Yup..
kayaknya manusia di seluruh dunia lagi diingetin.
Bisa dilihat dari bencana yang terjadi diseluruh dunia.

So, mudah2an kita masih bisa berbuat sesuatu yang lebih baik.

Faran


>Date:         Fri, 24 Dec 1999 11:11:32 +0700
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>From: Suhendri <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject:      Peringatan Langit
>To: [EMAIL PROTECTED]
>
>Tulisan dibawah ini jika dibaca oleh secara "duniawi" bisa diartikan bahwa
>di Jakarta tidak akan atau sangat kecil kemungkinan terjadinya gempa. Cara
>membaca "duniawi" ini bisa membuat orang lengah dari mengingat "langit" dan
>akan cenderung terus menerus berbuat kerusakan di dunia.
>
>Bagaimana kalau kita baca secara "langit", gempa ini bisa kita artikan bahwa
>Tuhan sedang "berdehem" sebelum "berteriak" marah kepada manusia atas semua
>dosa dan kebejatan yang berlaku di Jakarta.
>
>Meskipun Bapak Fauzi seorang Peneliti Pusat Gempa Nasional bilang bahwa
>Tidak Ada Pusat Gempa di Jakarta, Tuhan bisa saja membalikkan kota Jakarta
>"up side down". Dengan takdir dan kehendakNYA, tiba - tiba ada pusat gempa 7
>skala Richter di Jl. Sudirman.
>
>Sebuah tulisan / data ilmiah hendaknya tetap "diarahkan ke langit", bukankah
>begitu Pak Nasrullah Idris :-)
>
>Soe
>
>============================================================================
>=====
>Fauzi, Peneliti Pusat Gempa Nasional:
>Tak Ada Pusat Gempa di Jakarta
>Reporter: Nurul Hidayati
>
>detikcom - Jakarta, Warga Jakarta boleh bernafas lega. Pasalnya, Pusat Gempa
>Nasional (PGN) mencatat bahwa tidak ada pusat gempa di Jakarta. �Jakarta
>hanya mengalami efek gempa dari pusat gempa yang lain,� kata Fauzi, peneliti
>PGN.
>
>Fauzi juga mengatakan bahwa lebih baik sering terjadi gempa bumi, tapi
>kekuatannya kecil. �Kalau tidak sering gempa, energi akan menumpuk dan bisa
>meledak jadi gempa hebat,� kata Fauzi pada detikcom.
>
>Berikut petikan wawancara dengan Fauzi yang dihubungi lewat telepon, Kamis
>(23/12/1999) pukul 10.00 WIB berkaitan dengan gempa Jakarta:
>
>Berapa kali gempa susulan terjadi setelah gempa di Jakarta Selasa kemarin?
>
>Setelah gempa dengan kekuatan Skala Richter 6,0 kemarin, terjadi sekitar 50
>lebih gempa susulan. Tapi kekuatannya di bawah 5,0 Skala Richter. Itu
>terjadi selama 10 jam setelah gempa pertama terjadi.
>
>Ada laporan korban jiwa yang jatuh di Jakarta?
>
>Kami tidak menerima jumlah korban yang jatuh. Hanya ada botol jatuh, kaca
>jendela pecah. Tidak ada kerusakan serius.
>
>Jadi dampaknya kecil untuk Jakarta?
>
>Sebab pusat gempa ada 200 km dari Jakarta (Pulau Panaitan-Selat Sunda-Red).
>Kalau kekuatannya 6,0 Skala Richter dan jaraknya lebih dekat dengan Jakarta,
>maka akan lebih berdampak. Tapi kalau jaraknya jauh, tidak ada efek berarti.
>
>Di mana saja pusat gempa di Indonesia berada?
>
>Daerah aktif gempa ditemukan di selatan Pulau Jawa, Pantai Barat Pulau
>Sematera, dan kawasan Sumatera. Di timur ditemukan di pantai selatan Bali,
>lantas ke ke timur. Juga ada di Flores yang sempat gempa pada 1992, juga
>terjadi di Irian dan Biak pada 1996.
>
>Pusat gempa aktif juga terjadi di bagian utara Jakarta dan itu merupakan
>efek dari selatan Pulau Jawa.
>
>Apa ada pusat gempa di Jakarta?
>
>Tidak ada.
>
>Bisakah gempa diramal sebelumnya?
>
>Parameter yang diramalkan adalah lokasi, skala kekuatan dan waktu terjadinya
>gempa. Tapi hingga kini belum pernah ada ramalan yang secara spesifik
>berhasil. Kita masih sulit membuat ramalan.
>
>Jadi gempa di Jakarta kemarin tidak diketahui sebelumnya?
>
>Ya. Lokasi gempa kemarin berdekatan atau mirip dengan lokasi gempa pada
>Maret 1997 lalu. Tapi lebih besar sekarang.
>
>Ada laporan lain dari daerah soal korban jatuh?
>
>Laporan yang kami terima dari Kecamatan Panimbang, Ujung Kulon, Kabupaten
>Pandeglang. Korban yang ada adalah 160 rumah rusak, 17 orang luka dan 1
>orang meninggal.
>
>Korban meninggal biasanya bukan karena getaran akibat gempa, tapi karena
>kerubuhan bangunan.
>
>Bagaimana dengan pusat gempa di Pulau Panaitan
>
>Meski di lokasi itu goncangannya lebih keras, tapi belum ada laporan.
>Mungkin penduduknya jarang, dan rumah mereka terbuat dari kayu yang aman.
>Ada rencana hari ini atau paling lambat besok, akan ada kunjungan di sekitar
>lokasi di Pandeglang dan sekitarnya.
>
>Dampak gempa lebih besar mana yang berpusat di darat dan di laut?
>
>Kalau di laut, kita perhatikan ada tidak efek Tsunami. Ini harus
>diperhatikan. Kalau di darat, harus diperhatikan lokasinya, ada di
>perkampungan atau perkotaan. Kalau lokasinya di hutan yang tidak ada
>orangnya, hanya ada harimau, kita tidak memperhatikan serius.
>
>Gempa di Jakarta kemarin biasa atau luar biasa?
>
>Masalahnya, Jakarta tidak pernah gempa setelah 1997. Dua tahun ta kada
>gempa. Menurut saya, mendingan gempa yang terjadi kecil-kecil tapi sering.
>Yah, di bawah kekuatan 5 Skala Richter-lah. Ketimbang sekali terjadi, lalu
>ada gempa berkekuatan 8 Skala Richter.
>
>Jadi dalam gempa bisa terjadi penumpukan energi. Misalnya yang terjadi di
>Taiwan kemarin. Gempa itu berkekuatan besar karena menumpuknya energi. Nah,
>ketika energi sudah terakumulasi dan kerak bumi tak kuat lagi, maka meledak
>gempa yang besar. Jadi lebih baik sering ada gempa, tapi skalanya kecil.




------------------------------------------------------------
Happy Holidays from the staff at DCEmail.com
http://www.dcemail.com -  FREE Email for the Community

Kirim email ke