga bisa bikin statement kayak gitu. Anda
juga bisa, tukang kebun juga bisa. Siapa aja deh.

Penyelesaian Aceh tidak dapat diselesaikan dengan pembuatan timetable.
Memangnya ini manajemen proyek? Yang kalau telat bisa bikin crashprogram,
dan kalau kecepetan boleh tidur-tidur dulu? Proyek aja yang punya parameter
cuman biaya, naker, metode, dan step pekerjaan aja sudah setengah mati untuk
mengaturnya. Apalagi penyelesaian Aceh yg mempunyai parameter nggak jelas.
Itu kalau mau gaya-gayaan mau dibuat ilmiah.

Menurut saya sih, dengan perkembangan yang terus memburuk oleh
serangan-serangan AGAM keparat itu, maka penyelesaian yg mungkin adalah
menghabisi semua AGAM, penangkapan provokator SMUR (Solidaritas Mahasiswa
Aceh Merdeka Untuk Rakyat Aceh Pro Kemerdekaan), pemboman radio Nikoya basis
disintegrasionis itu. Setelah itu baru disusun pemerintahan daerah yang baru
yg bersih dari KKN atau unsur disintegrasionis macam anggota DPRD cewek itu.

Sudahlah Widodo, jangan sok-sokan mau mengangkat TNI AL untuk persoalan
Aceh. Kelamaan dong ah. Kirim pasukan khusus, dan juga kirim pasukan
berbasis helikopter yg saya usulkan kemarin. Jadi biar gerilya dihadapi
dengan gerilya juga, plus mobilitas heli yg tinggi. Masak si keparat AGAM
berani mengklaim membunuh 15 tentara dalam sekali serangan? Artinya kan
sudah menantang perang tuh....:) Mau berapa lagi tentara/polisi yang mati?
Memang ini bukan tugas Widodo saja. Mestinya Gus Dur yang memutuskan.


Jeffrey Anjasmara

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke