Ini ada analisis yang rada bagus nih....:)


JA

-------------------------
Merdeka, 17 Desember 1999

LBH "DINODAI" ADNAN BUYUNG
Oleh: Mohamad Assegaf

Tidak Etis, Gegabah

Tuntutan mereka bukan hanya tidak realistis.  Tapi juga gegabah dan
tidak etis serta emosional.  Adik-adik di LBH itu, menurut saya
mundur seribu langkah dan berfikir terlalu politis.

Bagaimana Anda melihat ultimatum yang diberikan LBH kepada
pengacara senior Adnan Buyung Nasution?

Itu bukan hanya tidak realistis, tetapi cenderung tidak etis,
gegabah dan katakanlah, itu merupakan tuntutan yang emosional.  Ada
dua hal yang ingin saya jadikan dasar alasan. Pertama di YLBHI ada
aturan-aturan, kebijakan internal, anggaran dasar, akte pendirian
yayasan dan lain-lain. Di sana diatur mekanisme intern kalau
terjadi masalah internal. Misalnya, yang pertama dilakukan meminta
penjelasan Bang Buyung dalam suatu forum rapat. Perlu dicatat Bang
Buyung adalah anggota dewan penyantun, yang punya kekuatan untuk
menjelaskan sikap dia mengapa sampai ikut membela atau menjadi
penasehat hukum para jenderal-jenderal.

Kedua mereka seharusnya tidak terlalu terburu-buru, apalagi
mengeluarkan semacan ultimatum terhadap pendiri dan senior di LBH
ini.  Jangan lupa, di LBH itu selain ada forum dewan penyantun, ada
juga dewan pengurus dan kedudukan penyantun itu kan berada di atas
dewan pengurus. Seharusnya mekanisme itu yang dipakai.

Bukankah memang keputusan Buyung kontras dengan reputasi YLBHI
selama ini?

Saya malah khawatir, kalau ia mundur reputasi LBH yang lebih rusak
lagi. Saya tegaskan, mereka (pengurus YLBHI) harus berfikir tentang
kepentingan yang lebih besar. Yaitu pertama, kepentingan hukum itu
sendiri. Kedua, ini kan masalah menyangkut martabat negara. Kalau
KPP HAM itu menginginkan fair trial, dimana adik-adik saya di LBH
mengatakan berada didalamnya.  Peradilan yang objektif (fair trial)
itu, didalamnya ada tiga pilar yaitu pengacara yang profesional,
hakim dan jaksa. Di sanalah tempat untuk menentukan satu kebenaran
yang hakiki. Jadi keberadaan Bang Buyung di sana akan ikut bersama-
sama menentukan kebenaran tadi.

Jadi ini lebih karena profesionalisme?

Begitulah.  Sebagai penasehat hukum, kami tidak ingin menutupi atau
membenarkan perbuatan orang.  Mestinya teman-teman di LBH, tahu
benar, gitu lho.  Jangan ketika saya pertama kali bergabung di LBH,
saya tiba-tiba ditugaskan untuk membela perkara-perkara tokoh-tokoh
PKI.

Kan masuk akal juga kalu ada yang keberatan dengan alasan sikap ini
akan merancukan arah perjuangan LBH?

Begini ya, siapapun yang menjadi penasehat hukum, harus punya
keberanian untuk mengambil resiko terhadap keyakinan profesinya.
Kalau bicara melawan arus, saya dulu membela korban-korban bekas
Presiden Soeharto, sekarang saya menjadi penasehat hukum Soeharto.
Semua yang saya lakukan di jaman Soeharto  orang mengatakan itu
melawan arus.  Begitu juga ketika saya membela Soeharto.  Tetapi
yang kita lakukan itu adalah kehormatan profesi dan jangan lupa

peranan kita, bagaimanapun juga ingin menegakkan hukum.
Jangan dilihat dari sudut politik.  Sebab politik itu penuh
kontroversi.  Nah adik-adik saya di LBH itu memandang cenderung
dari kacamata politik, bukan dari kacamata kehormatan profesi atau
nilai-nilai profesionalisme.  Justru saya berpendapat dunia
internasional akan menertawakan kalau seorang pengacara sekaliber
Adnan Buyung didesak oleh adik-adiknya di LBH untuk mundur demi
untuk memenuhi tuntutan mereka.

Jelasnya anda menilai sikap pemrotes itu keliru?

Adik-adik di LBH mundur seribu langkah.  Karena kita-kita yang
pernah di LBH termasuk saya, itu pertama kali dididik untuk punya
etika terhadap senior-senior, apalagi terhadap pendiri LBH.  Kita
bisa berbeda pendapat dengan senior kita, tapi kita tidak umumkan
dengan terbuka.  Apalagi mengeluarkan semacam ultimatum seperti
itu.  Itu sangat, sangat tidak etis.  Saya ingatkan, ada cara yang
lebih santun dan beradab.

Menurut anda, apa yang sedang terjadi di tubuh YLBHI?
Saya kira, semangat yang ada disana sekarang bukan semangat profesi
advokad, tetapi politik.  Berbeda dengan saat dulu ketika saya
masih di sana, betul-betul dididik untuk membela dan memberikan
jasa hukum kepada siapapun tanpa memandang keyakinan politik dan
ras.


______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke