Tulisan dibawah ini jika dibaca oleh secara "duniawi" bisa diartikan bahwa
di Jakarta tidak akan atau sangat kecil kemungkinan terjadinya gempa. Cara
membaca "duniawi" ini bisa membuat orang lengah dari mengingat "langit" dan
akan cenderung terus menerus berbuat kerusakan di dunia.
Bagaimana kalau kita baca secara "langit", gempa ini bisa kita artikan bahwa
Tuhan sedang "berdehem" sebelum "berteriak" marah kepada manusia atas semua
dosa dan kebejatan yang berlaku di Jakarta.
Meskipun Bapak Fauzi seorang Peneliti Pusat Gempa Nasional bilang bahwa
Tidak Ada Pusat Gempa di Jakarta, Tuhan bisa saja membalikkan kota Jakarta
"up side down". Dengan takdir dan kehendakNYA, tiba - tiba ada pusat gempa 7
skala Richter di Jl. Sudirman.
Sebuah tulisan / data ilmiah hendaknya tetap "diarahkan ke langit", bukankah
begitu Pak Nasrullah Idris :-)
Soe
============================================================================
=====
Fauzi, Peneliti Pusat Gempa Nasional:
Tak Ada Pusat Gempa di Jakarta
Reporter: Nurul Hidayati
detikcom - Jakarta, Warga Jakarta boleh bernafas lega. Pasalnya, Pusat Gempa
Nasional (PGN) mencatat bahwa tidak ada pusat gempa di Jakarta. �Jakarta
hanya mengalami efek gempa dari pusat gempa yang lain,� kata Fauzi, peneliti
PGN.
Fauzi juga mengatakan bahwa lebih baik sering terjadi gempa bumi, tapi
kekuatannya kecil. �Kalau tidak sering gempa, energi akan menumpuk dan bisa
meledak jadi gempa hebat,� kata Fauzi pada detikcom.
Berikut petikan wawancara dengan Fauzi yang dihubungi lewat telepon, Kamis
(23/12/1999) pukul 10.00 WIB berkaitan dengan gempa Jakarta:
Berapa kali gempa susulan terjadi setelah gempa di Jakarta Selasa kemarin?
Setelah gempa dengan kekuatan Skala Richter 6,0 kemarin, terjadi sekitar 50
lebih gempa susulan. Tapi kekuatannya di bawah 5,0 Skala Richter. Itu
terjadi selama 10 jam setelah gempa pertama terjadi.
Ada laporan korban jiwa yang jatuh di Jakarta?
Kami tidak menerima jumlah korban yang jatuh. Hanya ada botol jatuh, kaca
jendela pecah. Tidak ada kerusakan serius.
Jadi dampaknya kecil untuk Jakarta?
Sebab pusat gempa ada 200 km dari Jakarta (Pulau Panaitan-Selat Sunda-Red).
Kalau kekuatannya 6,0 Skala Richter dan jaraknya lebih dekat dengan Jakarta,
maka akan lebih berdampak. Tapi kalau jaraknya jauh, tidak ada efek berarti.
Di mana saja pusat gempa di Indonesia berada?
Daerah aktif gempa ditemukan di selatan Pulau Jawa, Pantai Barat Pulau
Sematera, dan kawasan Sumatera. Di timur ditemukan di pantai selatan Bali,
lantas ke ke timur. Juga ada di Flores yang sempat gempa pada 1992, juga
terjadi di Irian dan Biak pada 1996.
Pusat gempa aktif juga terjadi di bagian utara Jakarta dan itu merupakan
efek dari selatan Pulau Jawa.
Apa ada pusat gempa di Jakarta?
Tidak ada.
Bisakah gempa diramal sebelumnya?
Parameter yang diramalkan adalah lokasi, skala kekuatan dan waktu terjadinya
gempa. Tapi hingga kini belum pernah ada ramalan yang secara spesifik
berhasil. Kita masih sulit membuat ramalan.
Jadi gempa di Jakarta kemarin tidak diketahui sebelumnya?
Ya. Lokasi gempa kemarin berdekatan atau mirip dengan lokasi gempa pada
Maret 1997 lalu. Tapi lebih besar sekarang.
Ada laporan lain dari daerah soal korban jatuh?
Laporan yang kami terima dari Kecamatan Panimbang, Ujung Kulon, Kabupaten
Pandeglang. Korban yang ada adalah 160 rumah rusak, 17 orang luka dan 1
orang meninggal.
Korban meninggal biasanya bukan karena getaran akibat gempa, tapi karena
kerubuhan bangunan.
Bagaimana dengan pusat gempa di Pulau Panaitan
Meski di lokasi itu goncangannya lebih keras, tapi belum ada laporan.
Mungkin penduduknya jarang, dan rumah mereka terbuat dari kayu yang aman.
Ada rencana hari ini atau paling lambat besok, akan ada kunjungan di sekitar
lokasi di Pandeglang dan sekitarnya.
Dampak gempa lebih besar mana yang berpusat di darat dan di laut?
Kalau di laut, kita perhatikan ada tidak efek Tsunami. Ini harus
diperhatikan. Kalau di darat, harus diperhatikan lokasinya, ada di
perkampungan atau perkotaan. Kalau lokasinya di hutan yang tidak ada
orangnya, hanya ada harimau, kita tidak memperhatikan serius.
Gempa di Jakarta kemarin biasa atau luar biasa?
Masalahnya, Jakarta tidak pernah gempa setelah 1997. Dua tahun ta kada
gempa. Menurut saya, mendingan gempa yang terjadi kecil-kecil tapi sering.
Yah, di bawah kekuatan 5 Skala Richter-lah. Ketimbang sekali terjadi, lalu
ada gempa berkekuatan 8 Skala Richter.
Jadi dalam gempa bisa terjadi penumpukan energi. Misalnya yang terjadi di
Taiwan kemarin. Gempa itu berkekuatan besar karena menumpuknya energi. Nah,
ketika energi sudah terakumulasi dan kerak bumi tak kuat lagi, maka meledak
gempa yang besar. Jadi lebih baik sering ada gempa, tapi skalanya kecil.